Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Wanita Penyebab Banjir di Jakarta

Penyebab Banjir di Jakarta
Maaf untuk kaum hawa jangan marah dulu ya, ini hanya sekedar analisa saja terhadap salah satu penyebab banjir di kota metropolitan Jakarta. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa salah satu penyebab banjir adalah bertumpuknya sampah pada saluran air, hingga terjadi penyumbatan pada saluran air, ditambah kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, nah salah satunya adalah dari kesadaran kaum hawa untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Sangat di sayangkan loh, karena kurangnya kesadaran dari masyarakat ini ternyata menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Jakarta, Banjir memang sangat menjengkelkan, dampaknya juga sangat luar biasa hingga tidak tanggung-tanggung dalam rangka mengurangi resiko banjir Pemerintah DKI Jakarta. Pada era Gubernur Fauzi Bowo sempat meminjam uang kepada Bank Dunia, bentuk bantuan Bank Dunia itu antara lain dengan menyediakan dana pinjaman sebesar 139.64 Juta Dolar AS atau setara dengan Rp.1.24 Trlyun dengan asumsi Kurs Rupiah terhadap Dollar sebesar Rp.8.900.

Pemerintah DKI Jakarta memang tidak sendirian karena Kementerian Pekerjaan Umum juga mempunyai program pengendalian banjir di Jakarta, Program ini dimulai sejak Juni 2012 hingga 2017 dengan alokasi anggaran yang dibutuhkan kurang lebih mencapai Rp.13.5 Triliun.

Waduh banyak juga yah uang yang dibutuhkan untuk mengatasi banjir di Jakarta, sayangkan uang sebesar itu hanya untuk mengurangi resiko banjir. Padahal uang tersebut bila dipergunakan untuk membangun sekolahan dan tentunya lebih sangat bermanfaat untuk masyarakat. Prinsip mencegah sebelum terjadinya banjir sebenarnya bisa kita lakukan, Bahwa sebenarnya kita bisa mencegah terjadinya banjir di Jakarta kalau kita sadar akan kewajiban kita sebagai anggota masyarakat yang peduli terhadap lingkungan hingga musibah banjir ini dapat di cegah sedini mungkin.

Misalkan dalam konteks kaum hawa sebagai salah satu penyebab banjir baiknya kita coba analisa dari penjelasan berikut ini :Kita ambil perhitungan yang sederhana saja, Misalkan jumlah penduduk Jakarta yang berhak jadi pemilih di pemilukada 2012 berjumlah kurang lebih 7.5 juta jiwa, kita ambil setengahnya saja adalah kaum hawa, berarti ada kurang lebih 3.750.000 kaum hawa di Jakarta, belum lagi jumlah kaum hawa yang berdomisili di luar Jakarta tapi mereka bekerja atau melakukan aktifitasnya di Jakarta, Wah makin banyak dong kaum hawanya he he he.

Sebanyak 3.750.000 kaum hawa bukan jumlah yang sedikit, kita semua tentu sudah tahu bahwa kaum hawa ini sering kedatangan tamu bulanan atau haid. katakan mereka haid sebulan sekali, so pasti mereka akan menggunakan pembalut wanita. Diperkirakan setiap haid, kurang lebih kaum hawa mempergunakan pembalut sebanyak 5 buah pembalut , berarti kalau jumlah kaum hawa 3.750.000 x 5 pembalut wanita = 18.750.000 buah pembalut, dan kalau pembalut wanita ini di kumpulkan menjadi satu, wah sudah bisa membentuk sebuah bukit kecil nih, namanya bukit pembalut wanita he he he

Peredaran pembuangan sampah dari pembalut wanita inilah yang menjadi salah satu penyebab menumpuknya timbunan sampah, yah kalau di buang pada tempatnya, tapi pada umumnya kaum hawa suka membuang pembalut suka sembunyi-sembunyi, harap maklum mungkin kaum hawa ini takut ketahuan kalau sedang terkena tamu bulanan he he he.

Lihat saja hampir di semua gedung selalu ada himbauan di larang membuang pembalut wanita di dalam toilet, larangan ini di lakukan karena faktanya pembalut ini menjadi salah satu penyebab tersumbatnya saluran air. Himbauan di seluruh gedung ini, sudah tentu membuat kesulitan bagi kaum hawa untuk membuang sampah pembalut ini. Bagi yang tidak punya kesadaran tentu mengakalinya dengan membuangnya secara sembunyi-sembunyi. Ungkapan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit ternyata bukan sekedar ungkapan saja, karena faktanya bila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tentu akan berpengaruh bagi tersumbatnya saluran air.

Itu baru pembalut wanita, belum alat-alat kecantikan kaum hawa seperti bekas tempat bedak, lipstick, maupun tisu, wah pokoknya banyak deh gak bisa di sebutin satu persatu, karena itu melalui tulisan ini mudah-mudahan kaum hawa menjadi sadar bahwa tanpa kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, tentunya akan berakibat buruk bagi lingkungan dan akan berdampak juga pada terjadinya banjir.

Sorry nih buat kaum hawa jangan marah ya, ini cuma analisa sederhana saja dari saya, keluhannya bisa kok di sampaikan melalui komentar, di tunggu yah komentarnya he he he.

Berita Lainnya :