Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Pimpinan KPK Takut di Antasarikan

Tidak dapat dipungkiri bahwa peran mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar sangat besar dalam memberantas tindakan korupsi, banyak kasus besar maupun kecil yang telah di ungkap dan di usut tuntas selama kepemimpinan Antasari. tidak ada istilah pandang bulu dalam mengungkap sebuah kasus, bahkan Aulia Pohan Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang juga besan Presiden SBY, telah dijadikan tersangka oleh KPK yang akhirnya di vonis 4 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Aulia Pohan terbukti bersalah dalam aliran dana Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (YLPPI).

Sangat di sayangkan prestasi demi prestasi yang sudah di capai oleh KPK di bawah pimpinan Antasari Azhar harus berakhir dengan di tangkapnya Antasari yang di duga terlibat sebagai dalang utama pembunuhan Nasrudin Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran. Di duga kasus tersebut bermotif asmara cinta segitiga antara Antasari, Rani dan Nasrudin. Publik pun bertanda Tanya, benarkah Antasari bersalah atau apakah Antasari di jebak dan di fitnah oleh orang-orang yang memang tidak suka dengan dirinya. Karena dianggap Antasari sebagai orang yang berani mengungkap kasus demi kasus korupsi yang memang sudah kronis di negeri ini atau ada unsur sakit hati dari pihak yang merasa telah di rugikan oleh tindakan Antasari Azhar.

Akhirnya Dalam proses persidangan yang di duga penuh dengan rekayasa, Antasari dinyatakan bersalah dan di vonis 18 tahun penjara oleh pengadilan negeri Jakarta Selatan, padahal banyak fakta persidangan yang tidak dapat di buktikan terkait dengan keterlibatan Antasari dalam kasus pembunuhan ini. bahkan Adik kandung almarhum Nasrudin Zulkarnaen, Andi Syamsuddin Zulkarnaen, merasa yakin bahwa mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar tak bersalah dalam kasus pembunuhan kakaknya. termasuk Wiliardi Wizard Mantan Kapolres Jakrta Selatan yang di dakwa dalam kasus yang sama juga mengatakan bahwa Antasari tidak bersalah.

Demi mewujudkan rasa keadilan, Antasari Azhar tetap tak kenal menyerah, dia melakukan upaya perlawanan dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung atas kasusnya, namun seperti yang sudah di perkirakan sebelumnya ternyata Peninjauan kembali Antasari Azhar di tolak oleh Mahkamah Agung. Antasari Azhar tetap di vonis 18 tahun sesuai putusan Pengadilan tingkat pertama yakni PN Jakarta Selatan dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. Serta di perkuatkan oleh Kasasi Mahkamah Agung.

Kasus yang membelit mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar hingga kini memang masih menyisakan misteri. Dugaan kuat ada pihak yang “bermain” di balik kasus ini untuk menjebloskan punggawa KPK ini ke penjara. Terkait perkara ini juga, Antasari telah melaporkan tiga Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ke Komisi Yudisial dan KY pun akhirnya memutuskan bahwa tiga hakim perkara Antasari yakni Heri Swantoro, Prasetyo Ibnu Asmara, dan Nugroho Setiaji melanggar kode etik karena mengabaikan fakta persidangan. Padahal Menurut hukum, hakim tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun. Komisi Yudisial kan sudah sudah memutuskan kalau ada hakim yang salah, mestinya putusan yang di buat hakim ini pun di batalkan oleh Mahkamah Agung. Namun ternyata Mahkamah Agung tetap menolak Peninjauan Kembali (PK) yang telah di lakukan oleh Antasari Azhar.

Belajar dari kasus Antasari tentu membuat pimpinan KPK sekarang ini harus bertindak hati-hati dalam mengungkap sebuah kasus korupsi, tindakan hati-hati ini lah yang akhirnya berakibat Pimpinan KPK di nilai lamban, tidak tegas dan berani untuk mengungkap kasus demi kasus yang di tanganinya. Lihat saja beberapa kasus seperti kasus Wisma Atlet, kasus Hambalang, kasus Cek Pelawat. KPK terlihat sangat lamban dalam penanganan perkaranya, karena di duga terungkapnya kasus-kasus ini nanti akan banyak melibatkan elit-elit di lingkaran kekuasaan.

Masih kah masyarakat berharap KPK bisa menjadi ujung Tombak Pemberantasan Korupsi di Indonesia, bila faktanya KPK di duga masih tetap takut dan trauma atas peristiwa yang telah menimpa Mantan Pimpinan KPK Antasari Azhar, maka jangan harap kita bisa melihat KPK mampu menangani kasus-kasus besar yang di duga melibatkan elit-elit di lingkaran kekuasaan. Ungkapan yang tepat bila dugaan ini benar maka memang “Pimpinan KPK Takut di Antasarikan”

Berita Lainnya :