Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Tintin Wartawan Tanpa Surat Kabar

Herge, Komikus asal Belgia, Menciptakan Tokoh Komik Rekaan Tintin. Bagi pencinta Komik Tintin, Kisah Wartawan Tanpa Surat kabar ini dapat memicu Adrenalin, Terutama Petualangannya dari satu tempat ketempat yang lainnya.

Tokoh Rekaan Herge ini adalah Wartawan Muda berambut Jambul yang selalu terlibat intrik bak Detektif dan Hanya Bermodalkan Nyali dan tekad yang kuat. Begitulah, Kisah Tintin melakukan Investigasi di lapangan. Meski tak pernah tahu Koran apa yang dikerjakan Sang Pewarta tersebut.

Kisah Komik Tintin, Wartawan Tanpa Surat kabar ternyata terjadi juga pada kehidupan nyata. Wartawan Bodrex atau Wartawan Tanpa surat kabar ( WTS ) sering berulah dimana-mana, kehadiran mereka ibarat (ma'af) kentut, sulit dilihat tapi tercium baunya.

Wartawan yang demikian itu bisa disebut sebagai Wartawan Bodrex, Yakni Wartawan yang hanya bertugas memeras Instansi atau Lembaga dengan cara menakut-nakuti pihak Instansi atau Lembaga tersebut dengan mencari-cari Informasi, Seolah-olah Lembaga atau Instansi tersebut melakukan kesalahan yang merugikan kepentingan publik.

Kumulasi perbuatannya selama ini, para WTS merusak Citra Insan Media atau Wartawan Otentik ( WTO ) yang berjuang ulet dan tulus. Terkadang tindakan WTS berandil merusak identitas Kota yang warganya terkenal terdidik, Seperti yang dialami Kota saya, Yogjakarta.

Pasalnya, karena Kewartawanan termasuk kerja Intelektual, Perbuatan WTS berarti merusak Pendidikan, Beroperasi tanpa malu-malu, para WTS sengaja tidak mengindahkan etika, Menentang identitas warga Yogyakarta yang beradab.

Untuk itu mengkampanyekan pemberantasan WTS menjadi agenda mendesak, Baik bagi Insan Media Resmi, Pejabat, Kepolisian maupun Masyarakat tanpa harus menanti Momentum Hari Pers setiap tanggal 9 Februari. Bagaimanapun juga menghilangkan Praktek WTS bukan hanya untuk menghilangkan kejahatan yang telah merugikan berbagai pihak, Namun juga mengembalikan Reputasi Profesi Wartawan.

Jangan Takut sama Wartawan Bodrex, Karena tindakan tidak terpuji yang mengatasnamakan Profesi Wartawan itu telah memberi kesan buruk bagi Profesi pencari Berita dan karena itu pelakunya dapat diancam dengan Hukuman Pidana.

Wartawan Bodrex itu dapat ditangkap dengan menggunakan Pasal 228 KUHP, Karena mereka bekerja tanpa kapasitas. Pasal 228 KUHP selengkapnya berbunyi " Barang siapa dengan sengaja memakai tanda kepangkatan atau melakukan perbuatan yang termasuk jabatan yang tidak dijabatnya atau yang ia sementara di hentikan daripadanya, Diancam dengan Pidana Penjara paling lama dua tahun atau Pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah "

Pasal itu sudah cukup untuk dapat menangkap para Wartawan yang memang tidak berniat untuk melaksanakan Kerja Jurnalistik, Namun menggunakan Kartu Persnya untuk melakukan kejahatan, Biasanya pemerasan.