Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Soeharto Pernah Ditampar Atasannya

Urusan tampar menampar ternyata bukan hanya terjadi pada kasus sidak Wakil Menteri Hukum dan Ham Denny Indrayana yang di isu kan telah menampar salah satu sipir penjara di Lapas Pekan Baru, Riau. Insiden penamparan di Lapas Pekanbaru terungkap setelah politikus Partai Golongan Karya, Agun Gunanjar, mengaku dilapori petugas Lapas setempat. Menurut Agun, sang petugas mengaku ditampar Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dan ditendang ajudan bekas Sekretaris Satuan Tugas Anti Mafia Hukum itu. Sang petugas ditampar karena terlalu lama membuka pintu, meski sudah ada instruksi dari pihak Kementerian dan Badan Narkotika Nasional.

Dalam keterangan persnya, Denny tak membantah insiden penamparan petugas. Namun aksi itu tak dilakukan oleh dirinya, melainkan oleh salah satu petugas Kementerian. Lambatnya petugas membuka pintu penjara bisa mengacaukan tujuan inspeksi mendadak dan menghilangkan barang bukti. Akibat Kasus penamparan ini sempat membuat heboh masyarakat sehingga menimbulkan pro dan kontra.

Ternyata kasus tampar menampar yang lebih heboh lagi justru pernah terjadi pada mantan orang nomor satu di Republik Indonesia ini yaitu Soeharto ? Mengapa Soeharto ditampar, tentunya banyak orang yang tidak akan percaya ? karena siapa sich yang tidak kenal Soeharto, pemimpin rezim Orde Baru yang pernah sangat berkuasa di Republik Indonesia selama 32 tahun lamanya.

Berita pernah ditamparnya Soeharto ternyata bukan sekedar rumor saja, malah berita tampar menampar ini telah jadi gosip yang legendaris, dalam berbagai tulisan di Dunia Maya, masuk saja di pencarian Google dan tulis kata Soeharto Kawilarang maka akan muncul beragam versi cerita tentang kejadian ditamparnya Soeharto oleh Kawilarang.

Menurut informasi dari Situs Permesta, kisah penamparan ini terjadi pada tahun 1950, sebagai Panglima Wirabuana, Kawilarang baru saja melapor kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan di Makassar sudah aman. Namun Soekarno malah menyodorkan sebuah radiogram yang baru saja diterimanya yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda sudah menduduki Makassar. Namun ternyata Brigade Mataram, pasukan yang seharusnya mempertahankan Kota Makassar, telah melarikan diri ke lapangan udara Mandai.

Kawilarang marah besar dan segera kembali ke Makassar. Setibanya di lapangan udara ia langsung memarahi Komandan Brigade Mataram, Letkol Soeharto, “Sirkus apa-apaan nih ?” kata Kawilarang sambil menempeleng Soeharto.

Tindakannya menempeleng Soeharto tampaknya tidak pernah dimaafkan oleh Presiden kedua RI itu, sehingga sampai Kawilarang meninggal, ia tidak pernah berbicara dengan bekas atasannya itu. Baru setelah Soeharto turun dari jabatannya, akhirnya A.E.Kawilarang memperoleh penghargaan atas jasa-jasanya. Penghargaan kepada A.E. Kawilarang secara resmi baru diberikan pada 1999 yang lalu, sewaktu Habibie berkuasa.

Jasa Kawilarang terhadap RI adalah terbentuknya Kopassus. (Komando Pasukan Khusus) yang dirintisnya melalui pembentukan komando pasukan khusus TNI dengan nama Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat.

Alex Evert Kawilarang perwira yang pernah menempeleng wajah Soeharto adalah salah seorang perwira Angkatan 45 yang tergolong bersih dan tidak pernah mendukung rejim Soeharto, Kawilarang adalah seorang tentara asli yang jujur dan tidak main politik. Sesepuh Kopassus ini meninggal dunia dalam usia 80 tahun di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta pada selasa 6 Juni 2000 akibat komplikasi beberapa penyakit dan dimakamkan dua hari kemudian di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Alex_Evert_Kawilarang
http://permesta.8m.net
Berita Lainnya :
Kematian Soeharto dan Tragedi Tampomas II
Mantan Presiden PKS Diduga Terlibat PKI
Orde Baru Berdiri Di atas Tumpukan Tengkorak
Saya Tetap Tidak Suka Dengan Soeharto
Tes DNA Makam Menteri Orba Akan Dibongkar
Bangkitlah Menuju Indonesia Yang Berdaulat