Iklan Layanan Padepokan Tumaritis

Iklan Layanan Padepokan Tumaritis

Jembatan Suramadu Ambruk di Tabrak Kapal

Jembatan Suramadu

Waspada dan hati-hati tentu harus menjadi skala prioritas dalam rangka pengamanan terhadap keberadaan sarana dan prasarana publik. Ambruknya jembatan Kutai Kartanegara di Tenggarong Kalimanatan Timur merupakan pengalaman yang harus di jadikan bahan kajian tentang kelayakan sebuah jembatan, apalagi ambruknya jembatan di Kalimantan timur itu menandakan jika prediksi usia jembatan bisa berkurang karena tidak disiplinnya proses perencanaan dan perawatan jembatan.

Secara teknis Jembatan Suramadu sebenarnya tidak jauh beda dengan jembatan Kukar karena menggunakan pola jembatan gantung, tapi Jembatan Suramadu tidak sepenuhnya menggantung melainkan hanya bagian bentang tengahnya yang menggantung dan bertumpu pada kabel yang di sanggah oleh bentang tengah jembatan.

Kekhawatiran akan ambruknya Jembatan Suramadu, Pemerintah Jawa Timur telah membentuk Tim Khusus untuk memantau seluruh jembatan dari berbagai aspek, ada empat hal yang harus di kaji ulang oleh tim pengawas jembatan yaitu meneliti proses pemeliharaan, melihat kondisi terakhir jembatan, pola lalu lintas manusia di atas dan di bawah jembatan serta teknis pembuatan jembatan.

Menurut data proses pembangunan Jembatan Suramadu yang mempunya panjang 5,438 km telah menghabiskan 450.000 ton beton dan 50.000 ton baja, tapi baja ini bukan produksi dalam negeri namun semen untuk beton itu adalah produksi semen gresik, semennya bukan sembarangan semen, tapi semen khusus yang di ciptakan oleh semen gresik, sehingga tidak hanya kuat dan tahan terhadap air asin juga tahan terhadap sulfat (asam), saat berada di dalam laut otomatis larutan semen tersebut akan membentuk lapisan pelindung atau film yang bisa menghalangi air laut masuk dan menembus rangka baja kaki jembatan. Karena kualitasnya itu maka Jembatan Suramadu akan tahan terhadap tabrakan Kapal berbobot mati hingga 2000 ton, hanya saja kapal berbobot ini tidak akan melewati Jembatan Suramadu.

Namun kalau kita memperhatikan letak Jembatan Suramadu yang berdekatan dengan pelabuhan laut paling sibuk di Kawasan Indonesia Timur. Sekitar Jembatan Suramadu merupakan daerah yang paling rawan bencana tabrakan. Di khawatirkan kapal besar akan sering melintas di bawah Jembatan Suramadu. Tentunya kita semua harus waspada jangan sampai terjadi peristiwa kapal menabrak Jembatan Suramadu, bila itu sampai terjadi kemungkinan besar akan menimbulkan puluhan korban tewas dan kerugian material lainnya.

Tulisan yang baik tentu antara judul dan isinya harus sesuai, namun kali ini mungkin agak beda ? Mengapa dibuat beda seakan-akan sudah terjadi karena tulisan ini di buat hanya untuk sekedar mengingatkan, karena kita biasa berkomentar atau mengkritisi sesuatu setelah terjadinya peristiwa. seyogjanya kita juga bisa mengomentari atau mengkritisi sesuatu sebelum terjadinya peristiwa.

Kekhawatiran Gubernur Soejarwo yang langsung membentuk Tim Khusus pasca terjadinya peristiwa ambruknya Jembatan Kukar serta langsung menelpon Menteri PU terkait aspek keamanan jembatan tentu patut di apresiasi, semua ini terdorong rasa peduli dan tanggung jawab seorang Soekarwo terhadap masyarakat Jawa Timur. Namun walaupun kita sudah berusaha semaksimal mungkin, kembali semua kita serahkan kepada ALLAH yang menentukan, karena hanya ALLAH yang Maha mengetahui.

Berita Lainnya :