Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Lanjutkan Versi Indonesia dan Venezeula

Mengamati sepak terjang Pemimpin Venezeula Hugo Chaves yang berani melakukan nasionalisasi Minyak dan Gas tentu harus menjadi pembelajaran yang sangat berarti. ada Apa rahasia sukses nasionalisasinya Chavez ? ini bukan Nasionalisasi buta melainkan Renegosiasi yang menguntungkan negara ataupun asing meskipun porsi kepemilikan negara menjadi lebih besar, mencapai 60 persen.

Dengan model kerja sama ini dan dengan cadangan minyak yang sangat menjanjikan wajar jika perusahaan-perusahaan asing, bisa menerima renegosiasi yang di tawarkan Chavez. Keberanian Chavez melakukan renegosiasi, dimulai dengan penyelidikan yang mendalam. Dengan memperkenalkan Undang-Undang Hidrokarbon baru (2001), dia memerintahkan kajian legal untuk menyelidiki berbagai penyimpangan dan ketidaktransparanan dalam pengelolaan sektor migas.

Perjuangan seorang Chavez, awalnya memang tidak mudah karena banyak perlawanan yang di lakukan oligargi bisnis dan politik, hingga ada upaya perlawanan dengan membiaya dan mendalangi kudeta militer sayap kanan terhadap Chavez tanggal 12 April 2002. Chaves akhirnya lengser dan mengundurkan diri di bawah tekanan pemimpin-pemimpin militer.

Akhirnya Militer menunjuk seorang Ekonom “Pedro Cormona” sebagai Presiden sementara (interim). Selang satu hari kemudian terdorong oleh kecintaan rakyat miskin Venezeula terhadap chaves Ribuan rakyat miskin demo dengan di dukung oleh prajurit dan perwira menengah yang masih loyal kepada Chaves. Kemenangan tersebut membuat dirinya berhasil mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam masa pemerintahannya dan menjadikannya sebagai sebuah mandat yang lebih besar untuk melanjutkan semboyan Lanjutkan “Revolusi Bagi Kaum Miskin“.

Bukan hanya kebijakan nasionalisasi minyak dan Gas, chaves juga telah menasionalisasikan tambang dan eksplorasi emas yang dikuasai oleh mafia. Di lansir stasiun berita CNN, Kamis, 18 Agustus 2011, Venezuela akan mengambil alih tambang emas di wilayah selatan negara tersebut. Salah satu perusahaan tambang terbesar di daerah itu, Rusoro, adalah perusahaan Canada yang dikuasai oleh keluarga Agapov dari Rusia. Lengkap sudah nasionalisasi yang telah dilakukan Chaves bagi kemakmuran Negara Venezeula. Dengan Semboyan “Lanjutkan” “Revolusi Bagi Kaum Miskin.

Bagaimana dengan Lanjutkan versi Indonesia ? sekedar gambaran, Rezim Orde Baru yang memerintah selama 32 tahun meninggalkan utang pemerintah tahun 1998 sebesar Rp.553 triliun, bertambah pada tahun 2005 menjadi Rp 1.282 Triliun di lanjutkan lagi Hutang makin membengkak sampai hingga bulan Juli tahun 2011, total utang pemerintah Indonesia ke luar negeri bertambah sebesar Rp 56,79 triliun, Tambahan pinjaman ini menjadikan total utang negara berjumlah Rp 1.733,64 triliun. Terbukti semboyan lanjutkan, terwujud dalam bentuk kenaikan hutang Indonesia yang semakin membengkak, belum lagi lanjutkan-lanjutkan lain yang belum terwujud.

Salah satunya adalah, bagaimana dengan lanjutkan Sumber Kekayaan Alam kita yang di kelola oleh Perusahaan Asing ? Sekedar catatan pembagian hasil Perusahan-perusahaan Asing yang mengeruk habis Sumber Kekayaan Alam Indonesia, Pembagiannya kepada Pemerintah Indonesia prosentasenya sangat kecil ? contoh konkret Kontrak karya dengan PT Freeport yang di mulai pada tahun 1967 dan sebagai gambaran pemerintah Indonesia di tahun 2005, pemerintah hanya menerima 1,1 miliar dolar AS. Sedangkan pendapatan Freeport (sebelum pajak) sudah mencapai 4,1 miliar dolar AS.

Kalau kita lebih perbandingkan lagi, hasil Freeport selama tiga puluh tahun saja melebihi APBN Indonesia. Bahkan melebihi dana pembangunan Papua. Laporan Freeport yang terbuka ke publik tahun 2006, penghasilannya mencapai 1000 lebih triliun, hasil tersebut berupa uang yang didapat dari keseluruhan operasi dan penjualan bahan tambang emas dan batu bara. Dan perlu ingat, walaupun perusahaan yang bermarkas di arizona ini merupakan perusahaan tambang terbuka, namun publikasi pendapatan freeport tertutup sampai pada tahun 2006 baru dibuka ke publik.

Melihat fakta itu perlukah kita menasionalisasi Perusahaan Asing ? Belajar dari Venezeula tentu di harapkan dengan Nasionalisasi terhadap Perusahaan Asing bukan hanya Freeport akan menjadi langkah awal bagi bangsa Indonesia untuk mandiri dalam menjalankan kedaulatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi. Nasionalisasi Freeport dan semua perusahaan Asing lainnya adalah pembuktian bahwa semboyan Lanjutkan memang memiliki niat untuk memajukan dan memperjuangkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

Berita Lainnya :
Skenario Jahat Kembali Ke Masa Lalu
Presiden SBY Kalah Telak Enam Kosong
Bangkitlah Menuju Indonesia Yang Berdaulat
Indonesia Butuh Pemimpin Berwatak Mandiri