Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Presiden Indonesia Ke 7 Dari Desa Tumaritis

Sebelum saya menyampaikan siapakah Presiden Indonesia ke 7, baiknya kita pelajari dulu sejarah para pemimpin di Indonesia, berikut ini lintasan sejarahnya :

Soekarno Presiden pertama Indonesia atau Bapak Bangsa Indonesia Tokoh Proklamator yang sangat anti dengan Kolonialisme, Imperialisme dan Zionisme dan sikap antipati beliau dengan Keputusan Soekarno untuk memutuskan hubungan dengan PBB pada tahun 1965 selanjutnya Soekarno memilih memutuskan hubungan dengan Amerika karena Soekarno tahu bahwa Amerika dan Yahudi mau menekan Indonesia untuk bisa menguasai Indonesia.

Untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia, Soekarno meminta bantuan dari negara-negara Islam ( OKI ) tetapi mereka menolak karena mereka berpikir Indonesia adalah negara yang tidak menguntungkan. Kemudian jalan terakhir Soekarno meminta bantuan pada negara-negara komunis atau Blok Timur, karena pada sa'at itu tanpa bantuan Finance negara lain Indonesia akan bangkrut.

Melihat kemesraan Soekarno dengan negara-negara Blok Timur, Amerika sebagai pemimpin Blok Barat merasa cemburu dan berusaha melakukan propaganda yang di dalamnya peran Yahudi sangat besar. Kemudian dengan menghembuskan propaganda bahwa Soekarno itu Komunis. Padahal dari buku-buku yang saya baca, Soekarno itu termasuk orang yang sangat membanggakan dan mengerti tentang Islam dan Soekarno sebetulnya sangat anti dengan Komunis, Soekarno ingin Indonesia Berdikari, berdiri di atas kaki sendiri tanpa Blok Kapitalis dan Tanpa Blok Komunis. Indonesia adalah Pancasila.

Akhirnya Amerika berhasil mendongkel musuh besarnya di Indonesia lewat salah satu orangnya yang bertugas  di Dinas Militer Indonesia, Habislah salah satu putera bangsa terbaik yang berani menentang Zionis secara terbuka, Soekarno mengumumkan Ganyang Malaysia dikarenakan pada sa'at itu Indonesia di kepung oleh negara-negara yang di kendalikan oleh Yahudi.

Presiden kedua Indonesia Soeharto tampil di panggung politik Indonesia setelah berhasil menumpas konon katanya bernama gerakan 30 september yang di lakukan oleh Partai Komunis Indonesia ( PKI ), benarkah PKI bersalah, sampai hari ini misteri tersebut belum terungkap siapa sesungguhnya Dalang Peristiwa G30S/PKI yang memakan ratusan ribu anak bangsa mati secara mengenaskan.

Tampilnya Soeharto menggantikan Soekarno yang kharismatik adalah awal pesta poranya bangsa Yahudi dengan faham Zionisnya, Soeharto sangat tunduk kepada mereka dengan masuknya Bank Dunia, IMF, IGGI, CGI serta banyaknya perusahaan Amerika dan kroninya masuk ke Indonesia. mereka menguasai sumber-sumber kekayaan alam Indonesia, Perusahaan minyak, BP, Shell dan Freeport, Newmont menguasai pertambangan, dari mulai pertambangan Minyak, Emas, Tembaga dan lainya, padahal menurut Soekarno, kalau kita tambang sendiri maka anak cucu kita tidak akan kelaparan dan Indonesia akan menjadi negara kaya dan lebih kaya dari negara-negara di jazirah Arab.

Sampai dengan tahun 1998, Indonesia dijajah oleh Yahudi lewat Amerika dan kroninya, namun setelah bosan dengan Soeharto karena sudah dianggap membangkang akibat mengangkat BJ Habibie menjadi Wakil Presiden. Amerika menurunkan salah satu Jenderal Ekonominya  George Sorosh untuk menghancurkan Indonesia dan diakhiri dengan jatuhnya Rezim Soeharto.

Presiden Indonesia ketiga adalah BJ Habibie, beliau menjadi Presiden karena tumbangnya Rezim Soeharto, seperti kita ketahui bahwa musuh besar yahudi selain Islam adalah Nazi, Habibie tidak bertahan lama menjadi Presiden adalah karena dia beragama Islam dan di didik oleh Jerman yang notabene adalah negara dengan faham Nazi sehingga Amerika dengan Yahudi tidak suka karena dianggap akan merugikan mereka. Maka dengan berbagai cara ditempuh melalui orang-orang didikan Amerika akhirnya tumbanglah Habibie.

Presiden Indonesia keempat Abdulrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus dur, beliau hanya sebentar menjadi Presiden karena pertimbangan kondisi Gus dur yang kurang kesehatannya, sehingga tidak dapat memutuskan semua masalah tanpa bantuan orang lain. Tokoh Kontroversial ini menjadi alasan mengapa Amerika takut melakukan intervensi sebab tekanan umat Islam Indonesia demikian kuat. karena semua negara di dunia mengakui saat itulah era Kebangkitan Islam di Indonesia.

Megawati tampil sebagai Presiden Indonesia kelima menggantikan Gus dur, cara memimpin dan keyakinan tentang Zionis tidak berbeda dengan bapaknya Soekarno, hanya Megawati tidak setegas bapaknya. padahal pada awal kepemimpinannya Amerika sangat berharap pada Megawati tetapi pada kenyataannya, Mega beserta para Menterinya tidak dapat diatur oleh Amerika.

Mega membeli pesawat tempur Sukoy dari Rusia dan membeli kapal tanker raksasa dengan tujuan memindahkan pembeli minyak mentah dari Singapura, Amerika merasa kewalahan mengelola Mega tetapi Amerika tidak dapat menjatuhkan dengan gampang, karena Mega di dukung rakyat dan para Tim Ekonominya yang kuat.

Amerika sangat meradang saat Mega mengambil keputusan untuk meninjau Kontrak Freeport, kemudian puncak kemarahan Amerika terjadi saat Tim Ekonomi lewat Kwik Kian Gie menyerukan kata-kata Go To Hell IMF. saat Pemerintahan Mega, Amerika juga keder dengan semakin berkibarnya bendera Islam di Indonesia, maka begitu Pemilu 2004, Amerika berhasil menumbangkan Mega.

Untuk Presiden Indonesia keenam SBY, saya belum bisa bercerita banyak karena beliau masih memimpin dan Insya Allah setelah 2014 baru saya bisa menceritakan namun sebagai gambaran di pemerintahan SBY adalah sebagai berikut :  Ahmadiyah tidak di bubarkan, kasus Munir di anggap kasus HAM, lobby Menteri Luar Negeri Amerika ngotot mau mengelola Blok Natuna dan Aliran-aliran Islam banyak bermunculan yang tidak jelas di Indonesia serta banyak kasus di Indonesia yang berbau Amerika.

Lalu siapakah Presiden Indonesia ketujuh yang akan menggantikan SBY ? untuk lebih jelasnya anda bisa lihat cerita dibawah ini :

Kisah ini terjadi di  Sekolah Dasar Tumaritis, ketika ada seorang guru menanyakan kepada murid-muridnya. Anak-anak......Presiden Habibie adalah Presiden Indonesia ke berapa, semua murid menjawab.......ketiga bu guru, namun ada seorang murid bernama Aston, dia malah menjawab......ketujuh bu guru, semua memandang Aston dengan heran ? Kemudian Ibu guru bertanya lagi kepada Aston, coba Aston......sebutkan satu persatu untuk lebih meyakinkan.

Aston pun menjawab, pertama Soekarno.......lalu kata bu guru ? Soeharto, bu guru kata aston !! terus.....kata bu gurunya lagi ? Soeharto, Soeharto, Soeharto, Soeharto, baru Habibie bu guru jawab Aston !!  Bu gurunya langsung mikir dan bingung he he he. Atas kejadian tersebut, Aston langsung di panggil oleh Kepala Desa Padepokan Anak Negeri (PAN) Desa Tumaritis untuk mendapat Bimbingan karena kuatir Desa Tumaritis Dianggap sebagai Desa Kontra Soeharto tapi Pro Habibie.

Berita Lainnya :