Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Jenderal Wiranto Dituduh Melakukan Kudeta

Terdorong ingin menyampaikan fakta kebenaran dibalik isu adanya kudeta terhadap presiden SBY, maka kembali tulisan ini saya sampaikan kembali pada publik, dimana tulisan ini juga sempat masuk nominasi Highlight di Media online Kompasiana / 6 Maret 2012, berikut ini informasinya :

Geli rasanya mendengar adanya isu penggulingan Presiden SBY, dasarnya dari mana mereka berani memprediksi akan adanya penggulingan Presiden SBY, kalau mereka tahu sumbernya atau tahu rencananya kenapa tidak di tangkap saja dengan tuduhan makar.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menyatakan ada gerakan-gerakan yang akan menggulingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Gerakan itu dikatakan Djoko memanfaatkan keputusan pemerintahan menaikkan harga bahan bakar minyak sebagai isu. Djoko menyatakan informasi itu di dapatkan pemerintah berdasarkan laporan dari pihak intelijen. Namun Djoko sendiri enggan untuk menjelaskan informasi intelijen tersebut lebih detail.

Lazimnya sebuah kudeta tidak mungkin di lakukan oleh masyarakat sipil tanpa dukungan militer. Kalau ada pergerakan militer mengarah kepada kudeta tentu akan melibatkan petinggi-petinggi militer aktif. Secara logika penguasa sekarang ini kan menguasai semua sektor kekuatan militer, kalau ada gerakan mengarah kepada kudeta kenapa mesti teriak-teriak seperti orang yang panik dan ketakutan. Tangkap saja orang yang berani melakukan tindakan inkontitusional…..begitu aja kok repot.

Masyarakat kini sudah antipati terhadap isu-isu murahan dan kampungan itu, dugaan sementara isu ini sengaja di ciptakan untuk mengalihkan isu tentang beberapa kasus korupsi yang telah menimpa elit-elit di lingkaran kekuasaan. Tidak tanggung-tanggung tudingan kudeta ini di sampaikan oleh Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan yang menuduh Jenderal Purnawirawan Wiranto sebagai orang yang menyusun rencana kudeta.

Mendapat tuduhan seperti itu Wiranto mengatakan bahwa pernyataan Ramadhan Pohan terlalu tendensius dan tak sesuai dengan realitas. Wiranto juga menyatakan penggulingan pemerintahan di tengah jalan adalah inkonstitusional. Kalau hal itu saya lakukan, untuk apa saya membuat partai dan ikut pemilu ? Padahal Ia mengaku memiliki kesempatan besar bila ingin merebut tampuk kepemimpinan pada 1998, tapi ia tak melakukannya lantaran tak sesuai dengan konstitusi. serta tidak membawa kemaslahatan kepada umat, kata wiranto.

Politik Paranoid Partai Demokrat

Pernyataan adanya isu yang tidak jelas ini membuktikan bahwa Partai Demokrat sedang memainkan Politik Paranoid terkait isu penggulingan Presiden SBY, Politik Paranoid itu sengaja di embuskan karena Partai Demokrat merasa khawatir dengan rencana Pemerintah menaikkan harga BBM. Permainan Politik Paranoid ini sebagai salah satu upaya mengerdilkan gerakan protes terhadap pemerintah jika harga BBM benar-benar di naikkan, sehingga akan menjadi stigmanisasi terhadap gerakan protes agar dinilai berbahaya oleh masyarakat, pola seperti ini mirip dengan cara-cara Orde Baru, apalagi rencana kenaikan BBM merupakan isu kontroversial yang sangat mungkin mengganggu stabilitas pemerintahan. Namun di duga juga bisa saja mereka mengembuskan isu pelengseran Presiden SBY agar meraih simpati dan dukungan masyarakat.

Maaf……Rakyat sekarang sudah mulai cerdas dan Rakyat juga sudah mulai muak melihat tingkah pola para pemimpinnya, yang di nilai lebih banyak bicara daripada kerja untuk kepentingan masyarakat. Jadi keinginan untuk mendapatkan simpati dari masyarakat dengan melempas isu seperti itu justru membuat rakyat semakin tidak percaya kepada pemimpinnya

Berita Lainnya :
PKS Juara Tiga Partai Terkorup dan Hanura Terbersih
Tarian Harum Bunga Untuk Sang Jenderal
Orde Baru Berdiri Di Atas Tumpukan Tengkorak
Skenario Jahat Kembali Ke Masa Lalu