Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kalah Terhormat dan Menang Bermartabat

Hari ini adalah masa tenang menjelang detik-detik pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan dimulai serentak pada tanggal 20 September 2012.

Tiada lagi kampanye, pemasangan spanduk, alat peraga maupun pertemuan antara calon Gubernur dan wakil Gubernur dengan masyarakat, simpatisan maupun pendukungnya untuk menyampaikan visi dan misinya. Hari ini praktis segala kegiatan yang berbau kampanye dihentikan.

Semua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur bisa beristirahat sejenak, menahan nafas untuk sedikit melepas lelah setelah berhari-hari lamanya melakukan kegiatan demi kegiatan dalam rangka mencari simpatik maupun dukungan dari masyarakat agar kelak pada hari pencoblosan dapat diberi kepercayaan untuk memimpin sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta.

Proses perjalanan pemilukada DKI Jakarta memang cukup panjang dan melelahkan. Setelah hasil putaran pertama yang belum menghasilkan calon kepala daerah terpilih karena belum adanya calon yang memenuhi persyaratan memperoleh suara 50 persen plus satu, sehingga mutlak pemilukada Jakarta harus dilakukan pemilihan putaran kedua, hal ini diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Begitulah demokrasi lima tahunan dalam proses pemilihan kepala daerah, bukan hanya di Jakarta tapi juga diseluruh nusantara. Dalam demokrasi. Kalah dan menang merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari, jalan demokrasi yang panjang dan berliku, memang berujung pada dua pilihan, kalah atau menang.

Setiap orang yang telah sepakat bermain dalam demokrasi seharusnya siap menerima apapun hasilnya kalah atau menang. Kalah secara terhormat dan menang secara bermartabat.

Dalam proses demokrasi, seyogjanya para calon kepala daerah dituntut untuk all out memenangkan pertarungan politik dengan berbagai cara yang santun, terhormat dan bermartabat. Dalam proses itu, mereka juga berkesempatan untuk mengerahkan semua sumber daya politik yang dimiliki untuk meraih target yang telah ditentukan, melalui cara-cara yang tidak melanggar aturan main yang telah disepakati bersama. disamping itu proses demokrasi juga tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran, saling menghormati dan tetap tidak berpotensi memecah belah kehidupan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

Apakah proses panjang pemilukada Jakarta akan berakhir pada tanggal 20 september 2012, atau kah akan ada proses lain yang mengikutinya, misalkan gugatan sengketa terhadap hasil pemilukada yang telah dilangsungkan secara demokratis ? katakan sengketa pemilukada terjadi, maka pihak yang berniat ingin mengotori pemilukada ini jelas tidak menghormati aspirasi rakyat yang telah mengartikulasikan kedaulatan politiknya melalui pemilihan umum yang langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Semoga sengketa pemilukada Jakarta tidak akan terjadi, karena kita semua tentu berharap proses demokrasi ini akan berjalan damai, fair, jujur dan tidak ada kata lain kecuali meruntuhkan seluruh egonya untuk menerima hasil akhir perhelatan demokrasi itu, apa pun hasilnya ? Kalah secara terhormat dan menang secara bermartabat.

Mari kita sukseskan pemilukada DKI Jakarta 2012, dan kita jadikan Jakarta menjadi lebih baik menuju “JAKARTA BARU”

Berita Lainnya :