Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Mengapa Cinta Pertama Tak Pernah Mati

Kenapa bisa ada kalimat itu ? Apakah karena cinta pertama sangat indah ? Lebih indah dari cinta-cinta selanjutnya ? Apa cinta terakhir sudah tak indah lagi ? Jawabannya adalah, karena cinta pertama adalah cinta paling murni dalam sejarah perjalanan lelaki dan perempuan.

Cinta pertama bukan pacar pertama. cinta pertama adalah saat kita jatuh cinta pertama kali pada seseorang. Biasanya pada usia belia. Pada usia sehijau itu, kita bahkan tidak tahu apa itu cinta yang sesungguhnya atau bukan. Yang jelas kita kasmaran pada seseorang. Tak bisa tidur. Lagu Awal Dari Cinta dari pambers sangat mewakili perasaan itu.

Di usia sebelia itu, bayangan kita tentang cinta sangatlah indah dan mulia. Tidak ada bumbu seks. Boro-boro deh. Tepat sekali kalau diibaratkan cinta masa itu sebagai domba yang lembut, polos, kekanakan dan menggemaskan. Bebas dari dosa. Sungguh definisi cinta dalam arti paling murni.

Seiring waktu, usia tambah dewasa. Cinta pertama terlupakan sejenak. Menyusul cinta kedua, ketiga, kesebelas..ke sekian puluh…ke seratus..dan seterusnya. Kian angka itu bertambah, kian jauh dari gambaran indah. Ada seks, nafsu, obsesi materi, dan sejenisnya.

Kalau cinta pertama adalah domba yang imut, maka semua hal buruk-buruk yang menyelingi cinta berikut-berikutnya adalah serigala. Katakanlah seks itu serigala. Maka sekarang, di usia yang tak lagi belia, maka yang beredar adalah serigala berbulu domba. Tambah sulit saja mengenali mana domba sejati. Bahkan mungkin tidak ada lagi.

Itulah mengapa dikatakan Cinta pertama ta’kan pernah mati Sebab memang cinta pertama adalah cinta paling agung dalam hubungan lelaki-perempuan. Tidak ada nafsu seks, obsesi kecantikan, ketampanan, kekayaan dan sebagainya. Dan kini yang kita jumpai dimana-mana adalah serigala berbulu domba. Sungguh ironis.

Berita Lainnya :