Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Untukmu Tuhanku


Oh Tuhan, setiap hari aku larut dan tenggelam dalam kilau dunia kehidupan penuh kemunafikan. Dunia kehidupan yang memerangkap aku dalam keterpurukan resah mendalam. Hanya untuk mengurusi perihal semu. Sehingga aku merasa lemah saat melangkahkan kaki untuk menapaki arah tujuan. Sehingga aku merasa jatuh dalam jurang gelap tanpa penerangan. Sehingga aku merasa terasing sendiri tanpa seorang pun berada di sisiku. 

Oh Tuhan, maka dalam keheningan malam ini kucoba merebahkan diri di selembar sajadah untuk bermunajat kepada-Mu. Menikmati keheningan yang menyejukkan jiwa. Menghayati hangat lembut bulir air mata penyesalan saat kuteringat torehan memalukan dalam menjalani hariku yang telah berlalu dan memasrahkan segala persoalan yang membebani diriku. 

Oh Tuhan, kebahagiaan ini belum pernah kurasakan sebelumnya. Kebahagiaan yang bahkan tak dapat kuterjemahkan. Seakan-akan tidak ada apapun terlihat oleh pandanganku, kecuali keindahan. Aku merasa telah melihat arah tujuanku yang sebenarnya sebab cahaya yang menerangi jalannya seperti mengalir dari dalam diriku sendiri. Malam ini aku tidak lagi sendiri sebab aku yakin Engkau selalu menemaniku. Engkau selalu berada dalam hatiku.

Oh Tuhan, inikah nikmatnya seorang hamba dalam mencintai dan dicintai-Mu ? Tuhan, Aku tidak sanggup untuk berjanji, tapi aku ingin selalu tampak indah di hadapan-Mu. Maka aku akan berusaha mensyukuri segala yang Kau amanahkan kepadaku. Aku tidak akan berkeluh kesah dan meminta, kecuali hanya kepada Engkau. 

Oh Tuhan, Aku tak akan sanggup kehilangan-Mu. Maka biarkanlah aku tetap berada di dekat-Mu. Biarkanlah aku berada di bawah naungan cinta-Mu. Biarkanlah aku berenang dalam hujan rahmat-Mu. Sebab hatiku hanyalah ladang gersang. 

Hamba-Mu yang mencintai-MU,

Agus Sutondo