IKLAN LAYANAN PADEPOKAN TUMARITIS

IKLAN LAYANAN PADEPOKAN TUMARITIS

Foto-Foto Pembantaian Tanpa Perikemanusiaan

Bulan September adalah bulan penuh duka yang menyelimuti perjalanan sejarah Republik Indonesia, Peristiwa sejarah dibulan September dimulai ketika terjadi konflik kekerasan yang terjadi di Jawa Timur bulan September-Desember 1948 antara pemberontak komunis PKI dan TNI. Peristiwa ini diawali dengan diproklamasikannya Negara Republik Soviet Indonesia pada tanggal 18 September 1948 di Kota Madiun oleh Muso, seorang tokoh Partai Komunis Indonesia dengan didukung pula oleh Menteri Pertahanan saat itu, Amir Sjarifoeddin.

Pada saat itu hingga era Orde Lama peristiwa ini dinamakan Peristiwa Madiun, dan tidak pernah disebut sebagai pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Baru di era Orde Baru peristiwa ini mulai dinamakan Pemberontakan PKI Madiun

Seakan mengulang tragedi yang sama dibulan September, Kembali tragedi paling kelam dalam sejarah Republik Indonesia sebuah pesta pembantaian massal yang dilakukan terhadap mereka yang di anggap komunis pasca Gestapu 1965 dan peristiwa ini akan tetap selalu menjadi ingatan yang sangat memilukan sejarah dan catatan perjalanan bangsa.

Peristiwa ini pun awalnya tidak ada penyebutan kata PKI, namun oleh rezim Orde Baru peristiwa ini dinamakan dengan Gerakan tiga puluh September Partai Komunis Indonesia padahal kenyataannya ketika gerakan itu dicetuskan tidak ada PKI-nya. Orang dipaksa untuk mengatakan itu PKI, Hanya setelah Soeharto menang barulah di sebutkan otaknya PKI. Ditambahlah istilah itu menjadi G30S/PKI, kata PKI itu dicantumkan berdasar atas penemuan-penemuan dari mereka yang menang. Saat itulah baru dikatakan gerakan ini harus dberitahu kepada masyarakat bahwa yang melakukan adalah PKI. Jadi perlu ditambahkan kata PKI di belakang G30S. Penambahan kata PKI dilakukan oleh Orde Baru di bawah pimpinan Suharto-Nasution ketika itu.

Kedua peristiwa dibulan September itu sudah lama berlalu, ratusan ribu rakyat tak berdosa telah menjadi korban, pantaskah kekejaman seperti ini terjadi di negeri yang konon katanya beradab, Masih pantaskah kita menjadi negeri dengan dasar Pancasila ? meminjam istilah mantan Presiden Republik Indonesia Bapak Gus Dur, Jangan bangga anda telah membunuh orang-orang Komunis.

Berikut ini adalah foto-foto persiapan untuk menuju ladang pembantaian, yang saya dapat dari berbagai sumber di jaringan dunia maya, baik Peristiwa Madiun maupun Gestapu 1965 :
Foto Pembantaian PKI Tanpa Perikemanusiaan
MAAF FOTO-FOTO YANG LAIN TIDAK BISA DITAMPILKAN 

KARENA SANGAT TIDAK MANUSIAWI DAN BIADAB

Berita menyegarkan datang dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM),Setelah lebih dari empat dekade, kasus pembunuhan massal 1965-1966 yang sebagian besar menimpa anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia akhirnya dibuka kembali, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan peristiwa brutal yang diduga menewaskan lebih dari 500 Jiwa Itu Merupakan Pelanggaran Berat HAM

Setelah melakukan penyelidikan selama empat tahun, bukti dan hasil pemeriksaan saksi menemukan terjadinya sembilan kejahatan yang masuk kategori kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Ketua Tim Penyelidikan Pelanggaran Kemanusiaan 1965-1966, Nur Kholis, di kantor Komnas HAM.

Kesembilan pelanggaran HAM itu adalah pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa, perampasan kemerdekaan atau kebebasan fisik lainnya secara sewenang-wenang, penyiksaan, pemerkosaan dan kejahatan seksual lainnya, penganiayaan, dan penghilangan orang secara paksa. Sesuai dengan Undang Undang No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, seluruh pelanggaran itu adalah kejahatan hak asasi manusia berat.

Semoga informasi ini berguna buat kita semua, semoga tabir gelap peristiwa ini dapat segera ditemukan jawabannya, siapakah dalang sesungguhnya Peristiwa pembantaian massal tahun 1965-1966. Termenung sejenak, terungkap sebuah kata, pembunuhan massal sesama manusia apapun bentuknya, adalah satu perbuatan yang sangat biadab, jelas mereka tidak layak mati bagai hewan, siapapun mereka, siapa dan apapun penggeraknya.

Berita Lainnya
Kisah Dara Cantik Selebriti Kiri Indonesia
Mantan Presiden PKS Diduga Terlibat PKI
Bangkitlah Menuju Indonesia Yang Berdaulat
Kematian Soeharto dan Tragedi Tampomas II
Tes DNA Makam Menteri Orba Akan Dibongkar
Orde Baru Berdiri Di atas Tumpukan Tengkorak dan Tulang Belulang
 
Terima Kasih Atas Kunjungannya
Maskolis

Agus Sutondo
Blogger