Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Daftar Kekayaan 4 Generasi Muda PNS Kota Depok

Pegawai Negeri yang Kaya Raya bukan hanya Monopoli Gayus Tambunan. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melansir temuan baru ada 10 PNS umurnya 28 Tahun sampai 38 Tahun dengan Kekayaan mencurigakan.

Kami sudah menyampaikan Analisis tersebut pada Inspektorat Jenderal di Kementerian, terutama jika ada indikasi mempunyai kekayaan yang tidak wajar dan bergaya hidup mewah. Setelah melihat indikasi tersebut, para Pejabat Inspektorat harus memantau sistem kerja dan kewenangan tiap PNS. Beberapa sektor yang rawan Korupsi yakni Jabatan dengan kewenangan memungut Retribusi atau Pajak, Memberi Perijinan atau Pengadaan Proyek.

Sesudahnya marilah kita lihat contoh dibawah ini, yang bisa menjadi renungan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Depok agar dapat melaksanakan Tugas dan Kewajibannya sesuai dengan prinsip-prinsip Dasar Kepegawaian yang lebih mengutamakan kepentingan Masyarakat daripada kepentingan pribadi. namun gambaran ini bukan sosok Pegawai Negeri Sipil Muda ( PNS Muda ) tapi adalah Pemuda Nasionalis Sejati (PNS) Kota Depok yang berjumlah 4 orang Generasi Muda. Berikut ini adalah sosok Pemuda Nasionalis Sejati (PNS) Kota Depok yang kebetulan hidupnya jauh dari kesan kemewahan.

Pria yang biasa dipanggil Bung Aston ini atau nama lengkapnya Agus Sutondo termasuk figur Tokoh Nasionalis Kota Depok, Banyak yang bilang tokoh ini mirip dengan masa muda dua Penguasa Republik Indonesia yaitu Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono, terpilih sebagai Pemuda Nasionalis Sejati (PNS) Kota Depok karena beliau termasuk sebagai pendiri salah satu Organisasi Kepemudaan berhaluan nasionalis di Kota Depok yang kegiatannya selalu bersentuhan dengan semangat Kebangsaan.

Agus juga pernah dipercaya sebagai Anggota Tim Pencari Fakta Pembakaran Tempat Ibadah di Kota Depok serta pernah dipercaya sebagai Ketua Panitia Khusus Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Depok, Salah satu buah karyanya adalah Pembangunan Fly Over Arief Rahman Hakim dan Jalan Juanda serta Jalan Tembus Sentosa-Juanda.

Bagi masyarakat Sukmajaya, sosok bung Agus ini memang sudah tidak asing lagi, terutama perannya yang sangat besar terkait dengan keberadaan jalan tembus proklamasi yang mengalami hambatan akibat terbentur oleh keberadaan tembok Perumahan Pesona Depok, Istilah tembok berlin begitu kental waktu itu, maka atas upaya yang dilakukannya, akhirnya tembok berlin tersebut berhasil didobrak dengan pembobolan pertama dilakukan oleh sosok bung Agus ini, akibat pembobolan ini setidaknya jadi pintu masuk terealisasinya jalan tembus sentosa-juanda yang saat ini manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat sukmajaya.

Mengapa Bung Aston bisa terpilih di urutan Nomor Satu Pemuda Nasionalis Sejati (PNS) Kota Depok, Karena dia yang membuat Postingan ini jadi suka-suka lah he he he. Kekayaannya biasa-biasa saja, beliau sangat sederhana, Pembawaannya yang murah senyum banyak disukai oleh teman-teman se-perjuangannya. apalagi beliau jarang sekali marah tapi kalau dimarahin sering, maksudnya sering dimarahin istrinya karena sering pulang larut malam he he he, Karena sikap hidupnya sangat sederhana sepertinya beliau tidak perlu dicurigai kekayaannya.

Tempat kedua diambil oleh sosok Syamsul Marasabessy atau biasa dipanggil Bung Syamsul, Pemuda yang fasih membaca Alqur’an ini, begitu popular di Kota Depok, upayanya yang tidak pernah mengenal lelah, terutama perjuangannya dalam rangka mencari keadilan, terkait dengan persoalan hukum yang masih diperjuangkannya, akibat permainan kotor dalam pemilukada Kota Depok 2010. Perjuangannya ternyata tidak sia-sia upaya hukum yang dilakukannya dalam sengketa pemilukada Kota Depok 2010 membuahkan hasil, tuntutan Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura berhasil dimenangkannya dalan setiap proses hukum diberbagai tingkatan lembaga hukum.

Sangat disayangkan, kemenangan demi kemenangan yang diraihnya dalam setiap proses hukum yang dilakukan oleh Partai Hanura, ternyata sampai hari ini belum ada kemauan yang kuat dari lembaga terkait untuk segera melakukan proses lebih lanjut, bagi upaya terlaksananya roda pemerintahan Kota Depok dibawah pimpinan kepala daerah yang benar-benar legitimate atau sah secara hukum. Namun tekad bung Syamsul tetap kuat, bahwa Walikota Depok terpilih Nur Mahmudi Ismail adalah sosok Walikota yang cacat hukum,

Syamsul Marasabessy yang saat ini menjabat sebagai ketua DPC Partai Hanura di Kota Depok, Adalah sosok pemimpin yang mempunya jiwa nasionalis dan mempunyai sikap idealis yang tinggi demi perjuangannya menegakkan supremasi hukum di Kota Depok. Atas dasar sikap ini, sangat wajar bila bung Syamsul Marasabessy mendapat penghargaan sebagai Pemuda Nasionalis Sejati (PNS). Dan kalau bicara kekayaan Bung Syamsul, beliau orangnya sangat sederhana, karena kesederhanaannya, sepertinya beliau juga layak mendapat predikat sebagai PNS atau Pemuda Nasionalis Sejati dengan kategori kekayaan wajar tanpa terkecuali.

Walaupun bung Syamsul Marasabessy duduk sebagai ketua DPC Partai Hanura, namun beliau tidak mempunyai ambisi untuk menjadi calon anggota legislatif atau dalam bahasa yang sering disampaikan oleh Bung Syamsul bahwa istilah Calon Legislatif (caleg) sepantasnya dirubah menjadi Calon Wakil Rakyat (Cawara). Lebih jauh bung Syamsul juga mengatakan bahwa prinsip Wakil Rakyat setidaknya bisa menjadi jembatan emas yang baik bagi hubungan harmonis antara rakyat dan para wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat.

Bagi bung Syamsul, kata legislatif terkesan sangat eksklusif, sehingga menimbulkan kesenjangan antara rakyat dengan wakil rakyatnya, maka melalui kapasitasnya sebagai ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Bung Syamsul memberikan wejangan pada bacawara atau bakal calon wakil rakyat dari Partai Hanura agar dapat mensosialisasikan kata baru ini ketika para bacawara melakukan komunikasi dengan masyarakat

Selamat yah Bung Syamsul, kami tahu kok bahwa Bung HSyamsul juga tidak layak dicurigai Kekayaannya. Selamat terus berjuang untuk Bung Syamsul, Kehadiran anda sangat ditunggu-tunggu masyarakat Kota Depok yang memang benar-benar membutuhkan figur Pemuda Nasionalis Sejati seperti anda.

Urutan ketiga jatuh pada Benhard Sarjana Hukum alias Bung Bens, dia adalah Nasionalis Sejati, Jabatan Ketua Umum GSNI atau Gerakan Siswa Nasional Indonesia pernah dipegangnya, termasuk sebagai Ketua Pemuda Demokrat Kota Depok, Kesehariannya Bung Bens bekerja sebagai Lawyer atau Penasehat Hukum. Kepeduliannya kepada wong cilik tidak bisa diragukan lagi, dia rela memperjuangkan hak-hak masyarakat yang tertindas tanpa dipungut biaya sekalipun malah terkadang suka keluar dari kocek kantongnya sendiri alias tekor he he he

Mendapat julukan sebagai Pemuda Nasionalis Sejati (PNS) Kota Depok sudah tidak bisa diragukan lagi karena jabatan organisasi berbau Kebangsaan sudah banyak dipegang oleh Bung Bens. kalau dicurigai kekayaannya kayaknya gak mungkin deh, Sipat kedermawanannya kepada kaum cilik menjadi indikator bahwa beliau tidak suka menimbun Kekayaan he he he. Sukses selalu untuk Bung Bens semoga kedepan lebih Dermawan lagi yah he he he

Singgasana keempat tertuju pada sosok Mas Benk atau Bambang Prihanto, berdasarkan fakta yang ada Mas Benk adalah sosok Pemuda yang kelihatannya kaya raya, dikarenakan postur tubuhnya yang besar dan gendut seperti Bos Konglomerat kecuali dana BOS yang memang sering dipertanyakan oleh Mas Benk bila sedang rapat dengan teman-temannya.. Namun sebenarnya kehidupan Mas Benk ternyata sama seperti Bung Aston malah lebih sederhana sekali, kalau bisa dibilang sebenarnya Mas Benk ini layak dapat Kartu Jamkesda atau Jaminan Kesehatan Daerah he he he

Mas Benk termasuk Kategori Pemuda Nasionalis Sejati (PNS) Kota Depok, sebab beliau paling tidak suka kalau bicara tentang Kedaerahan, kalau sudah bicara Ke Indonesiaan Semangatnya luar biasa, Mas Benk paling tidak suka dengan tawuran-tawuran antar Genk Organisasi karena tawuran tersebut justru dapat menimbulkan semangat Nasionalisme yang sempit. Karena termasuk yang layak dapat Kartu Jamkesda sepertinya Mas Benk juga tidak perlu dicurigai kekayaannya he he he

Demikian yang bisa kami sampaikan semoga kita semua berharap agar ke-empat Figur Pemuda Nasionalis Sejati (PNS) Kota Depok ini berbuat semakin lebih baik untuk kemajuan Kota Depok kedepan dan bisa menjadi contoh yang baik bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Depok untuk semakin optimal memberikan Pelayanan Publik kepada Masyarakat tanpa dilandasi kepentingan untuk memperkaya diri sendiri......Amin

Salam Perjuangan........Semoga PNS Depok jauh dari tindakan negatif.

FOTO PNS-NYA TIDAK DIPASANG TAKUT DISADAP KPK
Berita Lainnya :
Partai Politik Pilihan Google
Sikap DPRD Kota Depok Sontoloyo
Tiga Wanita Paling Cantik di Kota Depok
Caleg Sukmajaya Kota Depok Pilihan Google
Oknum Anggota DPRD Kota Depok Keterlaluan
Analisa Politik Peta Pemilu 2014 di Kota Depok
Hasil Pemilu Legislatif di Kota Depok Tahun 2009
Daftar Sekolah Negeri dan Swasta di Kota Depok