Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

TKI Lebih Terhormat Daripada Ruhut Sitompul

Kelakuan orang yang satu ini, kalau bicara nggak pernah dipikir dengan baik, seakan hanya dia yang paling pintar, paling benar dan paling tahu. Kembali Ruhut Sitompul membuat pernyataan yang sangat menusuk hati para penyumbang devisa yang direndahkan martabatnya bagaikan seseorang yang harus dikasihani.

Menurut Ruhut, kemenangan Jokowi-Ahok lantaran pencitraan dari keduanya yang kuat. Padahal, sambung Ruhut, berdasarkan segi pengalaman, Fauzi Bowo dinilai lebih berpengalaman. “Karena pencitraan kok. Dia kaya TKI dikasihani,” tutur anggota Komisi III DPR ini. Pernyataan Ruhut itu disampaikan ketika diwawancara oleh Okezone.com

Sepertinya tidak ada hubungannya antara orang yang harus dikasihani dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), apa dia tidak sadar bahwa TKI adalah salah satu penyumbang devisa bagi Negara, dan TKI lebih terhormat berjuang mencari rejeki dinegara lain dibandingkan seorang Ruhut anggota DPR yang konon katanya mewakili rakyat tapi justru menyakiti rakyat dengan pernyataannya itu.

Kalau Ruhut hanya menilai dari sisi banyaknya TKI yang disiksa dan dianiaya oleh majikannya atau TKI yang terancam hukuman mati karena korban fitnah, lalu apa saja yang sudah dilakukan pemerintah terhadap nasib mereka, bukankah itu seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah yang tidak bisa melindungi warganya yang mencari rejeki dinegara lain.

Pernyataan Ruhut ini hampir mirip dengan pernyataan rok mini yang dilontarkan oleh Foke ketika sedang marak terjadinya kasus pemerkosaan di Jakarta, Foke menuding rok mini menjadi salah satu penyebabnya walaupun akhirnya Foke meralat kembali ucapannya dan minta maaf setelah mendapat kritikan sangat tajam dari Publik. pernyataan Foke memang ngawur seakan-akan terdengar bahwa korban juga bersalah karena mengenakan rok mini.

Selanjutnya Ruhut mengatakan bahwa pasangan Jokowi-Ahok memenangkan pertarungan pemilihan Gubernur Jakarta, lantaran pencitraan dari keduanya yang kuat, Padahal, sambung Ruhut, berdasarkan segi pengalaman, Fauzi Bowo dinilai lebih berpengalaman. pernyataan ini membuktikan seorang Ruhut tidak pernah berkaca, bahwa Bosnya Presiden SBY juga terpilih karena faktor pencitraan apalagi sebelumnya SBY juga tidak mempunyai pengalaman jadi Presiden.

Begitu juga pernyataan Ruhut tentang Jokowi, pernyataan ini terkesan meragukan kredibiltas seorang Jokowi-Ahok. Bagi para pemilih Jokowi-Ahok, mereka memilih bukan berdasarkan kasihan, tapi pilihan mereka adalah melihat sosok Jokowi-Ahok adalah figur pemimpin yang benar-benar punya komitmen dan kemauan yang kuat untuk melakukan perubahan yang lebih baik bagi Jakarta.

Foke boleh punya pengalaman seperti apa yang disampaikan oleh Ruhut, tetapi saya sangat geli rasanya mendengar pernyataan Fauzi Bowo atau akrab dipanggil Foke Calon Gubernur Jakarta yang mengatakan “Uang segunung tidak akan mampu menyelesaikan jakarta dalam sekejap” perkataan ini mengindikasikan ketidakmampuan seorang pemimpin dalam mengatasi sebuah persoalan, katanya berpengalaman ?

Tugas pemerintah adalah melayani bukan untuk dilayani, itu pedoman yang harus dipegang oleh seorang calon pemimpin di pemerintahan, tanpa kemauan untuk melayani masyarakat mustahil pemerintahan akan berjalan dengan baik dan mustahil kesejahteraan dan keadilan akan dirasakan oleh masyarakat.

Banyak kita melihat, fenomena menarik di berbagai daerah dengan aneka ragam kebijakan yang telah diterapkan oleh kepala daerahnya, ada suatu daerah yang hanya mempunyai Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat kecil namun mampu membebaskan biaya pendidikan untuk murid SD sampai SMU/K dan mengasuransikan kesehatan seluruh masyarakat hanya dengan persyaratan mempunyai KTP pada daerah tersebut. begitu pula sebaliknya, ada juga daerah yang mempunya sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat besar namun ternyata tidak bisa berbuat apa-apa.

Dengan kenyataan ini tentu kita akan semakin sadar, bahwa ternyata soal memberikan pelayanan yang lebih baik kepada rakyat bukan semata-mata soal besar atau kecilnya APBD. Bukan soal banyaknya uang segunung tapi tidak bisa berbuat apa-apa dan juga bukan karena berpengalaman tetapi merupakan soal Komitmen dan Kemauan Kepala Daerah beserta jajaran Birokrasinya

Ruhut ini memang nggak pernah berhenti ngomong ngawur, biasanya orang yang banyak bicara seperti ini justru bermental tempe dan pengecut. Nggak layak anggota DPR seperti ini dihormati dan dihargai, TKI yang berjuang mencari rejeki di negara lain itulah yang patut kita hormati dan menghargai perjuangan hidupnya, serta pemimpin yang mempunyai Komitmen dan Kemauan yang kuat, itulah pemimpin yang layak dipilih, sehingga wajar saja kalau pasangan Jokowi-Ahok mendapat tempat tersendiri dihati masyarakat Jakarta dengan harapan Jokowi-Ahok dapat melakukan perubahan yang lebih baik bagi Jakarta.

Berita Lainnya :
Office Boy Paling Keren di Indonesia
Cerita Sedih Seribu Kapal Presiden SBY
Kisah Nyata Tukang Service Sofa Jadi Presiden