Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Politisi Golkar Dapil Depok-Bekasi Korupsi Pengadaan AL-QUR'AN

KPK akhirnya menetapkan Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan AL-QUR'AN, hebatnya modus korupsi ini dilakukan oleh Zulkarnaen jabar bersama putranya Dendi Saputra Prasetya Zulkarnaen Putra (DP), Direktur Utama PT.KSAI. 

Zulkarnaen Djabar adalah Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Depok-Bekasi dari Partai Golkar sedangkan anaknya Dendy adalah Sekretaris Jendral (Sekjen) di organisasi kepemudaan sayap Partai Golkar, Gema MKGR. 

Modus Korupsi yang dilakukan Zulkarnaen Djabar dalam melancarkan aksi korupsinya, adalah : Zulkarnaen Djabar mengarahkan kepada oknum di Ditjen Bimas Islam untuk memenangkan perusahaan Dendy, PT A3I untuk pengadaan AL-QUR'AN tahun 2011. Zulkarnaen Djabar juga memerintahkan oknum Ditjen pendidikan Islam untuk memenangkan PT BKN dalam proyek laboratorium komputer sistem komunikasi MTS,” dan terakhir adalah pengadaan AL-QUR'AN juga di Ditjen Bimas Islam tahun 2012 

Kedua Perusahaan pemenang tersebut ada dibawah PT.KSAI, yang dipimpin oleh Dendi yang notabene adalah putra dari Zulkarnaen Djabar. Modus praktik korupsi seperti ini memang sudah banyak terjadi, apalagi di era Orde Baru malah lebih terang-terangan lagi, hanya saja pemberantasan Korupsi saat itu tidaklah seperti sekarang ini. Padahal sebelumnya Zulkarnaen Djabar sebelum menjadi tersangka, Zulkarnaen sempat diwawancarai media, berikut petikan wawancaranya : 

“Enggak tahu saya, Ya saya kira kalau ada penyimpangan, saya mendukung (KPK).” ujar Zulkarnaen Djabar, di Gedung DPR 

Pernyataan ini seperti pernyataan orang yang tidak berdosa, mungkin juga Zulkarnaen berpikir dia akan lepas dari segala tuduhan. Tapi siapa yang nyana, pada akhirnya dia dan anak kandungnya menjadi Tersangka Korupsi Pengadaan AL-QUR'AN dan Komputer di Kementerian Agama. 

Parahnya hasil korupsi itu sebanyak 18 dus AL-QUR'AN ternyata pernah dibagi-bagikan pada konstituennya di daerah pemilihannya yaitu Depok dan Bekasi

Berita Lainnya :