Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Waspada Beli Rumah 70 Juta Dari Kemenpera

Kementerian Perumahan Rakyat telah membuat terobosan baru dengan mengadakan program rumah murah seharga 70 Juta Rupiah untuk rakyat kecil. Rumah tipe 36 dengan luas tanah 60 meter ini memang sangat sederhana dan diperuntukan bagi kalangan menengah kebawah, mengingat kebutuhan rumah sederhana ini memang banyak diminati oleh masyarakat menengah kebawah disamping harganya murah terjangkau, pembayaran cicilan kreditnya hanya Rp.575.000 perbulan sehingga sangat mudah  bagi masyarakat untuk memilikinya.

Rumah tipe 36 ini memang sangat sederhana, hanya ada dua kamar tidur, satu kamar mandi dan satu dapur. ini sangat cocok bagi keluarga yang sudah memiliki 2 atau 3 anak, sehingga dua kamar yang ada bisa ditempati masing-masing baik kamar untuk orang tua maupun untuk anak-anaknya.

Tapi bagi keluarga yang baru mempunyai satu anak dan tidak mempunyai inang pengasuh bagi anaknya tentu akan kesulitan buat orangtua yang ingin konsentrasi melakukan hubungan intim, apalagi bila anaknya masih kecil, tentu orangtua tidak akan tega untuk memisahkannya. praktis orangtua dan anak akan tidur bareng dalam satu kamar.

Berikut ini kisah keluarga muda yang baru saja memiliki rumah tipe 36 versi rumah dari Kemenpera, kebetulan keluarga muda ini baru memiliki satu orang anak laki-laki berusia 7 tahun, sebut saja anak laki-laki itu bernama agus. Awalnya keluarga muda ini sangat senang bisa memiliki rumah, namun ternyata ada kendala ketika mereka ingin melakukan hubungan intim. Mereka mesti kucing-kucingan dulu dengan si agus anak semata wayangnya itu karena keluarga muda ini tidak mempunyai inang pengasuh untuk menemani agus tidur di kamar satunya lagi.

Mereka mesti menunggu agus tidur dulu, untuk memastikan apakah si agus sudah tidur apa belum mereka selalu mengetest dengan cara memanggil agus, kalau agus menyahut berarti belum tidur, kalau agus diam berarti sudah tidur, berarti mereka aman untuk beraksi.

Suatu malam seperti biasa ketika mereka lagi pengen-pengennya untuk beraksi, terlihat oleh mereka si agus sudah terlelap. Maka sang ayah mencoba ngetes memanggil.

ayah : ” agus ?!!! “
agus : ” Ya, ayah ?

Wah, ternyata agus belum tidur. Mereka terpaksa menunggu, Setengah jam kemudian, gantian si Ibu mencoba ngetes lagi.

Ibu : Agus ? !!!
Agus : Yaa, buuu ? 

Gila, nih anak belum tidur juga ! gerutu si ayah dalam hati saking jengkelnya, terpaksa mereka menunggu lagi. Setengah jam di test lagi, ternyata agus masih belum tidur juga. Berkali-kali begitu seterus. Akhirnya ayah dan ibu kehabisan kesabaran, agus betul-betul di bangunin dan di marahin habis-habisan. agus menangis dan bingung soalnya dia kan nggak tahu masalahnya apa.

Paginya di sekolah agus mengadu kepada ibu gurunya bahwa semalam dia habis dimarahin oleh orang tuanya, Ibu guru bertanya kejadiannya, Agus kemudian menceritakan semuanya,

Ibu guru rupanya menangkap permasalahan sebenarnya apa, maka kemudian dia menasehati Agus, kalau sudah malam diatas jam 09.00, Agus harus tidur dan kalau Ayah dan ibunya memanggil, Agus tidak usah menyahut, pura-pura saja nggak mendengar, begitu ibu gurunya menasehati Agus.

Malamnya Agus mengikuti nasehat ibu guru, beberapa kali Agus di panggil oleh orangtuanya tapi Agus nggak menyahut, padahal Agus sebenarnya mendengar karena memang belum tidur. Tapi karena takut dimarahin lagi, maka Agus diam saja. melihat keadaan seperti ini, Ayah dan ibu kelihatannya sudah yakin kalau Agus sudah tidur.

Mereka juga sepakat untuk memulai permainan lalu mereka mematikan lampu, Agus sebenarnya ketakutan karena gelap, tapi dia juga takut dimarahin maka dia diam saja.

Permainan pun dimulai dan dari menit ke menit permainan semakin berjalan seru. Heboh dan Menggairahkan. Sampai Agus juga keheranan karena tempat tidur terus bergoyang semakin keras dan cepat, tapi Agus tetap diam saja. Sampai akhirnya mereka sudah mau mencapai puncak permainan.

Ayah : Aduuuh buu……aku mau keluar !!!” kata si Ayah sambil gemeteran
Ibu : Paaak, aaaaku juga mau keluaaarrrrr, kata si Ibu nggak mau kalah
Agus :  Agus ikuuuuuut !!!, Agus langsung teriak ketakutan.

Penulis yakin bahwa kejadian cerita diatas mungkin juga pernah terjadi pada kita semua hanya dalam versi yang berbeda-beda, karena itu bila kita ingin membeli rumah seharga 70 Juta dari Kemenpera baiknya harus hati-hati terutama bila baru punya satu anak setidaknya harus dipersiapkan inang pengasuh buat anaknya sebelum menempati rumah tipe 36 tersebut, agar kejadian seperti orangtua si agus ini tidak terjadi pada kita semua he he he

Sekedar informasi mungkin berguna bagi kita semua, bahwa untuk bisa memiliki rumah seharga 70 juta ini, Masyarakat harus memanfaatkan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (LFPP) atau KPR Subsidi yang di laksanakan oleh Kementerian Perumahan Rakyat bersama sejumlah Bank BUMN Pelaksana.

Dan Persyaratan nasabah yang ingin mengajukan FLPP adalah sebagai berikut :

1. Uang Muka 10%
2. Saldo tabungan 50 ribu
3. Angsuran pertama 575.104 Rupiah
4. Administrasi 250 Ribu Rupiah
5. Appraisal Rp.0
6. Provisi 350 Ribu Rupiah
7. Asuransi Kebakaran Rp.0
8. Asuransi jiwa Rp.0
9. Syarat Gaji nasabah yang berhak ikut program ini harus bergaji 3.5 Juta/bulan

Berita Lainnya :