Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Satu Korban + Satu Suapan = Satu Suara

Banjir penuh perhatian saat ini sedang dinikmati oleh masyarakat Jakarta, yang tidak biasa menjadi biasa. Harap maklum, memang biasanya menjelang pemilu terutama pemilukada, rakyat sangat rajin didatangi oleh para calon kepala daerah. Seperti biasa, janji-janji manis selalu keluar dari mulut sang calon kepala daerah atau melalui jaringan tim suksesnya.

Terkadang karena begitu bernafsu ingin mendapatkan dukungan dari masyarakat, janji-janji manis yang bersipat tidak rasional bahkan terlihat sangat konyol disampaikan kemasyarakat. Misalkan pernyataan Marzuki Ali kader Partai Demokrat yang duduk sebagai Ketua DPR RI, Dalam pernyataannya ketika Marzuki ikut mengisi acara silaturahmi antara Nachrowi dengan 300 orang jamaah Fatayat Nahdatul Ulama, Marzuki beberapa kali menyisipkan beberapa ajakan dan rayuan kepada jamaah Fatayat yang beranggotakan ibu-ibu, untuk memilih Nachrowi ataupun Foke pada Pilgub DKI putaran kedua mendatang.

Kan Pak Nachrowi dicintai sahabat Fatayat. Insya Allah jadi haji kita kalau pilih Nachrowi,“ jelas Marzuki ditemui di Twins Plaza Hotel, Jakarta, Minggu (26/8/2012-jakarta.okezone.com) “Marzuki juga terdengar beberapa kali meminta Fatayat NU untuk memilih Nachrowi daripada memilih calon lainnya yang ikut bersaing, Aroma kampanye pun semakin terasa dalam acara berkedok halal bihalal ini.

Sepintas mendengar pernyataan Marzuki Ali tersebut, tentunya masyarakat akan percaya dan sangat antusias untuk mendukungnya tanpa melihat apakah kata-kata tersebut hanya sekedar pemanis dibibir saja. Secara logika, hebat banget janji manis ini, bagaimana mungkin mereka akan merealisasikannya, memangnya biaya ongkos naik haji itu murah, bayangkan mereka mengatakan di hadapan Jamaah Fatayat yang beranggotakan 300 ibu-ibu. Katakan ongkos naik haji 30 juta x 300 ibu-ibu = 900 Juta harus dikeluarkan oleh pihak yang menjanjikan itu.

Belum lagi janji-janji ditempat lain yang tidak terekspos oleh media, berapa ribu orang yang bakal naik haji, bayangkan mahal banget ongkos suapnya ? konyolnya di kalimat terakhir terucap, kalau nggak pilih Pak Nachrowi, enggak bakal jadi tuh barang, parah banget deh masa naik haji dibilang barang ? Kampanye terselubung ini, bagaikan mendapatkan satu korban + satu suapan haji = satu suara, lumayankan ? Menjelang pemilu biasanya rakyat memang disuapin tetapi setelah pemilu giliran rakyat yang menyuap agar urusan jadi beres dan lancar. Marzuki, Marzuki, cara menyampaikan kampanye terselubung anda, mengesankan bahwa rakyat itu masih bodoh dan mudah diperdaya dengan janji-janji manis

Terus kalau seandainya pernyataan Marzuki Ali ini bukan janji, tetapi hanya memberikan satu gambaran bahwa kalau pilih Foke-Nara, Insya allah jadi haji ? hebat banget ya, memang ada kekuatan apa pada Foke-Nara sehingga kalau milih mereka bisa naik haji. Ini mah bentuk pengkultusan, ajakan sesat menjurus kearah syirik ? atau Marzuki Ali akan menjawab bahwa yang dimaksud adalah apabila Foke-Nara terpilih, pembangunan lancar dan kesejahteraan rakyat terjamin terus kalau sudah sejahtera, baru deh bisa naik haji ? Marzuki, Marzuki, yang begitu mah nggak usah diomongin. Anak Sekolah Dasar juga tahu, kalau hidup kita sejahtera, jangankan naik haji, liburan kemancanegara juga bisa ? Marzuki, Marzuki, nggak pantas dan nggak layak anda duduk sebagai Ketua DPR RI bila cara penyampaian anda masih seperti itu pada rakyat.

Lebih konyol lagi, selain haji ada juga pemberian kartu perdana telekomunikasi XL bergambar Foke dengan iming-iming hadiah Umroh, Iming-iming hadiah ini, tertulis di belakang kemasan kartu perdana tersebut yakni, lima hadiah umroh, liburan ke Bali dan ratusan barang elektronik.

Semoga rakyat semakin cerdas dan bisa belajar dari pengalaman, janji-janji manis dan jargon kosong ternyata lebih banyak bohongnya, lihat saja iklan Partai Demokrat, dengan bangganya Angelina Sondakh mengatakan “Katakan Tidak Pada Korupsi” alih-alih mengatakan tidak pada korupsi, malah Angelina sendiri yang melakukan praktek korupsi, sungguh ironis, memalukan bin memuakkan.

Berita Lainnya :