Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Akibat Korupsi Pengadaan 431 Orang Tewas

Pada tanggal 25 Januari ini ada yang tidak terlupakan dalam sejarah pelayaran Indonesia, 31 tahun yang lalu peristiwa tragis tenggelamnya Kapal Tampomas II, peristiwa ini tercatat dalam sejarah dunia pelayaran sebagai satu dari sepuluh kecelakaan laut terburuk di dunia. Dalam peristiwa tersebut korban meninggal sebanyak 431 orang, dengan rincian 143 orang ditemukan jasadnya, 288 orang tenggelam bersama kapalnya dan 753 orang berhasil diselamatkan. sumber lain menyebutkan angka korban yang tewas di perkirakan jauh lebih besar hingga 666 Orang.

Cerita ini dimulai pada tanggal 25 januari 1981, Kapal Tampomas II berlayar dari Jakarta menuju Sulawesi dengan membawa 1054 penumpang terdaftar dan 82 kru kapal serta membawa puluhan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, perkiraan mengatakan total penumpang di atas kapal tersebut adalah 1442 orang, perkiraan ini berdasarkan banyaknya penumpang gelap. karena sudah menjadi kebiasaan dan rahasia umum bahwa penumpang gelap yang naik bisa mencapai ratusan orang, sehingga di duga yang meninggal dunia juga lebih dari yang di perkirakan maklum waktu itu republik ini masih tabu bicara keterbukaan.

Dalam kondisi badai dimalam hari, beberapa mesin mengalami kebocoran bahan bakar, diduga percikan api timbul dari puntung rokok yang masuk kipas ventilasi maka timbullah kebakaran hebat. sampai keesokan harinya api tidak bisa dipadamkan dan situasi makin tidak terkendali karena penumpang panik ingin menyelamatkan diri masing-masing.

Pada tanggal 27 Januari terjadi ledakan dan membuat air laut masuk keruang mesin yang membuat kapal menjadi miring 45 derajat dan tenggelam sejak 30 jam dari percikan api pertama menjalar. Sa'at peristiwa Tampomas II terbakar dan tenggelam, umur saya baru 14 tahun, saya hanya dapat melihat pemandangan yang sangat merindingkan bulu roma tersebut melalui layar monitor Televisi Republik Indonesia yang kebetulan waktu itu hanya ada TVRI saja.

Beredar pula sa'at itu sebuah kaset yang tidak di jual bebas tentang tragedi mengerikan tersebut......terdengar jerit tangis memilukan dan teriakan Allah Akbar dari seluruh penumpang yang panik, dalam kaset itu juga terdengar suara kapten Kapal Tampomas II yang memberitahukan kepada seluruh penumpang agar bersiap-siap untuk menyelamatkan diri !!! Mengapa kaset tersebut tidak boleh di jual bebas tentu menimbulkan tanda tanya besar ?

Akhirnya terungkap juga, ada apa dengan Kapal Tampomas II, ternyata Kapal Tampomas II adalah Kapal bekas buatan Jepang yang sudah berumur lebih dari 25 tahun, hasil investigasi kapal tersebut adalah kapal bekas yang dipoles dan dijual dengan harga dua kali lipatnya. Kapal ini di beli oleh PT.PANN ( Pengembangan Armada Niaga nasional ) dari pihak Jepang, Comodo Marine.Co.SA seharga US$ 8.3 Juta kemudian PT.PELNI ( Pelayaran Nasional Indonesia ) membeli secara mengangsur selama sepuluh tahun kepada PT.PANN, berbagai pihak heran akan mahalnya harga Kapal ini, mengingat pernah di tawarkan ke Perusahaan Pelayaran Swasta lain hanya seharga US$ 3.6 Juta. berbagai pihak termasuk Jepang sendiri telah menyatakan Kapal ini afkir karena telah berumur 25 tahun.

Berkat Korupsi Pengadaan barang, ratusan rakyat tak bersalah harus menjadi korban terkubur di tengah laut bersama tenggelamnya Kapal Tampomas II. sa'at tulisan ini saya buat, saya hanya mampu mengelus dada dan geleng-geleng kepala sambil mendengarkan lagu Iwan Fals berjudul Celoteh Camar Tolol yang syairnya bercerita tentang malapetaka Kapal Tampomas II. teringat pula sa'at saya pernah melintasi perairan Masalembo pada tahun 1990, semua penumpang Kapal Tidar berdiri sambil merenung dan memandang deburan ombak yang pernah jadi saksi tenggelamnya Kapal Tampomas II tahun 1981.

Bila anda membaca buku tentang Kapal Tampomas II, kejadiannya lebih tragis lagi......mereka terpanggang di atas Kapal yang terbakar itu, bahkan sebagian dari mereka ada yang sampai memaki Kapal lain yang ingin menolong tapi kesulitan mendekati karena ombak yang besar "PERGI JANGAN TONTON KEMATIAN KAMI" lalu diantara hiruk pikuk kepanikan terdengar suara memilukan hati !!!

Mama......jangan tinggalkan ita.....! ita takut mama, enggak mau loncat, !! pekik gadis cilik anita pada ibunya yang menggapai-gapaikan tangannya di permukaan air, beberapa menit kemudian ibu muda itu sudah tidak nampak lagi, ia terhempas pada dinding Kapal Tampomas II yang ketika itu sekarat di renggut api, kemudian lenyap di ayun gelombang entah kemana, ita masih mencoba-coba mencari ibunya yang barusan masih nampak melambaikan tangannya. Akhirnya gadis kecil tersebut nekat meloncat, namun jangkauan tenaganya tidak mencapai permukaan laut, ia terjerembab di geladak yang membara, sekejab ita masih meronta, kemudian seluruh tubuhnya menghitam.

Sementara di saat mereka terpanggang Pemerintah Orde Baru mengeluarkan versi berita bahwa semua baik-baik saja dan sudah tertangani.......EDAN, apalagi berdasarkan penyelidikan semua kesalahan di tudingkan kepada para awak kapal, ada kesan bahwa kasus ini dengan sengaja di tutup-tutupi oleh Pemerintah sa'at itu. Tak ada pejabat terkait yang bertanggung jawab, padahal aroma Korupsi dalam pembelian Kapal itu santer tercium, namun tidak ada yang dapat berbuat apa-apa. Era Orde Baru yang menerapkan sistem presidensil yang keras membuat semua bukti tidak dapat di peroleh, dan pihak-pihak terkait saling lempar tanggung jawab, Aksi cuci tangan besar-besaran pemerintah pada sa'at itu sangat melukai perasaan banyak orang, terlebih keluarga para korban.

Tepat 27 tahun setelah peristiwa tenggelamnya kapal Tampomas II atau tepatnya pada tanggal 27 Januari 2008, Mantan Presiden Republik Indonesia Soeharto, Pemimipin rezim Orde Baru meninggalkan kita untuk selama-lamanya.

Untuk mereka semua yang telah tiada, marilah kita tundukkan kepala, semoga arwahnya di terima di sisi TUHAN Yang Maha Esa........Amin.

Berita Lainnya : 
Orde Baru Berdiri Di atas Tumpukan Tengkorak
Saya Tetap Tidak Suka Dengan Soeharto
Tes DNA Makam Menteri Orba Akan Dibongkar
Bangkitlah Menuju Indonesia Yang Berdaulat