Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Wanita Bercadar itu Ternyata Maling

Masih ingatkah anda dengan Ida Royani, artis tempo dulu yang selalu duet dengan aktor legendaris Benyamin Sueb. sosok artis Ida royani adalah salah satu pelopor dan perancang busana muslim di Indonesia. Ida panggilan akrabnya mengisahkan bagaimana perjalanan awalnya di era tahun 80 an ketika memperkenalkan busana muslim, ida tak sekedar hanya mengenakan baju muslim untuk dirinya sendiri tapi juga menjual rancangannya ke berbagai mal. Didukung oleh faktor publik figur sebagai artis ternyata penampilan ida royani berbusana muslim berpengaruh sangat positif bagi perkembangan busana muslim di tanah air. Walaupun awalnya banyak yang mencibir dan mengatakan busana yang dipakai oleh ida royani terkesan kampungan.

Namun kesan kampungan saat ini sudah tidak ada lagi, adapun perspektif muslimah dengan busana jadul (jaman dulu) dan konvensional mulai terkikis oleh ragam busana muslim dengan modifikasinya. Busana muslim sudah menjadi fenomena dan budaya mode yang mendunia. Melihat fakta ini memang tidak bisa dipungkiri bahwa peran Ida Royani sebagai pionir busana muslim di Indonesia sangat besar, Ida Royani membuat busana muslim dengan ilmu agama dan tetap indah. Busana muslim, apa pun modelnya, memang tetap harus memenuhi kaidah agama, tidak memperlihatkan lekuk tubuh, tidak tipis atau menerawang, tidak menyerupai laki-laki, serta yang paling penting menutup aurat, kecuali muka dan telapak tangan.

Model busana muslim saat ini banyak disukai oleh wanita-wanita muslim Indonesia, selain bertujuan menjalankan perintah berbusana sesuai kaidah agama, berbusana muslim juga dapat memberikan manfaat yang lebih baik untuk dapat menjaga kepribadian wanita agar terhindar dari perlakuan tidak sopan.

Bagi wanita yang mengerti tentang tujuan berbusana muslim dalam rangka menjalankan perintah agama tentu tujuan ini sangat mulia, namun banyak juga wanita yang memanfaatkan busana muslim untuk tujuan tertentu seperti memakai kerudung atau jilbab bahkan ada yang memakai cadar supaya dianggap religius, wanita baik-baik. Intinya wanita seperti ini hanya ingin menutupi kedoknya saja atau memanfaatkan busana muslim agar tidak diketahui identitas dan wujud asli wajahnya karena malu telah melakukan perbuatan tercela.

Salah satu wanita tersebut adalah Neneng Sri Wahyuni istri dari Bang Napi Nazarudin yang memanfaatkan kerudung busana muslim untuk menutupi identitas dan wajah aslinya. Neneng adalah buronan KPK yang akhirnya tertangkap setelah buron selama kurang lebih setahun lamanya. Lihat saja penampilan keseharian neneng sebelum dia terlibat kasus korupsi, neneng tidak pernah mempergunakan busana muslim dalam kegiatan sehari-harinya. Pantesan saja KPK sempat terkecoh dengan penampilan barunya, padahal buronan ini sudah ditunggu-tunggu kedatangannya dan akan ditangkap segera ketika tiba di bandara soekarno hatta.

Kita bisa lihat ketika neneng digiring menuju kantor KPK, penampilannya nyaris sempurna tertutup, hanya matanya saja yang terlihat, neneng menutupi dirinya dengan busana muslim dan bercadar. Buat apa sih neneng mesti menutupi diri dengan memakai cadar, apakah dengan bercadar akan bisa menutupi kedoknya sebagai wanita buronan, kalau akhirnya terbukti wanita buronan dan bercadar itu ternyata adalah maling.

Maaf istilah maling adalah bahasa yang sering ditujukan bagi perilaku manusia yang telah melakukan perbuatan mencuri, hanya karena situasi dan kondisi tertentu kata maling ini berubah menjadi korupsi. Padahal antara maling dan korupsi sami mawon alias sama saja. Neneng ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi di proyek pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pekerjaan Supervisi Pembangkit Listrik (PSPL) di Ditjen P2MKT Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun anggaran 2008. Kita lihat saja nanti apakah neneng masih tetap bercadar ketika dihadirkan sebagai terdakwa di pengadilan.

Entah kebetulan atau tidak, Neneng dan sejumlah perempuan yang berurusan dengan hukum tiba-tiba tampil berkerudung ataupun jilbab dan pakaian tertutup. Karena muncul tertutup secara mendadak, penampilan ini seolah menjadi kamuflase demi bisa menyembunyikan diri dari sorot mata publik yang menatap tajam ke arah mereka.

Berikut ini beberapa kaum Hawa yang mendadak serba tertutup saat tampil di hadapan publik setelah tersangkut kasus hukum, baik karena perbuatan maling maupun perbuatan lainnya :

Afriyani
Afriyani yang menabrak 9 pejalan kaki di Tugu Tani, Jakarta Pusat, hingga tewas tampil tertutup di persidangan. Kerudung saat ini seolah tak pernah lepas dari kepala perempuan itu. Afriyani mengemudikan Daihatsu Xenia pada Minggu 22 Januari 2012 silam. Ia menabrak 12 pejalan kaki dan 9 orang di antaranya tewas. Hasil tes urine menunjukkan Afriyani memakai narkoba. Atas kelalaiannya tersebut, Afriyani dikenakan dakwaan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara dan pasal 311 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Saat ini sidang atas Afriyani masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Malinda Dee
Terdakwa kasus penggelapan dana nasabah Citibank ini mendadak mengenakan kerudung setelah ditangkap karena dugaan penggelapan dana nasabah Citibank. Hanya rambut poni lebat saja yang tak tertutup kerudung. Sebelumnya sosialita yang ditengarai merugikan nasabah Rp 16 miliar ini tak sungkan memamerkan rambut panjang dan mengenakan pakaian yang agak terbuka.

Nunun Nurbaetie
Dulu, dalam beberapa kesempatan Nunun memang tampil berkerudung dengan sembulan sebagian rambut depannya. Namun saat ditangkap dan dibawa pulang ke Indonesia oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nunun yang terlibat kasus cek pelawat pemilihan DGS BI, mengenakan kerudung dan masker.

Dharnawati
Setelah ditangkap KPK karena dugaan suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Kuasa Direksi PT Alam Jaya Papua, Dharnawati tampil beda. Dia kini mengenakan jubah panjang, jilbab hitam dan bercadar.

Yulianis dan Oktarina Fury
Salah satu saksi dalam kasus suap Wisma Atlet SEA Games, Yulianis, juga berjilbab dan bercadar. Dia tampil konsisten saat menjadi saksi kasus suap Wisma Atlet SEA Games dengan terdakwa Mindo Rosa Manulang, M El Idris dan Wafid Muharam. Menurut Rosa, Yulianis sebelumnya tak berjilbab dan bercadar. Kuasa hukum Rosa bahkan pernah meminta Yulianis yang saat itu menjadi saksi bersama OktarinaFury -yang juga berjilbab dan bercadar- untuk melepas cadarnya. Hal itu dilakukan karena Rosa ragu-ragu bahwa saksi tersebut benar-benar Fury dan Yulianis. KPK menyebut penampilan tertutup itu bagian dari upaya perlindungan saksi.

Imas Dianasari
Hakim ad hoc Pengadilan Hubungan Industri (PHI) Bandung, Imas Dianasari, juga mengubah penampilan setelah menjadi tersangka dugaan uang suap Rp 200 juta dari Manajer PT Onamba, Odi Juanda. Dia selalu tampil dengan jilbab di kepalanya, padahal sebelumnya Imas selalu memimpin persidangan tanpa jilbab.

Selain mereka, artis Luna Maya dan Cut Tari pun tampil beda saat menjalani pemeriksaan di kepolisian terkait video asusila yang melibatkan penyanyi Ariel. Pakaian seksi yang biasa akrab di tubuh mereka mendadak berganti dengan pakaian tertutup dan kerudung di kepala.

Bagi beberapa orang, kerudung maupun jilbab kini tak lagi simbol religiusitas. Alih-alih untuk menjalankan syariah Islam, kerudung kini digunakan untuk menyembunyikan wajah dari sorot mata publik.