Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Maling Teriak Maling

Pembahasan revisi undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang KPK, terlihat semakin memanas. Ruhut Sitompul, Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat, mengatakan yang mengusulkan revisi UU KPK agar kewenangan KPK dipangkas adalah dari Fraksi Partai Golkar. “Contohnya Nudirman Munir, itu partainya mana,” kata Ruhut di Gedung DPR, Selasa 26 September 2012.

Ketua DPP Partai Demokrat ini mengatakan munculnya revisi UU untuk lembaga Ad Hoc berasal dari partai-partai yang mulai gerah karena kadernya tersangkut korupsi. Meski begitu, Ruhut Membantah bahwa Demokrat ikut mendukung revisi UU KPK. Demokrat justru menolak revisi UU ini. “Demokrat malah mendukung kewenangan KPK, ya dengan keras kita menolak,” kata dia.

Mendapat tudingan dari Ruhut, bahwa Partai Golkar berada dibelakang layar yang mengusulkan revisi Undang-Undang KPK, tudingan ini membuat Nudirman Munir Marah-Marah “Ini yang maling teriak maling. Golkar tidak diuntungkan dengan perubahan tersebut. Untuk apa diubah ? Siapa yang diuntungkan kalau RUU KPK diubah ? Kan kita sudah tahu jawabannya,” kata Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar Nudirman Munir, Rabu 26 September 2012.

Meski begitu, Nudirman tak menampik bahwa fraksinya juga ikut mengusulkan pasal yang perlu diubah dalam UU KPK. “Golkar hanya soal masa jabatan pimpinan KPK dan Badan Pengawas, Tujuannya justru revitalisasi KPK. Supaya jangan ada lagi kasus yang dilokalisir pada satu orang, seperti sekarang ini terjadi. Begitu juga kasus Century yang terkesan “dimacetkan” walau bukti sudah segerobak,” kata munir.

Hebat banget nih Partai Demokrat, ketika situasi semakin memanas akibat banyaknya suara publik yang menolak rencana pemangkasan kewenangan KPK, namun dengan liciknya Partai Demokrat lempar batu sembunyi tangan. Tidak malu-malu langsung menuduh Partai Golkar sebagai pengusul pertama ide rencana revisi undang-undang KPK.

Tontonan apalagi yang ingin dipertunjukan oleh mereka ? apalagi mereka ini kan Partai Koalisi Pendukung Pemerintah dan Partai Demokrat Sebagai Lokomotifnya kok malah saling tuding menuding, lalu target politiknya apa yang ingin diraih ? mungkin ibarat pepatah, mendayung sekali dua pulau terlampaui, dengan kata lain, mereka memang ingin kewenangan KPK dipangkas tapi mereka juga ingin pemangkasan ini tidak menimbulkan citra negatif bagi partai.

Sepertinya tontonan ini malah membuat rakyat semakin muak, tontonan apapun yang akan dimainkan, rakyat tetap sudah nggak percaya sama wakil rakyat atau wakil partai yang sontoloyo ini. Rakyat malah semakin curiga, jangan-jangan pelemahan kewenangan KPK ini akan dimanfaatkan untuk mencari sumber-sumber korupsi baru buat bekal pemilihan umum 2014.

Wakil Rakyat atau Wakil Partai ini memang sangat khawatir, bila KPK tidak dibuat layaknya macan ompong, maka potensi APBD, APBN dan sumber potensi korupsi baru lainnya tidak bisa mereka mainkan. Karena mereka tidak ingin mengalami nasib seperti kolega-kolega mereka yang pernah jadi maling dan sudah menikmati indahnya sel penjara.

Ungkapan maling teriak maling memang pantas diberikan oleh Wakil Rakyat atau Wakil Partai ini, niatnya mungkin ingin maling, cara mensiasatinya juga mesti maling teriak maling atau memang mereka sudah maling benaran tapi takut malingnya ketahuan.

Berita Lainnya :
Office Boy Paling Keren di Indonesia
Cerita Sedih Seribu Kapal Presiden SBY
TKI Lebih Terhormat Daripada Ruhut Sitompul