Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Bibit Memang Tak Butuh Otak

Melihat Joko Tingkir mencium tangan Bibit mantan seniornya di padepokan Tumaritis, semakin nampak kepribadian seorang Joko Tingkir yang rendah hati. Terlihat digambar video yang terekam oleh wartawan dari tumaritis online, Joko Tingkir nampak tetap tersenyum ceria berjalan dibelakang Bibit yang wajahnya terlihat manyun terus seperti orang yang lagi menderita demam panas dan sedikitpun tak mau bicara layaknya orang yang lagi sakit gigi.

Sikap Joko Tingkir tetap tenang dan terlihat sabar, Walaupun Joko Tingkir berangkat dari orang sipil tapi telah menunjukan ketegaran jiwa layaknya seorang pemimpin militer, sipatnya sangat bersahaja namun tetap dihormati oleh rakyatnya. Kalau boleh berkata Joko Tingkir ini ibarat seorang sipil tapi militeris namun seorang Bibit juga diibaratkan bagaikan seorang Militer tapi sipilis he he he, lihat saja tampangnya di rekaman video mirip banget sama orang yang lagi kena penyakit sipilis, tak ada senyum sama sekali seperti orang yang sedang menahan sakit yang tertahan.

Bibit ini termasuk orang yang tidak punya malu, dulu sebelum menjadi Gubernur Tumaritis, Bibit setiap hari selalu bermimpi bagaimana caranya supaya bisa segera jadi Gubernur Tumaritis. Karena terus memikirkan kariernya agar bisa cepat melonjak, Bibit akhirnya menderita tumor otak.

Terpaksa sebuah operasi dilakukan, Bibit diminta agar tetap diopname di rumah sakit sambil menunggu tumor otaknya diangkat. Sementara itu semua informasi yang masuk ke bibit disaring agar penyakitnya tidak bertambah parah.

Banyak diantara teman-teman bibit membesuk khususnya setelah bekas operasi di kepalanya agak sembuh.

Pak, ada kabar gembira yang belum saya sampaikan kepada Bapak, soalnya selama ini ‘kan Bapak sakit, ujar seorang temannya memulai percakapan dengan bibit yang sedang berbaring di ranjang.

Berita apa itu ? tanya Bibit.

Bapak sekarang mau dicalonkan menjadi Gubernur Tumaritis !!! jawab temannya

Sementara itu dokter yang mengoperasi tumor otak Bibit datang. Ia kelihatan sangat panik. Aduh. Gimana ya Pak ? Otak Bapak yang saya operasi lupa saya masukkan kembali ke dalam kepala Bapak ...,ujar si dokter setengah melapor.

Ah, nggak apa-apa Dok. Tak usah repot-repot. Sebentar lagi saya bakalan jadi Gubernur Tumaritis, jadi nggak perlu pakai otak lagi…..he he he

Itulah sedikit humor ala tumaritis tentang kelakuan Bibit yang dulu begitu berambisi menjadi Gubernur Tumaritis yang dijagokan oleh salah satu Partai di Tumaritis, tapi sayangnya sekarang Bibit bagaikan kacang lupa kulitnya, harap maklum karena memang dia nggak punya otak lagi, jadi wajar juga kalau sikap Bibit sekarang ini sudah tidak punya sopan santun lagi he he he.

Berita Lainnya : 
Humor Segar Anak Tumaritis
Nahrowi Ketahuan Sedang Making Love
Pak Dahlan Iskan Tolong Naikan Gaji Saya