Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Kampanye Satu Hari Tanpa Nasi di Kota Depok

Kampanye one day no rice atau satu hari tanpa nasi bertujuan untuk mengurangi Konsumsi masyarakat terhadap beras dengan di ganti makanan pokok atau pangan lainnya seperti sayuran, buah-buahan, protein hewani maupun nabati. Kampanye mengurangi makan nasi ini bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mensukseskan diversifikasi pangan nasional, hal ini agar ketergantungan pangan pada nasi/beras tidakterlalu tinggi sehingga stabilitas pangan bisa tetap terjaga. Sebagai bahan perbandingan ketika era tahun 1950-60-an ketergantungan pangan masyarakat Indonesia pada nasi atau beras masih sebesar 53%, namun kini ketergantungan itu semakin tinggi hingga 92-95%. 

Berdasarkan data yang ada, tingkat konsumsi beras/nasi per kapita orang Indonesia per tahun mencapai 139 kg, sementara rata-rata konsumsi beras dunia per kapita per tahun hanya 60 kg. apalagi bila mengacu dengan Jepang, konsumsi beras masyarakatnya per kapita per tahun rata-rata hanya 60 kg, Malaysia 80 kg, dan Thailand 90 kg. sehingga kita termasuk bangsa yang paling besar mengkonsumsi nasi. Ia mencontohkan keberhasilan Jepang dapat mengurangi konsumsi nasi per kapita masyarakatnya karena di topang oleh gerakan program banyak makan sayur. jika Indonesia bisa meniru langkah ini, maka keamanan pangan nasional akan lebih terjamin. 

Untuk mensukseskan program pemerintah tersebut, Kota Depok telah mengeluarkan sebuah aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 010/26-UM yang di keluarkan Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Depok tentang One Day No Rice atau satu hari tanpa nasi dan larangan ini sementara berlaku bagi para pengelola kantin di instansi pemerintah.

Rekor Muri One Day No Rice di Kota Depok 

Langkah yang sudah di lakukan oleh Kota Depok sudah barang tentu akan berdampak sangat positif, mengingat Kota Depok yang hanya sedikit mempunyai lahan persawahan dan tentu produksi beras di wilayah ini sangat minim, sehingga dengan adanya kebijakan ini akan meminimalisir kebutuhan konsumsi beras serta untuk melindungi ketahanan pangan masyarakat Depok. Sebagai gambaran jika harga beras naik, maka harga bahan pangan juga akan ikut naik dan perlu di ketahui bahwa kenaikan harga beras adalah penyebab nomor satu terjadinya inflasi berdasarkan catatan dari Biro Pusat Statistik. 

Program Pemerintah Kota Depok dengan Kampanye One Day No Rice merupakan program yang patut kita apresiasi, namanya kebijakan tentu ada yang pro dan kontra, aturan ini sipatnya baru sementara memang tidak memaksa dan sanksi pun belum ada karena masih bersipat internal, yang paling penting sebenarnya dari kebijakan ini adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat terlebih dahulu tentang arti dari tujuan gerakan kampanye satu hari tanpa nasi, lambat laun bila masyarakat sudah melihat dampak yang positif dari program ini maka akan di lakukan secara serentak di Kota Depok, karena bagi sebagian besar penduduk Indonesia, nasi sudah menjadi makanan pokok yang selalu di santap setiap harinya. 

Nasi di butuhkan sebagai bahan karbohidrat yang membantu tubuh mendapatkan energi. Selain nasi, sebenarnya ada makanan lain yang juga mengandung karbohidrat yang juga menjadi makanan pokok sebagian penduduk Indonesia lainnya. Anda bisa mencoba alternatif Karbohidrat ini sebagai pengganti nasi. misalkan jagung, kentang, ubi atau singkong. Sebagai catatan Indonesia sekarang ini menjadi negara pengimpor beras terbesar, setidaknya bila program ini berjalan secara nasional kita bisa sedikit menghemat Devisa Negara, semoga info ini berguna.