Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Anggota DPRD Di Kubur Hidup - Hidup

Seorang bijak berkata, janganlah bicara benar jika kebenaran yang diucapkan itu akan menutupi kebohongan. Bicaralah bohong, jika kebohongan itu sesungguhnya suatu selubung bagi kebenaran.

Bagaimana kalau kebohongan dan kebenaran itu berlaku dalam kehidupan bernegara ? Banyak orang berkata bahwa politik itu kotor ? Kalau politik itu kotor mengapa sampai detik ini, orang masih memerlukan politik ? Mengapa kita masih memperbolehkan berdirinya sebuah institusi pendidikan dengan label Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik ? Lalu mengapa kita tetap membiarkan orang untuk mengembangkan dirinya sebagai seorang poltikus ?

Kalau Politik itu kotor karena kebenaran-kebenaran yang di ucapkannya itu untuk menutupi kebohongannya padahal tujuan dari politik itu adalah memegang kekuasaan untuk kesejahteraan rakyat, bangsa dan negara serta bukan untuk kesejahteraan pribadinya, keluarga dan kawan-kawannya serta golongannya.?

Faktanya yang terjadi sekarang ini adalah kebohongan-kebohongan yang telah di pamerkan politikus di panggung kehidupan bernegara, serta kecenderungan seorang politikus yang hanya ingin mencari kedudukan dan memperoleh kesempatan dan bukan oleh dorongan idealisme perjuangan unutk kepentingan rakyat.

Praktik politik uang yang sudah membudaya merupakan bukti nyata dari kehidupan berpolitik yang tidak lagi di dasarkan atas idealisme tersebut. apalagi banyak janji-janji manis yang di sampaikan seorang politikus nyatanya setelah apa yang di inginkan sudah tercapai janji-janji tersebut hanya pepesan kosong saja dan tidak di realisasikan wujud nyatanya.

Dampak dari itu semua akhirnya membuat rakyat menjadi kecewa dan marah, beberapa Anggota DPRD di kubur hidup-hidup karena dianggap tukang bohong dan tidak dapat di percaya, sebagaimana kejadian berikut ini :

Ada sebuah bis yang di tumpangi oleh rombongan Anggota DPRD yang akan melakukan study banding kesuatu daerah, wilayah yang akan di kunjungi oleh rombongan DPRD tersebut adalah suatu daerah yang jalannya berliku-liku dan penuh jurang.......na'as di tengah jalan bis tersebut masuk jurang.

Beberapa penduduk setempat yang melihat kejadian tersebut segera menolong mereka dengan menguburkan para penumpang bis di tempat itu juga, karena melihat kondisi korban yang sangat mengenaskan. sehari kemudian polisi dan wartawan pun datang ketempat kejadian lalu menanyakan kepada penduduk setempat.

Kemaren ada kecelakaan rombongan Bis DPRD, Bagaimana dengan penumpangnya apakah masih hidup tanya polisi kepada salah satu penduduk ? pertanyaan pak polisi langsung di jawab oleh salah satu perwakilan warga setempat, ya pak, kemaren kita memang melihat ada bis terbalik dengan penumpangnya adalah Anggota DPRD, itu kami lihat dari seragam dan lambang yang di pakainya dan memang ada beberapa penumpang yang masih merintih dan berteriak, tolong saya pak, saya masih hidup !!!

Lalu kemana penumpang yang hidup itu sekarang, kembali pak polisi bertanya ? sudah kita kubur, bapak kan tahu sendiri kejujuran seorang politikus, bilangnya A tapi nyatanya B, paling kemaren mereka ngaku hidup, padahal sih sebenarnya sudah mati, jadi kita kubur saja, jawab warga dengan polos. !!! pak polisi dan wartawan yang mendengar cuma bengong doang he he he.

Besoknya media massa membuat berita headline "Anggota DPRD di kubur hidup-hidup oleh masyarakat karena di duga tukang bohong. demikian kisah ini terjadi ? mengapa kisah humor ini bisa terjadi karena memang faktanya masyarakat kita sekarang ini sudah muak dengan tingkah laku para wakilnya di legislatif, karena dianggap mereka lebih banyak mengumbar janji tanpa memperdulikan nasib rakyat yang sedang di dera kesulitan ekonomi.

Ilustrasi dalam bentuk humor di atas semoga bisa menjadi cermin untuk perbaikan tingkah laku anggota legislatif kedepan yang benar-benar dapat memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat

Berita Lainnya :