Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Surat Cinta Untuk Siti Nurjanah

Dear Siti Nurjanah, 

Mudah-mudahan Kamu tidak terkejut mendapatkan surat ini.

Siti, Aku yakin Kamu sudah tahu denganku karena aku memang terkenal di sekolah kita ini. Hampir semua anak kelas III, kelas II dan kelas I seperti Kamu tahu tentang aku kan……hmm, bukannya sombong yah, tapi itulah kenyataannya.

Ooh yah Siti. Aku sudah lama memiliki rasa suka kepadamu. Aku ingat suatu kali saat MOS aku masuk ke kelas Id, aku tertegun melihat ada dua orang cewek yang duduk di bangku paling belakang. Biasanya yang duduk di bangku paling belakang adalah anak cowok. Itu pun anak cowok yang bandel. Karena nggak biasa, aku pandangi wajah dua cewek itu. Hmm….ada degup dalam dadaku ketika aku memandang wajah cewek yang duduk di sebelah kiri. Esok harinya saat kalian sedang istirahat aku tanyakan pada salah satu anak kelas Id tentang namamu. Ternyata namamu sangat indah, Siti Nurjanah.

Siti. Ya, Siti Nurjanah. Nama anak betawi Asli. Itu yang melintas di dalam pikiranku dan ternyata, benarlah bahwa Kamu memang keturunan Betawi Asli. tempat dimana jawara-jawara perkasa tinggal, seperti pitung dan jampang.

Siti Nurjanah, tak apalah Kamu keturunan Betawi dan aku keturunan Banten, kalau di Betawi banyak jawaranya maka di Banten pun juga banyak jawaranya he he he.

Siti,.....sepertinya perasaanku tak dapat dibohongi bahwa aku menyukaimu. Aku selalu memperhatikan aktivitasmu di sekolah. Aku ikuti ke mana langkahmu. Tentunya dengan jarak yang tidak mengganggumu.

Tapi Siti, aku lelah. Aku lelah untuk selalu mengikutimu dengan jarak. Aku ingin berjalan di sampingmu. Aku ingin duduk di kantin bersamamu. Aku ingin menemanimu di perpustakaan, nonton pameran, nonton film, pergi ke pantai, dan lain-lain.

kuharap Kamu mau menerimaku. Aku tahu aku anak kelas III, Kamu anak kelas I. tidak ada yang menghalangi ? Menurutku justru lebih bagus kalau anak kelas III pacaran sama anak kelas I 

Baiklah Siti. Aku tunggu jawabanmu. Tolong jangan lama-lama ya.



Teriring salam 

Tubagus Asmara Budi

Berita lainnya :