Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

3 Jam di Lokasi Ledakan Bom Beji Kota Depok

Kaget mendapat pesan dari teman melalui BBM, adanya Bom meledak di Wilayah Beji membuat saya sempat terkejut antara percaya dan tidak percaya, tepat jam sepuluh malam langsung saja saya meluncur ke TKP menuju kawasan perumahan Depok Utara tepatnya dijalan Nusantara Raya tempat lokasi ledakan Bom itu terjadi, memang jarak dari rumah saya tidak begitu jauh, hanya 10 menit menuju lokasi peledakan. 

Ketika sampai dilokasi ledakan suasana begitu ramai, antusias warga yang ingin melihat tempat ledakan bom mencapai ratusan orang. Walaupun Jalan raya menuju lokasi ledakan di tutup oleh petugas kepolisian, masyarakat tetap berbondong-bondong untuk menyaksikan lokasi peledakan BOM diwilayah beji. 

Akhirnya dengan susah payah saya sampai juga dilokasi peledakan, namun sayang karena terburu-buru saya tidak sempat membawa kamera, HP pun mendadak lowbat. sehingga moment seperti ini tidak bisa diambil gambarnya. 

Suasana dilokasi peledakan begitu ramai, tak lama kemudian petugas kepolisian melalu pengeras suara memberitahukan agar masyarakat segera menjauh dalam radius seratus meter, berdasarkan bisik-bisik dengan salah satu petugas dikhawatirkan masih ada sisa-sisa bom yang tersisa dan saat ini masih dalam tahap penyisiran oleh pihak Gegana Polri. 

Tepat lima belas meter dari lokasi ledakan ada toko buah-buahan yang ramai oleh petugas berpakaian preman, setelah melihat lokasi peledakan, saya sempat mampir dan berbincang-bincang dengan salah satu pelayan toko buah tersebut. 

Dengan berbisik-bisik saya bertanya pada pelayan toko buah, apakah mendengar adanya suara ledakan ? pelayan toko menjawab, suara ledakan sangat keras, gantungan-gantungan buah ditoko itu sempat bergoyang-goyang. 

Akibat ledakan tersebut diperkirakan 4 orang luka-luka, satu dalam kondisi kritis, rata-rata usia mereka berkisar 40 tahun, hanya satu yang berusia diatas 50 tahun. 

Ledakan diperkirakan terjadi pukul sembilan malam, Lokasi terjadinya ledakan adalah rumah yang dijadikan tempat Yayasan Yatim Piatu dan Klinik Pondok Bidara, keberadaaan Yayasan dan klinik tersebut baru berjalan selama dua bulan, aktifitas keseharian yayasan dan klinik tersebut memang sangat sepi, paling-paling hanya satu atau tiga orang yang sering datang dan itupun orangnya hanya itu-itu saja. 

Tepat pukul satu malam, saya pun akhirnya pulang, setelah berbincang-bincang cukup lama dengan pelayan toko buah yang memang berjarak hanya sekitar lima belas meter dari lokasi peledakan Saat tulisan ini dibuat, suasana di jalan Nusantara Raya kawasan Perumahan Depok Utara masih mencekam, petugas masih tetap berjaga-jaga. Karena masih banyak warga masyarakat yang ingin melihat lokasi peledakan walaupun hanya dari jarak radius 100 meter dari lokasi peledakan. 

Ledakan Bom di Wilayah Beji Kota Depok tentu menjadi satu catatan bahwa gerakan teroris di Indonesia memang masih ada, kita semua tentu berharap agar para teroris ini dapat segera dibekuk oleh Detasemen Anti Teror Densus 88. Karena tingkah laku teroris ini memang sudah sangat meresahkan masyarakat. Apa sih yang di inginkan oleh mereka ? kalau mau bentuk Negara berdasarkan keinginan keyakinan mereka, bentuk saja dihutan sana atau gak digunung, ucap beberapa warga disekitar lokasi peledakan, yang sangat kesal dengan tingkah laku para teroris ini.