Kamu memang sudah tidak cantik lagi, tapi aku tetap sayang kamu INDONESIAKU

Sumpah Demi Allah, Kami Anti Korupsi

Sumpah Demi Allah Kami Anti Korupsi
Geli rasanya melihat spanduk kampanye yang menyontek kepopularan seseorang apalagi ditambah bumbu-bumbu yang tidak sedap dipandang mata dan terkesan malah terlihat lucu bin kocak. Mungkin dengan meniru tokoh yang sedang popular, berharap mendulang suara seperti Jokowi-Ahok. Hal ini lah yang dilakukan oleh calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara La Ode Azis dan H T Jusrin dengan mencontek cara berpakaian pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Ahok.

Lebih lucu lagi ternyata cara penyampaian kampanyenya terkesan sangat berlebihan, norak, tidak mendidik dan menganggap bahwa para pemilih itu adalah orang yang bodoh dan tidak tahu apa-apa. calon Gubernur ini lewat balihonya menyampaikan programnya jika terpilih :

Sumpah Demi Allah, Menjabat Untuk Mencari Pahala, sebagian penghasilan kami sumbangkan pada fakir miskin.

Sumpah Demi Allah, Kami pemilik dan pendiri perguruan tinggi di semua Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Tenggara, menggratiskan SPP sampai sarjana, membuka lapangan kerja, melanjutkan pembangunan secara nyata dan hasil pengelolaan tambang untuk rakyat.

Sumpah Demi Allah, Sipat kami hobby ketemu dengan rakyat, sederhana, pemersatu semua suku dan anti korupsi. Semboyan, kalau sudah senang diatas jangan lupa kebawah, calon pemimpin harus konsisten dan pasangan lama dimundurkan.

Hebat banget nih calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, semangat Sumpahnya patut diacungkan jempol, walaupun belum tentu sumpahnya itu dapat dibuktikan bila terpilih nanti.

Kenapa mesti bersumpah dengan kampanye model diatas ? apakah pemilik beberapa universitas ini tidak paham bahwa mekanisme pelantikan pejabat selalu diawali dengan melakukan Sumpah Jabatan, Padahal sumpah jabatan ini tidak boleh main-main loh pak dan tetap ada konsekwensi yang harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akherat kelak.

Konyolnya, menjabat katanya untuk mencari pahala dan sebagian penghasilan akan diserahkan pada fakir miskin. Maaf pak La Ode, kayaknya yang namanya mencari pahala itu tidak mesti harus mencari jabatan tinggi, kalau mau mendapat pahala jadi pejabat RT juga bisa dapat pahala, nggak pake modal lagi he he he.

Terus akan memberikan sebagian rejekinya pada fakir miskin, wah yang ini mah mendingan tidak usah diekspos pak La Ode, ini namanya riya alias pengen dipuji. Lagi pula sudah sewajarnya kan kewajiban bagi orang yang sudah banyak harta untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk fakir miskin. Nanti nyesel loh pak, kalau ternyata tidak terpilih, alangkah baiknya kalau niatnya hanya ingin cari pahala, dana kampanyenya dikasih ke rakyat miskin saja, Maaf nih pak La Ode cuma sekedar sumbang saran dari warga pulau jawa yang hobbynya sering sumbang saran diseluruh pemilukada se-indonesia

Seandainya saya tinggal di Sulawesi Tenggara, Kalau seorang La Ode berani mengatakan “Sumpah Demi Allah” Kami Anti Korupsi, saya juga akan mengatakan “Sumpah Demi Allah” saya tidak akan memilih model pemimpin seperti ini he he he

Berita lainnya :
----------------------------------------------------------------------------------------------------- Terima kasih telah membaca artikel Sumpah Demi Allah, Kami Anti Korupsi. Apabila ada pertanyaan dan keluhan silakan menghubungi AGUS SUTONDO melalui kontak di sini 085710090000
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
AGUS SUTONDO MEDIA CENTER
MAS TEMPLATE