Iklan Layanan Padepokan Tumaritis

Iklan Layanan Padepokan Tumaritis

Hukuman Liar Bagi Pemerkosa di Penjara

Terima kasih atas kunjungannya, Bila anda penasaran dengan cerita ini bisa dilihat dan di Klik : DI SINI

Meningkatnya kasus pemerkosaan di angkutan umum membuat masyarakat merasa gerah dan was-was terutama kaum perempuan atau yang mempunyai anak perempuan, di dalam angkot saja pemerkosaan bisa terjadi.

dampak dari maraknya kasus pemerkosaan dan perampokan di angkot membuat banyak perempuan merasa takut naik angkot. kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap livia di angkot M 24 jurusan slipi srengseng sawah baru saja terungkap di susul dengan kasus pemerkosaan terhadap RS seorang pedagang sayur di Kota Depok yang di perkosa dan di rampok di dalam angkot M 26 jurusan Kampung Melayu - Bekasi, dan masih banyak kasus-kasus permerkosaan lainnya baik yang sudah terungkap maupun belum.

Ada yang lebih memilukan dari peristiwa terjadinya kasus pemerkosaan serta menghina rasa kemanusiaan adalah pernyataan seorang Pejabat Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat menanggapi sejumlah kasus pemerkosaan di angkutan umum, Foke menuding rok mini menjadi salah satu penyebabnya walaupun akhirnya Foke meralat kembali ucapannya dan minta maaf setelah mendapat kritikan sangat tajam dari Publik. pernyataan Foke memang ngawur seakan-akan terdengar bahwa korban juga bersalah karena mengenakan rok mini.

Contoh pernyataan ini semakin memperjelas bahwa masyarakat dan pejabat memiliki orbit dan orientasi yang berbeda dalam tata nilai dan tata krama, pejabat seperti ini bisa di cap sebagai pengkhianat penderitaan rakyat, pejabat bukan hanya tidak peka tapi justru telah membuat luka karena telah melemparkan kesalahan kepada korban. akan mudah sekali pernyataan seperti itu di pertanyakan, sampai sejauh mana hubungan sebab akibat antara rok mini dan tindakan pemerkosaan yang bejat dan biadab, syukur Foke akhirnya sadar bahwa pernyataannya itu salah dan langsung meminta maaf kepada publik.

Sekilas tentang dampak kasus pemerkosaan, ternyata kehidupan di dalam penjara lebih tegas, jelas dan ganas, penjara adalah tempat paling menakutkan dan mengerikan bagi para pelaku pemerkosaan karena di penjara adalah kumpulan manusia-manusia kriminal dari berbagai kasus kejahatan, toh bagi dunia yang seram ini masih mempunyai tata krama diantara mereka, bahwa kejahatan yang besar dan memalukan adalah kasus pemerkosaan, malah ada istilah kalau anda seorang preman baik preman kecil maupun preman besar dan terlibat kasus pemerkosaan maka preman anda akan luntur karena diantara penjahat sekalipun, kasus yang yang di kenal dengan istilah belah durian ini sangat di tabukan serta akibatnya bagi para pelaku pemerkosaan akan mengalami hukuman liar yang sesungguhnya

Para pemerkosa ini dianggap sah untuk di perkosa kembali oleh siapapun yang ada di dalam, karena dia pemerkosa, hukumannya ganti di perkosa, so pasti bukan hanya sekali dan hukuman tambahannya pun lebih menyakitkan yaitu di tonton beramai-ramai untuk, maaf.......melakukan onani dengan obat sejenis balsem dan remason atau daun gatal yang tumbuh di sekitar penjara, para pelaku pemerkosaan di paksa terus untuk melakukan hal itu sampai dalam bahasa penjara hanya keluar anginnya saja, malah ada yang lebih parah dan menjijikkan mereka para pelaku pemerkosaan di suruh makan kotorannya sendiri.

Masih ada yang lebih mengerikan kalau ternyata korban pemerkosaan adalah istri, anak, keponakan, adik atau masih punya hubungan keluarga dengan narapidana yang lain, balas dendam akan berlangsung lebih sadis karena dalam dunia kriminal menilai para pelaku pemerkosaan adalah kejahatan yang paling biadab, mereka harus di adili dengan hukum jalanan dan harus segera di lakukan agar impas dan puas, mengingat kejamnya hukum jalanan di dalam penjara maka para petugas sipir selalu menempatkan pelaku pemerkosaan pada sel khusus atau sel isolasi, sel selalu di kunci dan di jagai, namun bagi preman penjara itu bukan penghalang besar, selalu ada cara lolos menelusup ke sel isolasi tersebut.

Barang kali kita bisa belajar dari penanganan para kriminal di penjara ini, bukan soal mereka balas dendam dan bagaimana membenarkan tindakan itu, di dunia kelam para napi, mereka mampu menemukan musuh utama atau musuh bersama untuk di lawan beramai-ramai dan hebatnya mereka tidak pernah menyalahkan korban.

Sekedar catatan rata-rata para pelaku pemerkosaan setelah mereka bebas dari penjara, mereka seperti orang linglung, karena tiada hari tanpa derita buat mereka di dalam penjara, mudah-mudahan tulisan ini dapat mengingatkan bagi siapapun agar jangan coba-coba melakukan tindakan pemerkosaan, karena sangat mengerikan akibat yang di timbulkan,. itu baru siksaan di dunia belum di pengadilan akhir nanti tentunya lebih sangat menyakitkan

Berita Lainnya : 
Satu Lagi Kader PKS Tertangkap Lihat Situs Porno
Melanggar Rambu Lalu-Lintas Tidak di Hukum
Wanita Penyebab Banjir di Jakarta
Ibukota Jakarta Tidak Jadi Pindah