Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Surat Wasiat Foke Sebelum Meninggal Dunia

Segala sesuatu memang harus di persiapkan apalagi kalau bicara tentang kematian. sadar akan usianya yang sudah tidak muda lagi serta begitu berat beban yang harus dihadapinya. Maka untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diduga, tentu harus dipersiapkan sedini mungkin agar kelak ketika saatnya tiba, beban berat itu semakin berkurang.

Ada perasaan tidak tenang dan selalu dibayangin rasa was-was yang terlalu berlebihan serta takut terjadi satu peristiwa yang tidak diinginkan, maka menjelang detik-detik menegangkan, satu hari sebelum hari pencoblosan pemilihan Kepala Desa Tumaritis periode 2012-2017.

Bapak Fokejan Sumardi atau sering dipanggil Mas Foke yang masih menjabat sebagai Kepala Desa Tumaritis (incumbent) mengumpulkan semua keluarganya, Pemanggilan ini terkait dengan keinginan Foke untuk memberikan Surat Wasiat kepada istri dan anak-anaknya. Berikut ini surat wasiat Foke pada keluarganya dirumah :

Mas Foke : sebelum bapak meninggal dunia, bapak ingin ngasih kalian wasiat, wahai istri dan Anak-anakku.

Istri dan anak : Wasiat apa pak, kok tiba-tiba bapak bicara seperti itu ? padahal besokkan hari pemilihan kepala desa tumaritis, memang ada apa pak ?

Mas Foke : benar istriku sayang, Bapak hanya khawatir terjadi sesuatu pada hari pencoblosan nanti, karena itu bapak mengumpulkan kalian semua untuk memberikan surat wasiat

Istri : apa yang mesti dikhawatirkan pak ?
Mas Foke : Bapak hanya berjaga-jaga saja
Istri dan anak : pak…..(sambil menitikkan air mata)
Mas Foke : Untuk istri dan anakku, bapak akan wasiatkan rumah dan tanah, tapi istri dan anakku tolong ingat wasiat bapak yang satu ini kata Foke memelas.
Istri dan anak : ingat apa pak ?
Mas Foke : Tolong tanah yang di sebelah rumah jangan dijual.
Istri dan anak : Loh memangnya kenapa pak ?
Mas Foke : lah iya lah jangan di jual……itukan tanah orang bukan tanah kita he he he

Berita Lainnya :