Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Awas Bahaya Laten Tempe Bongkrek

Maraknya pemberitaan media massa terkait naiknya harga kedelai dipasaran dunia tentu akan berdampak pada produksi tempe didalam negeri. Kenaikan harga kedelai ini banyak dikeluhkan oleh para produsen tempe, mengingat sumber bahan baku utama tempe adalah kedelai, sehingga kenaikan harga kedelai ini bila tidak segera diatasi tentu akan membuat banyak pengusaha tempe gulung tikar. Sejumlah pengusaha tempe diberbagai daerah bahkan sudah memutuskan hubungan kerja (PHK) sebagian karyawannya.

Perlu langkah bijak yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini, agar tidak terjadi hal-hal negatif dikemudian hari. Karena prinsip tak ada rotan akar pun jadi tentunya harus diwaspadai oleh semua pihak. Diduga tentunya banyak cara akan dilakukan oleh para produsen tempe nakal dengan mengganti bahan baku utama tempe dengan bahan baku selain kedelai.

Masih ingatkah anda dengan fenomena bahaya tempe bongkrek yang dilarang beredar oleh pemerintah karena mengandung zat beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Tempe bongkrek adalah tempe yang dibuat dari bungkil kelapa atau kelapa parut. Tempe bongkrek mengandung asam bongkrek yang dapat berubah jadi racun kalau masuk kedalam tubuh manusia. Tempe bongkrek yang beracun ini ditumbuhi sejenis cendawa yang disebut rhyzopus oryzne. Orang yang termakan racun ini bisa mabuk bahkan banyak yang tewas. Kematian 34 orang warga Kecamatan Lumbir, Banyumas, Propinsi Jawa Tengah, akibat keracunan tempe bongkrek tahun 1988 menjadi cerita kelam yang terus terkenang. Sejak peristiwa itu, banyak papan larangan memproduksi, mengonsumsi, dan menjual tempe bongkrek terpasang di berbagai pasar.

Atas alasan pengendalian keamanan, pembuatan tempe bongkrek sekarang dilarang di Indonesia, meskipun di beberapa tempat di Jawa orang masih membuatnya secara sembunyi-sembunyi. Kasus kematian karena asam bongkrek ini setiap tahun masih terus dilaporkan.

Mungkinkah tempe bongkrek akan beredar kembali dipasaran, mungkinkah ada dugaan nantinya para produsen tempe bahan baku kedelai akan beralih menjadi bahan baku ampas kelapa karena mahalnya harga kedelai, kemungkinan ini bisa saja terjadi bila pemerintah tidak segera mengambil langkah bijak untuk mengatasi mahalnya harga kedelai dipasaran, sehingga bahaya laten tempe bongkrek tidak terulang kembali yang dikuatirkan akan menimbulkan banyak korban jiwa akibat keracunan tempe bongkrek.

Semoga tempe dan tempe serta tempe tetap menjadi makanan rakyat yang paling popular di Indonesia. Karena tempe itu murah, enak dan sehat ! Murah (itu dulu) karena emang bahan dasarnya murah, Enak karena rasanya mirip-mirip daging gurih, dan yang utama adalah sehat. Gimana nggak sehat, makanan kaya protein yang telah mengalami proses penjamuran ini mengandung banyak zat-zat yang dibutuhkan tubuh, baik berasal dari dalam bahan dasarnya yaitu kedelai juga dari proses peragiannya.

Berikut beberapa ramuan obat herba keracunan tempe bongkrek :

Kopi murni 1 sdm diseduh dengan air panas 1/2 gelas, suam-suam kuku diminum 1 x sehari 1/2 gelas.

Rumput jarum seutuhnya 6 btang, dicuci dan dipotong-potong lalu direbus dengan air bersih 2 gelas sampai airnya tinggal 1/2 – nya. Sesudah dingin, disaring lalu diminum 1 x sehari 1/2 gelas.

Arang kayu jati 1/2 jari, dicuci lalu ditumbuk halus dan diseduh dengan air panas 1 gelas dan madu 1 sdm. Suam-suam kuku diminum 1 x sehari 1/2 gelas.

Kayu timur 1/3 jari, akar putat 1/2 jari, biji besoli 2 biji, daun sambiloto 30 lembar, daun kumis kucing 40 lembar, gula enau 2 jari, direbus dengan air bersih 3 gelas ampai tinggal 1/2 – nya. Sesudah dingin, disaring lalu diminum 1 – 2 x sehari 1/2 gelas. 


Salam dari masyarakat penggemar tempe kedelai
Berita lainnya :
Bahaya Permen Cinta di Hari Valentine
* Sembilan Produk Mie Dilarang Beredar Dibulan Ramadhan
* Akibat Kenaikan BBM Hubungan Suami Istri Hambar
Waspada Beli Rumah 80 Juta Dari kemenpera
Kedelai Naik Berdampak Pada Proses Pembuatan Tahu
Dibalik Kehidupan Pelacur dan Mantan Presiden PKS