Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Tommy Soeharto Ingin Jadi Presiden Indonesia

Dari sejumlah partai yang di verifikasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi manusia hanya Partai Nasional Demokrat saja satu-satunya partai yang lolos verifikasi. Namun di luar dugaan ternyata Partai Nasional Republik atau kesohor dengan sebutan Nasrep, partai baru yang tak jauh-jauh dari keluarga cendana sudah mengusung calon presidennya yaitu Tommy Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Awalnya Partai Nasrep sudah mendaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi manusia, tapi sebelum proses verifikasi dilakukan, Partai Nasrep meilih mundur, ada dugaan mereka mundur karena tidak mau kehilangan muka, sebab akan sangat sulit menembus proses verifikasi yang begitu ketat, Nasib Nasrep pun sempat menghilang kemudian senyap.

Namun tiba-tiba Partai Nasrep bikin kejutan, ternyata mereka sudah memiliki Badan Hukum, padahal hasil verifikasi oleh Kemenkum HAM hanya Partai Nasdem saja yang lolos, Ada apa ini ? darimana Partai Nasrep bisa mendapatkan status badan hukum. Ternyata “Partai Nasrep bergabung dengan Partai Nurani Umat karena Partai Nurani Umat telah lolos dalam verifikasi parpol yang terdahulu  dan telah berbadan hukum sejak tahun 2008, dan selanjutnya Partai Nurani Umat mengubah nama menjadi Partai Nasional Republik,”

Sepertinya telah terjadi jual beli Partai, mengapa Kemenkumham meloloskan Nasrep yang membonceng Partai Nurani Umat, seharusnya kalau mengakusisasi setidaknya nama Partainya nggak boleh diganti dong, namanya harus tetap Partai Nurani Umat Bukan berubah menjadi Nasrep. akuisisi yang di lakukan oleh Nasrep dengan mengubah nama partai berbadan hukum yang di akuisisi, seharusnya tidak boleh di lakukan. ini namanya jual beli partai, modus membonceng yang di lakukan Nasrep ini menunjukkan betapa pragmatisnya kepentingan partai yang mengusung Tommy Soeharto sebagai calon Presiden. Siasat Partai Nasrep yang mengakuisisi partai lain yang telah berbadan hukum demi bisa mengikuti pemilu, merupakan kasus yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Republik Indonesia.

Perjalanan memang masih panjang, walaupun Nasrep sudah berbadan hukum partai, mereka belum bisa bernafas lega seperti partai lain yang sudah mapan. Nasrep, masih harus menjalani verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk dinyatakan bisa mengikuti pemilu 2014. Katakan Nasrep Lolos dan jadi peserta Pemilu, Pertanyaan selanjutnya pantaskah seorang Tommy yang di usung oleh Partai Nasrep menjadi seorang Presiden.

Ketentuan undang-undang tentang persyaratan menjadi presiden, akan sangat sulit buat Tommy untuk tampil sebagai calon Presiden, karena salah satu syarat menjadi presiden adalah tidak pernah di jatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana lima tahun atau lebih. Persyaratan inilah nanti yang akan mengganjal Tommy untuk maju sebagai calon Presiden, karena status Tommy yang pernah di hukum karena dianggap sebagai dalang pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita, yang akhirnya mengantarnya jadi pesakitan di nusakambangan.

Apakah ini hanya siasat saja dari orang-orang di sekitar Tommy, apakah mereka menyembunyikan calon presiden sebenarnya, apapun siasatnya, Tommy tetap tidak layak untuk menjadi pemimpin negeri ini, kami tidak ingin di pimpin oleh seorang Presiden “Mantan Dalang Pembunuh”

Berita Lainnya :