Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Foke Tersandung Narkoba

Genderang perang putaran kedua pemilukada Jakarta sebentar lagi akan dimulai, siapakah yang layak memimpin Jakarta akan ditentukan pada tanggal 20 september 2012. Akankah Foke yang didukung oleh Koalisi Partai-Partai besar akan mampu menoreh prestasi layaknya pemilukada tahun 2007, perjuangan memang masih berat mengingat saat putaran pertama prestasi Foke untuk mendapatkan dukungan suara dari masyarakat pemilih Jakarta tidak seindah yang dibayangkannya.

Lihat saja putaran pertama ternyata dukungan masyarakat pemilih Jakarta cenderung lebih memilih pasangan Joko dan Basuki atau lebih dikenal dengan Jokowi-Ahok. Apalagi Fakta membuktikan bahwa dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ahok sekarang ini semakin menguat, Reputasi Joko dan Basuki yang mendapat simpatik dari masyarakat tentu membuat Foke dan partai pendukungnya bak kebakaran jenggot, hingga membuat mereka menjadi panik bahkan terkesan Narsis.

Meminjam bahasa kejiwaan istilah panik ternyata lebih banyak menimbulkan efek negatif bagi siapapun yang mengalaminya tak terkecuali bagi seorang Foke. Akibat panik karena terbebani kekalahan diputaran pertama akhirnya membuat Foke menjadi salah tingkah, hal ini dapat terlihat ketika Foke mengunjungi korban kebakaran di karet tengsin, “Sekarang lo nyolok siapa ? Kalo nyolok Jokowi mah bangun (rumah) di solo aja sono“ kata Foke kepada para korban kebakaran yang sekarang terpaksa mengungsi tersebut.

Pernyataan “lo nyolok siapa ? adalah wujud kepanikan dari seorang Foke, pernyataan ini jelas sangat tidak etis dan terkesan tidak mempunyai etika berpolitik yang baik dan santun, pernyataan yang tidak sepantasnya keluar dari mulut seorang Gubernur DKI Jakarta, terlebih lagi pernyataan itu ditujukan kepada warga yang baru saja mendapat musibah kebakaran, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Kepanikan berlebihan yang telah dilakukan Foke ternyata berawal dari Narkoba atau singkatan dari “Narsis Akibat Reputasi Joko dan Basuki“ Foke tidak menduga sama sekali kalau Joko dan Basuki ternyata mampu membuat gebrakan dan mengunggulinya diputaran pertama, Akibat tidak terima dengan kekalahan ini, perilaku Narsis akhirnya dilakukan oleh Foke, Narsis Akibat Reputasi Joko dan Basuki atau “NARKOBA”. Kepanikan berlebihan yang telah dilakukan oleh Foke adalah bagian dari tanda-tanda perilaku seorang narsis

Sedangkan tanda-tanda dari perilaku Narsis adalah kecenderungan untuk memandang dirinya dengan cara yang berlebihan, senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian, selain itu juga tumbuh perasaan paling mampu dan paling unik.

Alih-alih merasa paling mampu dan ingin mendapat pujian ternyata berbalik seratus delapan puluh derajat. cacian dan makian justru diarahkan pada Foke terkait dengan pernyataannya yang tidak etis pada masyarakat korban kebakaran di karet tengsin,

Foke memang benar-benar unik deh, semua akibat dari Foke tersandung “NARKOBA” he he he

Berita Lainnya :
Menteri Pertanian Mengusir Anak Tirinya
Skandal Besar Narkoba Dilingkaran Kekuasaan
Partai Penguasa Sedang Panik Stress dan Depresi