Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Menikah Dengan Pelacur Atau Koruptor

Pernah update status di facebook dengan kalimat “Pelacur juga manusia dia punya hak untuk dicintai dan dinikahi“, Diluar dugaan update statusku ini mendapat banyak komentar, silang pendapatpun bermunculan namun prosentase yang tidak sepaham atau tidak setuju lebih banyak daripada yang sepaham dan setuju ?

Ibarat sebuah kuis, fenomena ini sangat menarik ? Mengapa begitu banyak pendapat yang tidak sepaham dan tidak setuju, ada apa dengan pelacur, begitu hina kah mereka ? banyak pendapat mengatakan bahwa pelacur adalah wanita tidak baik-baik jadi tidak pantas untuk dinikahi, pendapat lain mengatakan pelacur tidak memenuhi syarat bibit, bebet dan bobot. Namun pendapat yang sepaham dan setuju lebih banyak mengatakan bahwa pelacur juga adalah manusia, mereka punya hak untuk dicintai dan mencintai.

Silang pendapat ini lah yang melatar belakangi saya mencoba membuat ulasan dengan judul “Menikah Dengan Pelacur Atau Koruptor” Sedikit menyimpang dalam konteks pelacur, mengapa mesti ada tambahan Koruptor ? Biasanya seorang Koruptor punya status baik sebelum jadi Koruptor, ini pandangan dan kesimpulan sementara dari komentar-komentar yang tidak sepaham di facebook, karena komentar yang saya lihat cenderung bahwa faktor status lebih dominan sebagai prasyarat mutlak untuk dapat dicintai dan dinikahi.

Pelacur memang di identikan dengan wanita kurang baik, itu versi mereka bukan versi saya. “menurut saya Pelacur itu belum tentu hina, belum tentu berpenyakitan, belum tentu jahat dan kejam, belum tentu bodoh. Mereka juga manusia, mereka juga punya Agama dan punya Tuhan. yang harus dan perlu di bangkitkan adalah kepedulian kita untuk membantu mereka agar sadar dan bisa berubah”, Karena pada dasarnya mereka juga ingin berubah, keadaan lah yang membuat mereka harus menjadi Pelacur, Faktor ekonomi lebih dominan.

Biasanya setelah terkumpul cukup banyak uang, mereka sadar dan berubah untuk menapak menuju kehidupan yang lebih baik, salah kah mereka melakukan itu, Mereka butuh makan, biaya sekolah anak-anaknya, biaya rumah dan biaya-biaya yang lain, siapa yang akan tanggung jawab bila mereka tidak melakukan itu.

Mengapa kita tidak pernah mengerti seseorang itu seperti apa tetapi kita bahkan sudah menghakimi seseorang dari penilaian sebuah status. Padahal belum tentu yang mereka anggap berstatus baik ternyata malah tidak baik, ya contohnya Koruptor itu ? Siapa yang tidak kenal Koruptor, semua orang pasti kenal Koruptor, kenal latar belakang dari koruptor, ada yang dari Menteri, Kepala Daerah, Anggota Legislatif, Eksekutif, Yudikatif dan lain sebagainya.

Apakah mereka bukan orang-orang terhormat ? Punya gaji, punya status, punya fasiltas dan punya kesempatan untuk mencari yang lebih dan lebih ? lalu apa yang mereka lakukan, status sudah mereka dapat kalau faktanya justru mereka lebih banyak menumpuk kekayaan dengan jalan pintas, tanpa peduli bahwa yang mereka lakukan berdampak pada merosotnya sendi-sendi perekonomian rakyat dan dapat mengganggu pembangunan serta merusak kualitas hidup masyarakat, Koruptor juga dapat merusak aturan hukum, merusak demokrasi, merusak pasar dan dapat melanggar Hak Asasi Manusia.

Dampak lain akibat keserakahannya, banyak rakyat menjadi miskin dan karena kemiskinannya, banyak rakyat yang akhirnya menjadi pelacur ? Apakah masih pantas mereka disebut orang terhormat ?

Akhirnya terjawab sudah, ternyata lebih baik menikah dengan seorang pelacur untuk bisa kita bimbing, kita arahkan menuju kehidupan yang lebih baik dan terhormat daripada menikah dengan seorang Koruptor yang tadinya terhormat tapi justru kita akan terperosok kedalam lubang kenistaan yang lebih hina daripada seorang pelacur.

Teringat sebuah kisah seorang pelacur yang masuk surga karena menolong seekor anjing yang sedang kesulitan namun kebalikannya justru banyak kita lihat seorang Koruptor mati dengan penderitaan yang luar biasa. ALLAH saja Maha Pengampun dan Penyayang, masa kita sebagai hambanya tidak punya jiwa pemaaf dan penyayang kepada sesama manusia. Kita tidak punya hak untuk memvonis orang tersebut salah atau tidak, karena hanya ALLAH yang lebih mengetahui isi hati hambanya.

Karena sifat murah hatinya kepada binatang seorang wanita yang selama hidupnya melacurkan diri akhirnya masuk syurga. Semoga cerita ini bisa menjadi bahan renungan kita semua agar jangan pernah berprasangka buruk, putus asa, serta marilah kita semua mengharap kasih sayang dan ampunan dari ALLAH SWT