Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Hati-Hati Dengan Bantuan Tunai Langsung

Keinginan untuk menggulirkan lagi Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi rakyat miskin terkait kompensasi kenaikan BBM, tentunya Program Penyuapan Nasional ini harus di waspadai karena berpotensi hanya untuk kepentingan politik pencitraan dan sebagai bentuk menarik simpati masyarakat agar tak marah kepada Pemerintah. Melalui program ini terlihat seakan-akan Pemerintah telah berbuat baik kepada masyarakat. Terindikasi Program BLT ini juga sangat kental aroma politisnya, terutama menyelamatkan proses pencitraan menjelang "Pemilu 2014" apalagi subsidi langsung ini juga berpotensi terjadinya Praktek Money Politik dengan beban melalui APBN.

Di samping itu program ini hanya bersipat sementara dan hanya membodohi rakyat karena tidak memberikan solusi pada akar permasalahan kemiskinan sebenarnya. Ini membuktikan bahwa pemerintah tidak punya lagi pemikiran dan ide-ide substansial sebagai solusi pengentasan kemiskinan, inflasi dan krisis di segala bidang kehidupan. Program BLT itu justru akan membuat masyarakat menjadi malas padahal sebenarnya yang di butuhkan masyarakat adalah kemudahan berusaha dan penyediaan lapangan kerja baru sehingga Program BLT ini ternyata lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

Pemerintah Ibarat Pemadam Kebakaran 

Lebih jauh tujuan dari kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM karena alasan hemat anggaran dan kemudian memberikan subsidi baru dan langsung bagi rakyat yang terkena dampaknya. “Dari subsidi ke subsidi, sama-sama bebani APBN, jelas berdampak inflasi yang memberatkan rakyat,” tampak jelas dalam hal ini, pemerintah hanya berfungsi sebagai pemadam kebakaran, tidak sampai tuntas memberikan solusi kepada rakyat. Program BLT ini juga membuktikan bahwa Pemerintah tidak cerdas dalam mengelola Negara.

Rakyat sekarang sudah paham dan tidak akan terpengaruh lagi dengan program BLT yang membodohkan ini. Sehingga tujuan BLT yang katanya untuk Kesejahteraan rakyat ternyata malah makin jauh panggang dari api dan akibatnya akan sia-sia saja. apalagi bagi masyarakat sekarang ini sudah ada stigma baru bahwa “BANTUAN TUNAI LANGSUNG” adalah wujud dari “BANTUAN LANGGENGKAN TAHTA” menjelang pemilihan umum 2014.

Berita Lainnya :
Bangkitlah Menuju Indonesia Yang Berdaulat
Skenario Jahat Kembali Ke Masa Lalu
Lanjutkan Utang Kita Menjadi 1950 Trliun
Presiden SBY Kalah Telak Enam Kosong
* Indonesia Butuh Pemimpin Berwatak Mandiri