Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Antara Foke, Rhoma dan Tante Alexa

Siapa orang Indonesia yang tidak kenal Rhoma Irama, sang raja dangdut dari zaman ke zaman, Musisi senior berjuluk Raja Dangdut ini bersama Soneta Group telah menelurkan puluhan album sejak tahun 1973. Nyaris tiap tahun Soneta group dengan konsisten mengeluarkan karya rekaman mereka selain menggelar konser di berbagai tempat. Lagu-lagu Soneta pun masih kekal hingga kini, meramaikan khasanah musik tanah air.

Bukan hanya sebagai pencipta lagu dan penyanyi dangdut, tapi Rhoma Irama juga eksis sebagai juru dakwah, hal ini memang senada dengan tembang-tembang lagunya yang selalu bernada dakwah. Tak jarang, Rhoma Irama pun tampil ke muka untuk menyampaikan dakwah sebelum atau setelah memainkan lagu.

Begitu bersemangatnya Rhoma Irama dalam berdakwah, tiba-tiba entah disengaja atau tidak, entah adanya pesanan atau tidak, minggu malam dibulan Ramadhan, 29 Juli 2012, Rhoma berceramah tarawih di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Dalam ceramah itu, Rhoma mengatakan agar warga muslim Jakarta tak memilih pemimpin yang nonmuslim, kebetulan Foke juga hadir di masjid itu.

Ceramah yang dilakukan oleh Rhoma disaat Jakarta sedang mengadakan pesta demokrasi lima tahunan pemilihan Gubernur Jakarta, tentu menimbulkan penafsiran yang berbeda.

Pro kontra pun akhirnya bermunculan, ada yang menganggap ceramahnya Rhoma adalah wajar dilakukan dalam konteks dakwah namun disisi lain banyak yang menilai ceramah Rhoma ini mengandung unsur isu SARA.

Akibat ceramahnya itu, Rhoma akhirnya dipanggil oleh Panwaslu DKI Jakarta, Rhoma pun minta maaf pada ibundanya Jokowi, walaupun akhirnya ceramah Rhoma tetap menjadi bola salju yang terus semakin menggelinding dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu melalui isu SARA terhadap salah satu kandidat terkuat calon Gubernur DKI Jakarta Jokowi-Ahok. Pembuktian isu SARA ini efektif atau tidak kita lihat saja nanti pertarungan tanggal 20 September 2012. Mudah-mudahan masyarakat semakin cerdas untuk berpikir bahwa pengharaman pemimpin non-muslim sangat berbahaya karena membawa kita berkubang dalam isu SARA yang berpotensi memecah belah Indonesia Raya.

Selain sosok Rhoma Irama ada lagi sosok yang lain yaitu seorang Foke yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan saat ini beliau maju kembali untuk mempertahankan singgasanahnya yang sebentar lagi akan habis. kalau menang mungkin dia akan tetap duduk dikursi empuk Gubernur, tapi kalau seandainya dia kalah, disamping beliau akan gigit jari, ada kemungkinan dugaan sementara beberapa kasus yang pernah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan diproses lebih lanjut, laporan ini langsung disampaikan ke KPK oleh koleganya dulu yaitu mantan Wakil Gubernur Priyanto yang telah mengundurkan diri karena tidak tahan dengan sistim birokrasi yang ada.

Sebenarnya tidak ada hubungannya antara masih menjabat atau tidak menjabat akan bebas dari pemeriksaan KPK, banyak contoh pejabat-pejabat aktif justru telah banyak dijadikan tersangka oleh KPK. Tetapi kenapa Foke masih tetap ngotot dan berambisi ingin menduduki tahta Gubernur tersebut. tentu banyak alasan yang membuat Foke begitu bernafsu untuk mempertahankan kekuasaannya ?

Lihat saja sepak terjangnya memasuki putaran kedua pemilukada Jakarta, banyak tingkah laku Foke dalam setiap kegiatan selalu menimbulkan sikap kontra di masyarakat. Sikap berlebihan yang dilakukan seorang Foke diduga akibat panik melihat kenyataan pada putaran pertama dukungan masyarakat pemilih Jakarta cenderung lebih memilih pasangan Joko dan Basuki atau lebih di kenal dengan Jokowi-Ahok. Apalagi Fakta membuktikan bahwa dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ahok sekarang ini semakin menguat, Reputasi Joko dan Basuki yang mendapat simpatik dari masyarakat tentu membuat Foke bak kebakaran jenggot.

Perilaku panik itu tercermin ketika Foke mengunjungi korban kebakaran di jakarta pusat “Seperti diberitakan saat mengunjungi warga Karet Tensin, Foke mengucapkan kalimat; "Sekarang lo nyolok (nyoblos) siapa ? kalau nyolok (nyoblos) Jokowi mah bangun di Solo aja sono," kata Foke yang terekam dalam tayangan video berdurasi satu menit 22 detik. Pernyataan Fauzi Bowo itu adalah salah satu bentuk pemaksaan kepada orang lain apalagi pemaksaan tersebut terjadi pada situasi ketika orang sedang dilanda kesusahan, hal ini tentunya menunjukan sikap arogansi, kesombongan dan haus akan kekuasaan, sikap itu adalah wujud dari pemimpin yang putus asa, merasa takut tidak mendapatkan suara dari para pemilih. Pernyataan itu jelas sebagai salah satu bentuk pelanggaran dan bertentangan dengan butir-butir Pancasila dan UUD 1945.

Begitu juga ketika Foke pidato saat menghadiri acara Halal bihalal yang dilakukan oleh salah satu Partai pendukungnya, di dalam pidatonya itu antara lain Foke mengatakan bahwa betapa pentingnya persatuan di antara umat Islam Jakarta dalam Pemilukada DKI Jakarta kali ini. Karena dengan persatuan umat Islam tersebut, maka dia pasti menang dalam Pemilukada DKI Jakarta 2012-2017.

“Bila umat Islam benar-benar bersatu di Jakarta, maka kemenangan kita bisa tercapai !” seru Foke.

Jakarta adalah miniatur Republik Indonesia, masyarakat Jakarta terdiri dari Beragam suku dan agama, sehingga pernyataan Foke yang lebih mengedepankan kepentingan pribadinya dengan memanfaatkan Agama untuk menarik dukungan terhadapnya ? Jelas pernyataan ini bernuansa SARA karena dapat menyinggung perasaan umat beragama lainnya dan ini bertentangan dengan butir-butir Pancasila dan UUD 1945.

Begitulah dinamika pemilukada DKI Jakarta, semua sepak terjang selalu di politisir dan menghalalkan segala cara untuk merebut kekuasaan.

Pernyataan Rhoma Irama dalam dakwahnya, sepak terjang Foke dalam kegiatannya membuat media massa, mengupas habis pemberitaan ini, begitu juga sikap pro kontra selalu bermunculan di media online maupun jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Pokoknya tiada hari tanpa kemunculan berita dari sosok Rhoma dan Foke.

Sosok Tante Alexa

Karena sering muncul dalam pemberitaan, ternyata Sosok Rhoma dan Foke mendapat perhatian khusus dari Tante Alexa, Siapakah Tante Alexa yang telah tertarik dan memberi perhatian secara khusus pada kedua sosok ini ? Apakah Tante Alexa adalah seorang janda cantik dan kaya, ataukah Tante Alexa adalah salah satu donatur yang memberi dukungan secara materi pada salah satu kandidat Gubernur DKI Jakarta ? padahal Tante Alexa dari Amerika loh, kok bisa-bisanya ikut berpartisipasi dalam Pemilukada Jakarta.

Tante Alexa memang berasal dari amazon, setiap aktifis dunia maya terutama yang mempunyai blog pasti kenal dengan sosok Alexa, Beragam nama diberikan oleh para blogger terhadap sosok Alexa, ada yang menyebut Miss Alexa, Tante Alexa dan sebagainya. Kalau saya secara pribadi lebih senang menyebutnya sebagai seorang Tante atau Tante Alexa biar terkesan makyus.

Alexa adalah sebuah perusahan web dengan nama Alexa Internet yang mengoperasikan web untuk menyediakan informasi mengenai banyaknya pengunjung suatu situs dan urutannya. Alexa didirikan oleh Brewster Kahle dan Bruce Gilliat pada tahun 1996. Bisa dilihat di www.alexa.com.

Dalam web Alexa terdapat layanan, dimana user atau pemilik web bisa mengetahui berapa orang yang mengakses web yang mereka punyai, baik dalam durasi harian, bulanan atau tahunan. Semakin banyak orang yang berkunjung ke web, maka dipastikan web yang sering dikunjungi tersebut akan naik traffic-nya dan hal tersebut bisa mempengaruhi tingkatan prestasi (ranking) dari web tersebut. layanan Alexa tersebut diberi nama alexa rank.

Alexa rank adalah tolak ukur bagi para pemilik web diseluruh dunia, terutama yang berorientasi bisnis, semakin rendah rangking sebuah web maka semakin besar peluang untuk mendapatkan iklan di webnya. Karena para pemasang iklan, umumnya melihat dulu sampai sejauh mana web tersebut mempunyai ranking di dunia maya.

Biasanya web yang baru berdiri rankingnya bisa mencapai puluhan juta dari seluruh web yang ada didunia. Sekedar contoh rangking blog penulis sebelum menulis berita tentang Foke dan Rhoma, rangkingnya masih berada diurutan 5 juta tapi sekarang sudah mendekati angka 1.5 juta. Karena Semakin banyak orang yang berkunjung ke web kita, maka dipastikan web yang sering dikunjungi tersebut akan naik rankingnya di alexa.

Kenaikan ranking ini ternyata bukan hanya terjadi pada blog penulis saja, beberapa web Indonesia juga mendapat perhatian dari Tante Alexa. Karena dampak dari begitu banyaknya aktifis dunia maya yang tertarik dengan pemberitaan sosok Rhoma Irama dan Foke hingga membuat para aktifis ini berlomba-lomba mencari informasinya bahkan mempublikasikannya melalui sebuah tulisan atau catatan status misalkan melalui media online kompasiana atau melalui jejaring sosial facebok dan twitter.

Begitulah informasi yang bisa disampaikan terkait hubungan antara Foke, Rhoma dan Tante Alexa dalam konteks pemberitaan yang menarik perhatian pengunjung dunia maya untuk berpartispasi dalam pro dan kontra maupun hanya sekedar sebagai pemerhati pasif saja.

Berita Lainnya :
* Humor Hati Nurani
Saya Muslim Tapi Dituduh Kafir
Kota Depok Masuk Rangking Dunia
* Rhoma Irama Diduga Nyoblos Dua Kali
Loading Blog Ini Seperti Pesawat Tempur
Antara Zionis, Presiden PKS dan Miss Amerika