Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Antasari Menangis di Pernikahan Anaknya

Dari tiga prosesi pernikahan anaknya, antasari hanya di izinkan menghadiri dua prosesi pernikahan putrinya yaitu menghadiri prosesi adat dan akad nikah saja Sementara, untuk acara resepsi yang akan diselenggarakan di Panti Prajurit Balai Sarbini Jakarta pada Minggu 11 Maret 2012, Antasari tak diperbolehkan menghadirinya.

Memang sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjelaskan Antasari diizinkan menghadiri akad nikah putrinya. Namun dia tak diizinkan menghadiri resepsi pernikahan putrinya. Alasannya, kata Juru Bicara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Akbar Hadi, adalah faktor keamanan. “Apalagi acaranya akan digelar malam hari,”

Antasari Azhar terpidana yang diduga melakukan kasus pembunuhan, mengikuti secara langsung prosesi pernikahan putri sulungnya, Anindita Dianoctora Antasari Putri (28), Kamis 8 Maret 2012. Acara yang digelar di Perumahan Less Belles, Blok E 10, Serpong, Tangerang Selatan, Antasari tiba di rumahnya pada pukul 09.00 WIB. Saat itu, keluarga sudah menunggu-nunggu terpidana 18 tahun penjara itu. Usai prosesi ini, Antasari akan kembali ke Lapas Kelas IA Tangerang. Dia akan kembali lagi untuk menghadiri prosesi akad nikah yang akan digelar pada Jumat 9 Maret 2012.

Suasana haru menyelimuti Prosesi siraman yang dimulai pukul 15.00 WIB, Diawali sungkem sang putri kepada orangtuanya, Anindita bersimpuh dihadapan kedua orangtuanya untuk memohon restu kepada kedua orangtuanya Suasana sungkeman terasa sangat haru saat Antasari menjawab permohonan anaknya. Tak hanya terbata, Antasari juga tak kuasa menahan tangis saat mengucapkan restunya. Semua kerabat yang hadir juga turut terharu. “Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita,” ujar Antasari. Antasari juga memberikan sejumlah pesan kepada putrinya itu.

Tidak diperbolehkannya Antasari mengikuti prosesi resepsi pernikahan putrinya, didasari alasan faktor keamanan. Antasari pun langsung protes atas larangan tersebut. Pengacara Antasari, Maqdir Ismail, menilai mantan Ketua KPK itu memiliki hak untuk cuti sebagai narapidana. Hal ini diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2006 jo. Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 1999 tentang tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan. larangan itu tidak layak diberikan, kecuali ada putusan pengadilan yang melarang. Sebab resepsi pernikahan itu merupakan rangkaian dari acara sakral pernikahan,” kata Maqdir.

Pelarangan ini memang menimbulkan tanda tanya, sebab faktanya selama ini, cukup banyak terpidana yang menikmati hak cuti mengunjungi keluarga, terutama yang berhubungan dengan pernikahan anak. Bahkan terhadap terpidana perkara korupsi, yang di persulit dengan Peraturan Pemerintah, praktiknya selalu di berikan izin untuk menghadiri acara sakral seperti resepsi pernikahan anak.

Terlepas dari status Antasari sebagai terpidana, perlakuan terhadap Antasari yang hanya di perbolehkan mengikuti dua prosesi pernikahan merupakan perbuatan tidak berperikemanusian. Sangat beda dengan perlakuan terhadap kasus terpidana yang lain. Walaupun bagaimana juga, sosok Antasari Azhar pernah berjasa dan berbuat bagi negeri ini ketika dia tampil dengan keberaniannya menumpas koruptor-koruptor dan tidak pandang bulu bahkan besan Presiden SBY pun Aulia Pohan di tangkap dan diadili.

Perjalanan memang masih sangat panjang bagi Antasari untuk mendapatkan rasa keadilan, kalau Antasari memang tidak bersalah, lakukan lah terus perjuangan untuk membuktikan bahwa anda bersalah atau tidak. Mungkin sa’at ini sangat sulit bagi anda untuk memperoleh keadilan tapi sejarah lah nanti yang akan membuktikan benarkah Anda bersalah atau tidak. sejarah itu pula nanti yang akan menghakimi siapa dalang sesungguhnya pembunuhan tersebut dan dalam kenyataan yang lebih tegas, siapakah sebenarnya yang layak di sebut pembunuh.

Berita Lainnya :