Pemasaran Politik dan Pemasaran Digital

Surat Cinta Untuk Titi Kamal

Untuk Titi Kamal yang selalu hadir dalam harapku,

Sudah lama aku memendam rasa yang tak dapat kugambarkan dengan kata-kata atau pun kalimat. Sudah lama aku ingin menyampaikan kepadamu betapa seribu pertemuan pun tak akan sanggup melunasi rindu yang sudah lama menjadi hutangku. Aku tak ingin bertambah gila sehingga Kau perlu tahu.

Mungkin kau anggap aku ini mengada-ada atau terlalu banyak berkhayal sehingga tidak bisa menahan diri untuk menulis surat ini.

Benar Titi, aku memang tidak bisa menahan diri tetapi aku bukan mengada-ada atau terlalu banyak berkhayal. Dirimu yang ada di dunia nyata membuatku tak perlu lagi mengkhayalkan wajah ayu secantik parasmu.

Engkau selalu muncul dengan segala kejelitaanmu yang melumat sadarku melalui iklan televisi. Aku selalu menanti kemunculan iklan-iklanmu. Melihat iklan-iklan itu mampu membasahi sedikit ruang hatiku yang kerontang. Senyummu yang manis, walaupun hanya di layar gelas, telah menjadi pengobat racun asmara yang selalu membuatku mengangkasa.

Kau memang tidak mengenalku Titi. Namun, percayalah pada ketulusan niatku. Aku mencintaimu.

Salam Tumaritis

Berita lainnya :