Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kendaraan Hilang Pengelola Parkir Wajib Ganti

Pemerintah DKI Jakarta melalui Peraturan Gubernur Nomor 120 Tahun 2012 Tentang biaya parkir pada penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum maka berdasarkan ketentuan tersebut tarif parkir off-street di jakarta secara resmi naik menjadi 100 persen, kenaikan tarif Parkir ini secara resmi dimulai pada 19 September 2012.

Kenaikan tarif parkir sebesar 100 persen, lebih ditekankan pada pelayanan pengelola parkir terkait asuransi kendaraan, dengan demikian pengelola dapat memberikan jaminan pemeliharaan kendaraan selama di lokasi parkir. Kenaikan tarif parkir ini tak lepas dari banyaknya masyarakat yang melakukan gugatan kepada pengelola parkir akibat hilangnya kendaraan dilokasi parkir. Gayungpun bersambut ternyata gugatan ini selalu dimenangkan oleh masyarakat yang merasa dirugikan akibat kebijakan pengelola parkir yang tidak bertanggungjawab.

Sebagaimana di ketahui, selama ini masyarakat selalu pasrah dan menerima begitu saja ketentuan tertulis di struk karcis parkir yang berbunyi bahwa pengelola parkir tidak mau dirugikan karena adanya kerusakan dan kehilangan kendaraan. persyaratan yang dibuat sendiri tanpa mengabaikan rasa tanggung jawab tentunya dapat merugikan konsumen yang mempergunakan jasa parkir.

Sikap pengelola parkir yang mengabaikan rasa tanggung jawab itu sebenarnya bertentangan dengan pasal 4 dan pasal 18 undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. intinya bila pasal tersebut diabaikan oleh pengelola parkir maka dapat dituntut pidana dengan ancaman 5 tahun penjara atau denda 5 milyar rupiah.

Angin segar terhadap tuntutan ganti rugi apabila kendaraan atau barang kita hilang ketika sedang mempergunakan jasa parkir kini semakin terbuka lebar. Beberapa tuntutan ganti rugi yang telah dilakukan oleh pengguna jasa parkir telah membawa hasil yang sangat menggembirakan, hal ini terkait dengan tuntutan para pengguna jasa parkir yang telah dikabulkan oleh putusan Mahkamah Agung.

Contoh Kabar baik itu datang dari kasus Anny R Gultom yang pernah kehilangan mobil Toyota Kijang saat belanja di pusat perbelanjaan mangga dua mas, Jakarta pusat, Mobil Toyota kijang yang di sopiri anaknya, Hontas Tambunan, langsung diparkir di lokasi yang dikelola Secure Parking. Tetapi apa hendak dikata, begitu selesai shopping, ibu dan anak itu tak menemukan mobil mereka di tempat semula. Dicari ke berbagai lokasi, tak juga ketemu. Mereka pun meminta pertanggungjawaban Pengelola parkir yaitu PT Securindo Packatama Indonesia (SPI).

Tetapi sang pengelola parkir berdalih, kehilangan mobil menjadi tanggung jawab pemilik. Itu sesuai dengan klausul yang terdapat dalam setiap struk karcis parkir. Artinya, PT Securindo Packatama Indonesia (SPI) berlindung di balik klausul "kehilangan kendaraan menjadi tanggung jawab pemilik", merasa tidak terima dengan dalih pengelola parkir akhirnya Anny dan Hontas menggugat PT Securindo Packatama Indonesia (SPI) ke pengadilan.

Jalan panjang tuntutan mereka terhadap pengelola parkir akhirnya menuai hasil, lewat putusan Peninjauan Kembali (PK) tertanggal 21 April 2010, setiap penyedia layanan parkir wajib mengganti kendaraan yang hilang dengan sejumlah uang senilai kendaraan yang hilang. Putusan ini berdasarkan permohonan PK perkara 124/PK/PDT/2007 yang diajukan oleh PT Securindo Packatama Indonesia (SPI) yang mengelola Secure Parking. PT Securindo Packatama Indonesia (SPI) meminta PK atas putusan kasasi yang memenangkan konsumennya Anny R Gultom untuk dibebaskan dari kewajiban membayar ganti rugi. Dalam putusan tersebut Mahkamah Agung juga menguatkan putusan kasasi dan menolak PK PT Securindo Packatama Indonesia (SPI).

Selain kasus diatas, ternyata banyak kasus yang sama juga dimenangkan oleh para pengguna jasa parkir lainnya melalui putusan Peninjauan Kembali (PK) mahkamah agung Seperti pada hilangnya kendaraan Afifah Dewi, Sumito Y Viansyah dan Vovo Budiman. Putusan Mahkamah agung tersebut selalu membatalkan klausul tentang pengelola parkir tidak bertanggung jawab atas kehilangan/kerusakan barang. Maka berdasarkan beberapa putusan Mahkamah agung tersebut, kini pengelola parkir sudah tidak seenaknya lagi untuk tidak mau bertanggung jawab bilamana kendaran atau barang milik pengguna jasa parkir hilang.

Namun sebelum kita ingin melakukan tuntutan ganti rugi saat kendaraan dan barang kita hilang ketika parkir, lalu bagaimana caranya agar kendaraan dan barang kita yang hilang tersebut diganti ?

Pertama, parkirlah kendaraan Anda di tempat parkir resmi. Usahakan untuk menghindari parkir di pinggir jalan yang tidak diketahui jelas siapa pengelolanya. Bila kita parkir ditempat resmi, kendaraan dan barang hilang bisa digugat, namun kalau tidak resmi tentunya kita tidak bisa menggugat karena tidak ada kontrak perjanjian dalam bentuk struk parkir.

Kedua, pastikan kita menerima karcis parkir. Karena karcis tersebut merupakan surat kontrak resmi antara kita dan pihak pengelola parkir, Meskipun karcis itu kecil, tetapi itu adalah standar kontrak klausul baku.

Ketiga, jangan sampai karcis parkir kita hilang. Jika hal ini terjadi dan kebetulan saat itu juga kendaraan kita hilang maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Menuntut pengelola parkir juga tidak bisa, karena kita tidak punya bukti kuat untuk melakukan gugatan. Sekali lagi di ingatkan jangan sekali-kali karcis parkir kita hilang, karena karcis itu menjadi bukti surat kehilangan. Bahwa benar kita menitipkan kendaraan di sana, ada kontraknya. sebab jika ada yang menggugat ke Mahkamah Agung maka karcis itu yang diberikan sebagai bukti.

Semoga informasi ini berguna untuk kita semua, dengan harapan kedepannya masyarakat sudah tidak dirugikan lagi akibat tidak bertanggungjawabnya pengelola parkir.

Berita Lainnya :
Melanggar Rambu Lalu Lintas Tidak Dihukum
Ketua Umum Partai Demokrat Bebas Pidana