Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

"Kado Valentine" Mahkamah Agung Untuk Antasari Azhar

Berharap dapat kasih sayang yang tulus dari Mahkamah Agung menjelang detik-detik hari kasih sayang tanggal 14 Februari 2012, ternyata kasih sayang tersebut tinggal sebuah harapan yang sia-sia, karena Peninjauan kembali kasus Antasari Azhar terkait dugaan cinta segitiga yang berakibat tewasnya Nasarudin Direktur Putra Rajawali Banjaran, Mahkamah Agung akhirnya menolak peninjauan kembali Kasus Antasari Azhar sehingga tetap divonis 18 tahun penjara menguatkan putusan pengadilan negeri Jakarta Selatan sebelumnya.

Benarkah ada dugaan kematian Nasarudin akibat tragedi cinta segitiga antara Antasari Azhar, Rani dan Nasarudin, konon kisah percintaan segitiga ini berawal dari sebuah pertemuan di padang golf, benarkah jalinan asmara itu, apakah itu adalah bagian dari satu skenario untuk menyingkirkan seorang Antasari dari tampuk kekuasaannya di lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi. Publik pun masih bertanda Tanya ?

Memang kalau kita membicarakan fitnah hidup yang paling kejam, hanya ada pada tiga jenis kehidupan yaitu Tahta, Harta dan Wanita, bila kita tidak mampu menjalankannya dengan baik maka kehancuranlah yang akan tiba. Banyak kisah tentang tokoh-tokoh pemimpin di dunia, hancur kehidupannya karena skandal asmara cinta segitiga.

Sebuah sindiran halus sudah di lakukan oleh Mahkama Agung, detik-detik menjelang hari kasih sayang tiba, seakan-akan menjadi sebuah ilham akan artinya sebuah kasih sayang yang mewarnai perjalanan hidup anak manusia akibat diduga adanya sebuah skandal asmara, jawaban yang tepat di waktu yang tepat, terucap sebuah ungkapan penolakan bahwa “KADO VALENTINE “ ini pantas di berikan kepada seorang Antasari Azhar.

Berita Lainnya :