Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Pejabat dan Politisi Korup Pasti Tukang Mesum

Sudah sering kita mendengar kabar para Politisi dan Pejabat Pusat maupun Daerah tertangkap tangan sedang melakukan praktek Korupsi maupun perbuatan Asusila, itu baru yang tertangkap tangan, belum yang tidak terungkap, so pasti masih banyak yang tetap melakukannya, ibarat kentut baunya tercium tapi wujudnya tidak lebih ekstrem lagi seperti organisasi tanpa bentuk istilah OTB zamannya Orde Baru.

Perbuatan Korupsi dan Mesum selalu beriringan dan bergandengan tangan, kalau mereka berani melakukan perbuatan korupsi, pasti mereka juga akan berani melakukan perbuatan asusila atau mesum, istilah uang setan di makan jin sangat tepat di tujukan kepada mereka semua, karena segala sesuatu yang di lakukan dengan tidak baik tentu hasilnya dan penggunaannya juga akan tidak baik. Itu adalah rumus sederhana dari istilah uang haram. dengan uang haram kita bisa membeli apa saja, dengan uang haram kita bisa membeli keinginan kita dan juga dengan uang haram bisa membeli kesenangan dan hiburan, karena uang haram adalah uang setan maka wajar saja kalau habisnya di makan oleh setan juga, perbuatan mesum adalah bagian dari perbuatan setan.

Mengapa perbuatan Korupsi cenderung juga untuk melakukan perbuatan mesum, karena perbuatan mesum adalah bagian dari gaya hidup kesenangan duniawi sesaat. yang tidak korupsi saja banyak melakukan perbuatan mesum apalagi yang korupsi. Lebih khusus lagi adalah pelaku perbuatan Korupsi yang di lakukan oleh pejabat dan politisi tak lepas dari keinginan untuk dapat bergaya hidup mewah, mendewakan kemewahan inilah yang akhirnya sanggup menyeret mereka ke dunia korup.

Gaya hidup mewah ini lah yang akhirnya menyeret mereka juga masuk kedalam gaya hidup kesenangan duniawi lainnya untuk melakukan perbuatan mesum. jadi korupsi dan mesum dua-duanya tak lepas dari kategori bentuk fitnah dunia yaitu Tahta, Harta dan Wanita. Apabila menjalankan amanah ketiganya dengan cara yang baik maka jayalah dia namun jika mendapatkan dengan cara yang salah maka hinalah dia.

Teringat Firman ALLAH “Barang siapa bersyukur maka akan aku tambah nikmatku dan barang siapa mengingkari nikmatku maka azabku akan sangat pedih“

Terungkapnya kasus Pejabat dan Politisi Korup tak lepas dari rasa bersyukur yang sudah diberikan Allah kepada mereka dengan menikmati sebuah tahta atau jabatan namun karena mereka tidak bersyukur terhadap yang diperolehnya, maka azab dunia sementara yang mereka peroleh adalah rasa malu di pertontonkan kepada publik. belum lagi Pejabat dan Politisi yang tertangkap telah melakukan perbuatan mesum itu juga adalah azab dunia sementara bagi mereka, maka marilah kita bersyukur kepada ALLAH, atas segala kenikmatan yang sudah kita dapat....Amin, berhati-hatilah dengan Tahta, Harta dan Wanita sebab bisa menimbulkan “KORUPSI DAN MESUM“

Berita lainnya :
* Banyak Anggota DPR Kena Aids