Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Wasiat Anas Sebelum Meninggal Dunia

Segala sesuatu memang harus di persiapkan apalagi kalau bicara tentang kematian. Perkataan Anas Urbaningrum tentang siap digantung di monas tentu mempunyai resiko negatif dan positif, perkataan anas seperti itu mungkin sudah diperhitungkan sebelumnya. Persoalan anas bersalah atau tidak bersalah tentu akan memakan waktu yang cukup lama untuk membuktikannya.

Mengantisipasi sesuatu yang tidak diduga tentu harus di persiapkan sedini mungkin oleh Anas, bicara manis mungkin saja Anas bisa bebas dari tuduhan, namun bicara pahit siapa sangka bila nanti Anas terbukti bersalah, sudah barang tentu Anas harus konsisten dengan ucapannya yaitu siap-siap membuktikan perkataannya agar digantung di taman Monas.

Sikap konsisten ini lah yang akan di pertaruhkan oleh Anas Urbaningrum, karena sebelum hal itu menjadi kenyataan, Anas mengumpulkan semua keluarganya karena ingin memberi wasiat kepada istri dan anaknya, berikut ini wasiat Anas pada keluarganya dirumah :

Anas : sebelum bapak meninggal dunia, bapak ingin ngasih kalian wasiat, wahai istri dan Anak-anakku.
Istri dan anak : Wasiat apa pak ?
Anas : Untuk istri dan anakku, bapak akan wasiatkan rumah dan tanah, tapi istri dan anakku tolong ingat wasiat bapak yang satu ini kata anas memelas.
Istri dan anak : ingat apa pak ?
Anas : Tolong tanah yang di sebelah rumah jangan dijual.
Istri dan anak : Loh memangnya kenapa pak ?
Anas : lah iya lah jangan di jual……itukan tanah orang bukan tanah kita he he he

Berita Lainnya: