Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Campur Tangan FBI di Kalimantan Tengah

Kita tidak bisa memaksakan kehendak, karena masyarakat punya hak untuk menerima dan menolak. Kita juga tidak bisa melarang, ketika masyarakat suka atau tidak suka terhadap apa yang di inginkannya. prinsipnya kita tetap harus menghargai keinginan masyarakat tersebut, sepanjang keinginannya bersipat positif dan tidak mengganggu, mengapa harus kuatir dan was-was

Ada kejadian menarik di bumi Kalimantan Tengah, yang masyarakatnya terkenal teguh dalam memegang prinsip. desas-desus yang beredar mengapa  FPI di tolak kehadirannya di Kalimantan Tengah ternyata sudah ada campur tangan Asing yang sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat di sana. Hebatnya campur tangan asing ini bukan hanya merasuki generasi muda Kalimantan Tengah tapi juga sudah merasuki para orang tua disana.

Campur tangan Asing inilah yang membuat aparat kepolisian meradang, aparat merasa kecolongan dengan hadirnya campur tangan asing ini, sehingga kalau di biarkan akan berdampak buruk bagi kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian. Mau tidak mau tentu aparat kepolisian harus bertindak tegas.

Tim intelejen pun diturunkan untuk memantau perkembangan di masyarakat, akhirnya tim intelejen menemukan fakta keterlibatan aparat asing ini, hasil laporan tim intelijen ini membuat aparat kepolisian panik, sehingga tidak tanggung-tanggung lima belas peleton satuan aparat kepolisian di terjunkan.

Mereka siaga penuh di seluruh kota dan desa. Pada suatu tempat aparat kepolisian mengepung sebuah rumah yang diduga sebagai markas dari kegiatan FBI atau Federal  Bureu of Investigation adalah sebuah Badan Investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat. FBI inilah yang di duga terlibat campur tangan terhadap kehidupan masyarakat di bumi Kalimantan tengah itu.

Aparat Kepolisian siaga penuh sambil mengendap-ngendap dan merayap, senjata laras panjang mulai di kokang, sang komandan sesekali berkomunikasi lewat HT, dalam jarak 50 meter mereka mengepung rumah yang telah di jadikan markas mata-mata FBI itu. sepuluh polisi akhirnya menggebrak rumah itu, para penghuni histeris dan agustius pemilik rumah itu tetap tenang walaupun sudah dikepung rumahnya oleh aparat, Agustius yang berprofesi sebagai dokter dan juga sebagai tokoh masyarakat setempat berkata kepada aparat kepolisian, ada apa ini Tanya agustius ? Anda mata-mata FBI yang sudah bikin resah masyarakat, anda kami tangkap, ayo kemarkas, tegas aparat kepada agustius, satu polisi menarik keras agustius.

Tapi tangan kekar agustius menampik, agus tidak kalah galaknya, bapak ini kurang kerjaan, kata agus, saya ini memang suka dengan FBI, bapak lihat sendiri, keluarga saya lagi menonton tayangan televisi tentang kegiatan FBI, sticker FBI juga dipasang oleh anak-anak saya didepan rumah. Dan bapak bisa lihat sendiri, hampir semua rumah di wilayah ini memasang sticker FBI. Agus akhirnya menunjuk rumah ketua RW yang berjarak cuma 30 meter……itu ketua RW malah masang bendera FBI. Kata Polisi……Ooh lagi demam film FBI yach……he he he makanya jangan terlalu serius dong pak. Termasuk yang baca tulisan ini he he he

Berita Lainnya : 
Ibukota Jakarta Tidak Jadi Pindah
Kenapa Program e-KTP Diganti Lagi
Wanita Penyebab Banjir di Jakarta
Maskapai Penerbangan Air Mancur
Rahasia Sukses Orang Terkaya di Indonesia
Rindu Masuk Penjara
Melanggar Rambu Lalu-Lintas Tidak di Hukum
Balonku Ada Lima
* Hati-Hati Sekolah di Pulau Jawa