Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

2013 Indonesia Bebas Penggangguran

Angka Pengangguran Di Indonesia sangat memprihatikan, data statistik sudah menunjukkan 8,3 Juta orang menjadi pengangguran. bila tidak disikapi dengan langkah-langkah tegas, maka angka pertumbuhan pengangguran ke depan semakin membengkak seperti bisul-bisul yang mau pecah, hingga suatu sa'at akan meledak mengganggu Stabilitas Nasional.

Banyaknya pengangguran di Indonesia ini telah mencuri perhatian Perdana Menteri Jepang untuk membantu Indonesia mengatasi banyaknya pengangguran karena Jepang sebagai negara yang mapan secara ekonomi serta memiliki Sumber Daya Manusia yang besar sudah tentu harus mempunyai rasa peduli terhadap negara seperti Indonesia ini.

Apalagi sekedar catatan bahwa selama ini Jepang sangat pelit terhadap alih Teknologinya, padahal pengalihan Teknologi ini tentunya akan berdampak positif pada tumbuh suburnya semangat investasi para pengusaha-pengusaha Indonesia yang selama ini terkenal sebagai jago kandang. Dampak Alih Teknologi dapat menumbuhkan home-home industri baru, yang secara tidak langsung dapat meningkatan lapangan kerja hingga dapat menampung Angkatan Kerja yang masih menganggur.

Perhatian Negara Jepang ini bukan tanpa alasan, ancaman Boikot Produksi Jepang oleh masyarakat Indonesia adalah ancaman serius yang harus di sikapi secara bijak agar peristiwa 38 tahun yang lalu " Malapetaka Bulan Januari 1974 " atau MALARI tidak terulang kembali.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akhirnya berkunjung ke Indonesia, Kedatangan Shinzo Abe disambut luar biasa. di Bandara Halim Perdanakusuma, Presiden SBY menyambutnya dengan gembira, kemudian duduk bersama di dalam mobil kehormatan.

Selama di perjalanan dengan bangga Presiden SBY menunjuk kepada ribuan orang yang berdiri di pinggir jalan, yang telah dipersiapkan sebelumnya sambil mengibar-ngibarkan Bendera Indonesia dan Jepang.

Tapi Perdana Menteri Shinzo Abe mengerutkan keningnya, banyak sekali pengangguran di negara anda kata Shinzo Abe kepada Presiden SBY ? Di negara kami tak seorang pun mau membuang-buang waktunya seperti itu, mereka bekerja dan tak punya waktu berdiri di pinggir jalan.

Mendongkol hati Presiden SBY mendengarnya, begitu Shinzo Abe pulang dan tidak membawa agenda yang berarti bagi perbaikan hubungan kedua negara. Presiden SBY menyusun rencana untuk berkunjung ke Jepang sekaligus ingin membuktikan apakah benar tak ada pengangguran di Jepang.

Beberapa hari kemudian Presiden SBY dan rombongan tiba di Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe menyambutnya di bandara dan bersama-sama menuju Istana Negara. Di sepanjang jalan, tak seorang pun yang berdiri di pinggir jalan menyambut mereka. Anda lihat Pak Presiden celutuk Shinzo Abe, tak ada satu pun yang menganggur.

Keesokan harinya Presiden SBY bersama ajudannya mengelilingi Kota Tokyo, tak seorang penganggur yang mereka temui, setelah beberapa hari mencari dengan sia-sia, akhirnya mereka bermaksud pulang kembali ke Indonesia. dengan di temanin Shinzo Abe rombongan Presiden SBY menuju Bandara.

Tiba-tiba nampak seorang laki-laki duduk termenung di pinggir jalan.....itu dia, teriak Pak SBY, kita berhasil menemukannya. Pak SBY menyuruh ajudannya menghampiri orang tersebut. Tak lama kemudian, Ajudannya kembali sambil berlari-lari ? bukan, bukan, teriaknya, dia ternyata Duta Besar kita untuk Jepang he he he.

Setelah tiba di Tanah Air, Presiden SBY langsung Rapat Kabinet, Presiden bertekad untuk segera mungkin mengagendakan Rapat Khusus membahas Pengangguran di Indonesia, karena Presiden ingin di jabatan terakhirnya 2014 sebagai Presiden Indonesia, Beliau ingin Indonesia Bebas dari pengangguran, Semoga berhasil Pak dan di tunggu actionnya.

Salam dari Anak Tumaritis.
Berita Lainnya :