Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Menangkap Koruptor Dengan Racun Tikus

Suara piring pecah didapur membuat saya dan istri terjaga dari tidur, kaget dan penasaran kami berdua bangun menuju dapur dan melihat banyak pecahan piring berserakan dilantai. Kesal dan jengkel langsung kami arahkan pada tikus-tikus yang memang beberapa hari belakangan ini mulai sering mondar-mandir berkeliaran didalam rumah.

Setelah membersihkan lantai, kami berdua sepakat malam ini ingin berburu tikus dengan memasang jebakan tikus, kebetulan siang tadi saya sempat beli racun tikus berbentuk seperti potongan coklat berwarna hijau, lalu potongan tersebut kami sebar di beberapa titik strategis agar potongan racun tikus tersebut bisa disantap oleh tikus-tikus.

Paginya, kami melihat ada tiga ekor tikus sedang sekarat di pintu masuk kamar mandi, saya dan istri senang melihatnya. ternyata tidak sia-sia memasang perangkap buat tikus-tikus ini, walaupun sarangnya belum bisa kami hancurkan tetapi ada sedikit rasa bangga he he he, kayak sedang menangkap koruptor saja layaknya, maklum tikus kan identik dengan Koruptor.

Bicara koruptor memang identik dengan tikus dan semua orang pasti mengenal tikus. Karena tikus adalah binatang pengerat, binatang yang secara umum dapat mendatangkan kerugian bagi kita sebagai manusia. Layaknya tikus maka para pelaku korupsi juga dapat dikatakan sebagai pihak yang merusak tatanan. Korupsi atau koruptor itu rakus, seperti tikus, ia memperkaya diri berbagai cara yang illegal dan suka menghalalkan cara serta mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya. Tindakannya sudah pasti dapat menimbulkan kerugian pihak-pihak tertentu.

Tikus itu memang binatang pengecut, sama halnya dengan koruptor. Diam-diam merancang aksinya, bersekongkol dengan yang lainnya menggerogoti apa yang bukan menjadi haknya. Jika ada hal-hal yang diluar dugaan, dalam hal ini ada yang tertangkap, maka dapat dipastikan yang tertangkap itu adalah tikus-tikus yang kecil. Tikus yang besar bersembunyi di balik lubang, menunggu keadaan betul-betul dirasa aman dan terkendalikan. dan tikus itu juga binatang paling menjijikan juga sebagai binatang sumber penyakit dan masih banyak status tikus lainnya, yang jelas tikus itu adalah musuh yang nyata bagi kita semua.

Sebagai Binatang yang licik dan cerdik Layaknya tikus, maka dia memiliki segala cara untuk mendapatkan targetnya demi perut dan kepentingannya. Ketika aktivitasnya mulai terendus maka dengan serta ia akan melarikan diri ke wilayah yang lebih aman agar sulit terjangkau oleh sang pemburu. Tikus itu juga gemar bernyanyi, lazimnya koruptor. Apalagi kalau dia sudah terperangkap, nyanyian cit…cit…cit terdengar kesana kemari tiada henti. Bernyanyi sambil tunjuk hidung ini dan tunjuk hidung itu, lempar batu sembunyi tangan, bersikukuh tak ada kesalahan yang di lakukan sebelum betul-betul bukti di temukan.

Saat ini sudah ada stigma buruk di masyarakat bahwa sarang koruptor itu adanya di gedung DPR, berbagai kasus korupsi marak melanda lembaga Wakil Rakyat ini. karena terlalu sering membuat masalah hingga stigma buruk sebagai sarang tikus semakin melekat erat dilembaga yang terhormat ini.

Banyaknya kasus yang belum terungkap secara tuntas, bukannya membuat mereka sadar akan fungsinya sebagai wakil rakyat. lagi-lagi Anggota DPR bikin ulah dan sensasi yang ingin memangkas habis wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini tercermin dari keinginan Komisi III DPR yang akan merevisi Undang-Undang KPK. Ada kesan revisi ini bernuansa politis, bertujuan untuk mengkerdilkan lembaga KPK, karena KPK dianggap sebagai biang kerok terungkapnya beberapa kasus yang menimpa oknum-oknum DPR rakus dan licik.

Mampukah sarang tikus melaksanakan tugasnya, apakah tikus-tikus tersebut akan yakin bahwa pemburunya akan lemah. Kita lihat saja sepak terjang tikus-tikus ini, waktu lah nanti yang akan membuktikan. Tikus tidak sadar bahwa sang pemburu akan mendapat dukungan dari rakyat dan tentunya rakyat tidak akan tinggal diam melihat tikus-tikus yang ingin memperlemah sang Pemburu, Rakyat siap membantu pemburu, bukan hanya sekedar membuat racun-racun tikus tapi juga membongkar sarang tikus para wakil rakyat Korup.

Berita Lainnya :