Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Proyek Robot CCTV 24 Milyar di Kota Depok

Pembahasan anggaran proyek spektakuler pengadaan Robot CCTV senilai 24 Milyar tahun anggaran 2013 sedang dibahas bersama oleh tim anggaran eksekutif dan tim anggaran legislatif.

Proyek yang memakan biaya sangat besar ini bertujuan untuk meredam aksi kejahatan terutama aksi kejahatan pencopetan dan penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda Kota Depok.

Beberapa tempat yang diduga sering digunakan sebagai tempat aksi kejahatan adalah,terminal bis margonda dan beberapa stasiun kereta api di Kota Depok atau pada tempat-tempat yang sering ramai dikunjungi oleh masyarakat.

Rencananya proyek robot CCTV ini akan dipasang di beberapa titik rawan tersebut,Robot CCTV diharapkan mampu untuk merekam dan langsung mengirimkan hasil rekamannya ke instansi terkait yaitu polisi setempat. sehingga dengan adanya robot CCTV ini diharapkan tingkat kriminalitas di Kota Depok dapat berkurang.

Seperti biasa,sebelum anggaran pengadaan robot CCTV ini disahkan oleh DPRD,maka perlu dilakukan studi kelayakan untuk dapat diketahui fungsi dan manfaatnya agar anggaran yang disediakan tidak menjadi sia-sia karenanya.

Maka berangkatlah perwakilan dari tim anggaran eksekutif dan legislatif Kota Depok untuk melakukan studi kelayakan ke Negara jepang sebagai tempat pembuatan robot CCTV tersebut.

Tim anggaran eksekutif dan legislatif akhirnya dapat melihat praktek secara langsung yang dilakukan oleh robot CCTV buatan pabrikan jepang. Robot CCTV pertama kali di uji cobakan pada beberapa pusat keramaian di kota metropolitan tokyo. Pada saat diujicobakan di salah satu sudut kota tokyo,Jepang,robot tersebut mampu merekam dan menangkap enam puluh(60) aksi pencopetan dalam waktu 2 jam. Begitu juga Ketika robot tersebut diujicobakan di pusat perdagangan ramai didaerah tokyo,ternyata dalam waktu 30 menit telah merekam kejadian pencopetan sebanyak 28 kasus.

Melihat praktek nyata terhadap kemampuan robot CCTV yang terbukti mampu mendeteksi aksi kejahatan melalui rekaman video,maka tim anggaran eksekutif dan legislatif begitu antusias untuk bisa segera mempraktekkan uji coba ini di kota Depok sehingga nantinya anggaran pengadaan robot CCTV ini bisa segera disahkan oleh DPRD. Akhirnya tim anggaran Kota Depok mengundang ahli perobotan jepang untuk melakukan praktek uji coba ulang secara langsung di Kota Depok.

Beberapa hari kemudian tim ahli perobotan dari pabrikan jepang berkunjung ke Kota Depok untuk memenuhi undangan terkait dengan rencana melakukan praktek uji coba pemasangan robot CCTV dibeberapa titik keramaian di Kota Depok. rencananya Robot CCTV pertama dipasang di terminal margonda,begitu juga robot CCTV kedua dipasang di stasiun depok baru.

Namun ternyata hasil praktek uji coba pemasangan robot CCTV ini diluar dugaan semua pihak,antara percaya dan tidak percaya ternyata bukan hasil rekaman yang didapat,namun tunggu punya tunggu justru robot CCTVnya yang hilang diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab. parah banget nich,maksud hati untuk merekam aksi kejahatan,eh justru robotnya yang diambil oleh pelaku aksi kejahatan

Akibat kejadian yang memalukan tersebut akhirnya rencana untuk mengadakan pemasangan robot CCTV dibatalkan karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Anggaran 24 milyar akhirnya dialihkan pada kegiatan pembangunan gedung sekolah yang memang masih banyak dibutuhkan di Kota Depok ini he he he sorry bos cuma bercanda

Berita Lainnya: