Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Slogan Kodok Meloncat Buat Jokowi dan Ahok

Genderang perang pemilihan kepala Daerah calon Gubernur DKI Jakarta sudah dimulai, masing-masing Partai Politik sudah mengajukan nama-nama calonnya termasuk ada juga calon dari jalur independent.

Dari semua calon yang ada, terlihat pasangan Jokowi dan Ahok merupakan pasangan yang paling banyak menarik perhatian publik. Sosok Joko ternyata memang mampu menjadi magnet untuk bisa menarik simpati masyarakat dan diprediksi bakalan menjadi batu sandungan buat Bang Foke. Apalagi Jokowi disandingkan dengan sosok Ahok yang merupakan mantan Bupati Belitung Timur yang mempunyai kepiawaian luar biasa dalam mengelola pemerintahan.

Duet Jokowi dan Ahok merupakan pilihan yang unik, dimana masing-masing mewakili komunitas Jawa dan Tionghoa yang mana komunitas ini jumlah penduduknya cukup banyak tinggal di Jakarta.

Berdasarkan pengamatan penulis sosok duet Jokowi dan Ahok ini merupakan sosok yang sangat ideal, hal ini tercermin dari latar belakang kedua calon tersebut yang relatif masih bersih tanpa cacat. Sewajarnya kalau duet calon ini bisa di ibaratkan sebagai “Kodok Meloncat” singkatan dari Jokowi dan Ahok Merupakan Calon Tanpa Cacat.

Slogan “Kodok Meloncat” bila di sosialisasikan kemasyarakat tentu akan berdampak sangat positif, mengingat sekarang ini masyarakat rindu kepada calon pemimpin yang benar-benar peduli pada kesejahteraan masyarakat. sosok duet ini diharapkan mampu menjawab keinginan masyarakat tersebut.

Disamping slogan yang mampu menjawab keinginan masyarakat, slogan “Kodok Meloncat” juga bisa dipergunakan untuk yel-yel kampanye, bayangkan bila slogan ini bisa dipergunakan waktu kampanye, para pendukungnya akan bersemangat dengan meneriakkan kata-kata : Hidup Kodok Meloncat, Hidup Kodok Meloncat atau sambil bernyanyi riang dengan mengambil judul lagu “Kodok Meloncat”

Kodok meloncat bukan hanya sekedar meloncat, tapi dia harus mampu membuktikan, loncatan itu sebagai loncatan kemajuan bagi Jakarta yang lebih baik.

Berita Lainnya :
Memilih Jokowi atau Presiden Taksi
Suasana Jakarta 20 September 2088
Antara Foke, Rhoma dan Tante Alexa
Gubernur Jakarta Bukan Pendekar Pitung
Komitmen dan Kemauan Gubernur Jakarta
Sekda Jakarta Tidak Mau Dipanggil Jokowi
Bau Busuk DPRD Jakarta di Pelantikan Jokowi Ahok