Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Aktor Hollywood Diperas Petugas Imigrasi Indonesia

Pintu gerbang nama baik Indonesia di mata dunia internasionl adalah Bandar Udara, sehingga perilaku awal yang harus di tunjukkan adalah keramahtamahan, kenyamanan dan kemudahan bagi para wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke Indonesia, baik dalam rangka berlibur atau investasi ke Indonesia.

Ternyata perlaku awal ini tidak dilakukan dengan baik oleh petugas Imigrasi salah satu Bandara di Indonesia, kali ini yang menjadi korban pemerasan adalah Aktor Hollywood bernama Taylor Kitsch. Dalam satu wawancara, Kitsch menceritakan petugas bandara melarangnya masuk ke negara tersebut karena paspornya kehabisan halaman untuk distempel. Lalu dia diminta kembali ke Jepang, padahal dia telah mengantongi visa kerja. “Dia bilang ‘halamannya tidak cukup, saya tidak bisa menstempelnya, silakan kembali ke Jepang’. Saya bilang ’saya bekerja di sini, saya punya visa’. Dia tidak percaya saya actor sambil menunjukkan promo film terbarunya melalui ponsel iPhone miliknya, namun sang petugas ternyata lebih tertarik pada iPhone tersebut.

Setelah Aktor Hollywood itu menunjukkan promo film lainnya yaitu “John Carter,” barulah sang petugas imigrasi mengijinkannya masuk, kata Kitsch. Akibat ulah oknum Petugas Imigrasi ini, kembali nama baik Indonesia tercoreng di Dunia internasional.

Saat ini Kementerian Hukum dan HAM sudah memeriksa petugas imigrasi di bandara Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diduga memeras aktor Hollywood, Taylor Kitsch. “Hasil pemeriksaan belum diketahui, karena tim dari Inspektorat Jenderal masih berada di sana dan masih akan lakukan pemeriksaan,” kata Kabag Humas Imigrasi Maryoto. Menurut Maryoto, jika terbukti melakukan pemerasan, oknum itu dapat dikenai sanksi ringan hingga berat, tergantung dari tingkat kesalahannya. “Sanksinya bisa ditunda promosinya hingga yang terberat, pemecatan,” ujarnya.

Perilaku Oknum-oknum petugas Imigrasi memang perlu di awasi, mengingat kasus seperti yang menimpa aktor Hollywood Taylor Kitsch sering terjadi di pintu masuk Bandara. Petugas yang terlibat pemerasan terhadap Kitsch sebenarnya lagi apes saja karena kasus ini terungkap sa’at Kitsch wawancara di acara “Late Show With David Letterman”, Kitsch mengaku sempat di peras agar bisa lolos dari pemeriksaan imigrasi di sebuah bandara. Awalnya, dia menyebut lokasinya di bandara Filipina, namun pihak setempat membantahnya. Media Filipina ABS-CBN menulis Kitsch ketika itu tengah berada di Indonesia. Film dia tidak digarap di Filipina, melainkan di Nusa Tenggara Barat. Syuting di lakukan di Pulau Moyo, NTB.

Apesnya oknum petugas yang telah memeras Kitsch bisa menjadi contoh buruk perilaku yang kerap dilakukan oleh oknum-oknum petugas imigrasi di bandara. Kalau tidak ada pengawasan yang ketat mustahil kasus-kasus serupa tidak akan terjadi lagi. Jangankan orang asing yang ingin berkunjung ke Indonesia, Warganegara Indonesia pun yang baru pulang dari luar negeri kerap menjadi lahan empuk untuk melakukan pemerasan, kita bisa lihat contoh buruk ini di Bandara Soekarno hatta. terutama korbannya adalah para Tenaga Kerja Indonesia yang baru pulang dari kerja di luar negeri. Parahnya mereka para TKI ini masih di pisahkan dari penumpang-penumpang yang lain. Kejadian ini pernah ditemukan oleh penulis ketika berjumpa dengan salah satu korban yang menangis di areal tempat duduk terminal D Bandara Soekarno Hatta.

Dari cerita yang di sampaikan kepada penulis, korban ini menyampaikan bahwa mereka semua para TKI di pisahkan dari penumpang yang lain dan kasus ini terjadi beberapa bulan yang lalu. Jelas perbuatan biadab oknum petugas imigrasi ini yang bekerjasama dengan oknum-oknum yang lain merupakan tindakan tidak berperikemanusian. Bagaimana para TKI yang memeras keringat bekerja banting tulang di luar negeri harus menerima kenyataan pahit di peras oleh bangsanya sendiri.

Kementerian hukum dan Hak asasi manusia harus menindak tegas oknum-oknum tersebut, agar tercorengnya Indonesia di dunia Internasional akibat pemerasan yang terjadi pada Aktor Hollywood juga pemerasan yang terjadi pada para TKI termasuk Warganagera Indonesia yang lainnya ketika baru pulang dari Luar negeri tidak terulang kembali, maka perilaku buruk para oknum petugas ini layak mendapat sanksi yang berat, bukan hanya di pidana tapi juga sanksi pemecatan.

Berita Lainnya :