Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Andi Mallarangeng Pintar atau Bodoh

Sebuah jeruk adalah sebuah jeruk adalah sebuah jeruk, kecuali bila ia sudah menjadi Sunkist, sebuah nama yang di kenal dan di percaya oleh konsumen jeruk. Namun untuk menjadi Sunkist tentu membutuhkan proses agar jeruk bisa tampil dalam kemasan yang lebih cantik tanpa menghilangkan identitas dan fakta aslinya sebagai jeruk. Begitu juga orang pintar, adalah orang pintar, bila dia memproses kepintarannya tidak sesuai dengan identitas dan fakta yang sebenarnya maka sudah pasti kepintarannya tersebut akan terlihat menjadi bodoh, karena kepintarannya tidak di proses layaknya jeruk menjadi Sunkist. 

Seorang Andi Mallarangeng mantan pengamat dan juru bicara presiden tentunya punya modal kuat dengan latar belakang pendidikan yang tinggi, pengalaman dan sebagainya, hingga mengantar beliau sampai puncak karir di tunjuk sebagai salah satu anggota Kabinet Indonesia bersatu. dulu sosok Andi Mallarangeng begitu banyak di sukai kaum ibu-ibu seantero nusantara ini, suka dengan kepintarannya dan lebih khusus lagi suka dengan ciri khas kumis di wajah gantengnya.

Kemana kah sosok yang dulu itu, mengapa seorang Andi bisa berubah, apakah karena dia sekarang sudah masuk di lingkaran kekuasaan. Saya sendiri sempat bertanda tanya, mengapa seorang Andi Mallarangeng dengan kepintaran dan jabatan yang tinggi namun dia di duga tidak bisa menjalankan tugas atau di duga tidak mampu mengendalikan diri terhadap anak buahnya yang tidak menghargai posisi Andi sebagai atasannya.

Hal ini terlihat ketika Andi Mallarangeng memberikan kesaksian dalam sidang pengadilan tipikor kasus suap wisma atlet. Andi mengatakan tentang penetapan pemenang yang tidak di ketahui bahkan katanya tidak pernah melihat serta tidak di laporkan oleh sekretaris menpora yang notabene adalah bawahannya seputar surat penetapan pemenang lelang Wisma atlet itu. pengakuan kesaksian yang di katakan oleh seorang menteri selaku pengguna anggaran memang patut di pertanyakan ?

Padahal berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010, pasal 8 ayat 1 huruf a dan f angka 1, menjelaskan bahwa Pengguna Anggaran memiliki tugas dan kewenangan untuk menetapkan Rencana Umum Pengadaan dan menetapkan pemenang pada pelelangan atau penyedia pada penunjukan langsung untuk paket pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/jasa lainya dengan nilai di atas Rp 100.000.000.000,- (seratus miliar rupiah).

Kalau benar memang seorang Andi Mallarangeng sebagai Menteri atau pengguna anggaran tidak mengetahui atau tidak di laporkan tentang sebuah kegiatan pekerjaan Barang dan Jasa Pemerintah dengan nilai yang sebenarnya dia punya kapasitas yang harus di ketahui pelaksanaannya, berarti menteri tersebut tidak punya rasa tanggung jawab terhadap tugas dan fungsi yang harus di lakukannya. Rasa tanggung jawab ini yang harus di pertanyakan, apalagi ternyata kegiatan tersebut telah menimbulkan masalah dan merugikan keuangan Negara.

Mengapa sosok pintar ini berubah menjadi seorang pelupa, tidak mengerti dan tidak mengetahui, maaf Andi, kesaksian anda di sidang pengadilan tipikor di saksikan jutaan masyarakat Indonesia. mereka bukan masyarakat yang bodoh lagi, mereka sekarang sudah menjadi masyarakat yang kian kritis, mereka adalah masyarakat yang sudah punya pengalaman bagaimana rasanya kalau kita di bohongin. Sebagaimana anda juga dulu sering kritis mengamati tingkah pola penguasa Orde baru. Apakah demikian adanya bila orang sudah berada di dalam lingkaran kekuasaan dan ketika terjadi persoalan hukum yang melibatkan orang-orang di lingkaran kekuasaan, apakah harus sengaja menggunakan kepintarannya untuk berpura-pura tidak tahu alias pura-pura bodoh, hingga terlihat kebodohannya.

Masyarakat memang tidak bisa memaksakan kehendak agar anda dapat memberikan keterangan yang sejujur-jujurnya. Masyarakat hanya melihat berdasarkan fakta-fakta yang ada. hingga ada pemikiran sementara bahwa Andi Mallarangeng kan hanya sebagai saksi, tentu Andi Mallarangeng juga tidak ingin tersangkut kasus ini atau menyeret pihak lain, jadi wajar-wajar saja kalau Andi Mallarangeng bersikap seperti itu dalam kesaksiannya. Tapi ingat bahwa segala apapun yang telah kita perbuat dalam hidup ini, baik atau jahat, benar, salah atau keliru, atau kekeliruan dan kesalahan yang di pertahankan tentunya semua nanti harus di pertanggungjawabkan di Pengadilan “TUHAN”.

Berita Lainnya : 
Mantan Hulubalang Istana Merampok Hambalang
Andi Mallarangeng Pamit Dengan Keluarganya
Menteri Satu Ini Memang Pembohong Besar
Dana Olahraga Untuk Prestasi Atau Korupsi
Menghitung Hari Untuk Andi Mallarangeng
Andi Mallarangeng Ternyata Pengecut
Kado Ulang Tahun Andi Mallarangeng
Ramalan Untuk Andi Mallarangeng
Predator Itu Bernama Kemenpora